LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Kamis, 18 Mei 2017

Sebut Palu Sebagai Pusat Radikal Islam Dan Menentang NKRI Gubernur Palu Marah Kepada PB PMII


KETUA Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminuddin Maruf menemui Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola untuk meminta maaf atas ucapannya saat pembukaan Kongres XIX PMII di Palu, Sulteng, Selasa (16/5).

Permintaan maaf itu disampaikan saat Aminuddin mendatangi rumah dinas Gubernur Sulteng, kemarin
.
"Ya, mereka datang dan meminta maaf atas ucapan tersebut. Sebagai gubernur, sekaligus orang tua di daerah ini dan tokoh adat di lingkungan masyarakat, saya tentu memaafkan mereka," kata Longki seusai menerima pengurus PB PMII.

Namun, Longki juga meminta Aminuddin untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Sulteng melalui media.
Longki mengaku sangat menyesalkan bahkan marah atas ucapan Aminuddin dalam pembukaan Kongres XIX PMII yang menyebut bahwa kongres sengaja digelar di Kota Palu yang menjadi pusat kegiatan radikal Islam dan kegiatan menentang NKRI.

"Saya sangat menyesalkan ucapan itu karena jelas-jelas tidak didasari atas fakta-fakta yang benar apalagi diucapkan di depan pertemuan yang dihadiri Presiden Joko Widodo," ujarnya.

"Kalau yang dimaksud pusat kegiatan radikal Islam adalah aktivitas Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso yang sudah meninggal, itu kan hanya di sebagian wilayah Poso."

Lalu soal tudingan menjadi pusat kegiatan menentang NKRI, Longki juga menegaskan kalimat itu sangat tidak berdasar sebab tidak pernah ada kegiatan menentang NKRI di Sulteng.
Longki mengaku menyambut baik kedatangan Ketua Umum PB PMII yang meminta maaf.

"Selaku gubernur, orang tua, dan tokoh adat di Tanah Kaili, saya meminta kepada semua kelompok masyarakat yang merasa tersakiti oleh ucapan itu supaya menerima permohonan maaf mereka dan mempertimbangkan kembali 

0 komentar:

Posting Komentar