LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Sabtu, 20 Mei 2017

Ribuan Warga Solo Berkumpul Komitmen Jaga Keutuhan NKRI

RIBUAN warga dari berbagai elemen di kota Surakarta dengan mengenakan ikat kepala merah putih, tumpah ruah di kawasan Manahan untuk bangkit dan menyatukan tekat bagi keutuhan NKRI.

"Kita ingin menunjukkan kepada para leluhur, bahwa sebagai anak bangsa, tidak mungkin melupakan sejarah," tegas Wali Kota Surakarta Fx Hadi Rudyatmo yang berada di tengah ribuan warga yang merayakan hari Kebangkitan Nasional di Plaza Bung Karno, kawasan Manahan, Kota Surakarta, Sabtu (20/5).

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono yang memimpin apel akbar hari Kebangkitan Nasional menambahkan, Indonesia yang berdiri di atas keberagaman, suku, agama dan ras antara golongan, adalah sebagai takdir.

"Adalah anugerah, Indonesia disatukan dalam keberagaman, mulai dari Aceh sampai Papua dengan 1340 suku. NKRI sudah menjadi harga mati," ujar orang nomor satu di Polda Jateng itu sambil mengepalkan tangan ke atas.

Condro mencoba me-review kembali pergerakan Indonesia menuju merdeka, melalui pergerakan Budi Utomo yang menggelorakan semangat menentang penjajahan, yang berlanjut pada penyatuan tekat melalui Sumpah Pemuda, bahwa pemuda atau jong berbagai suku bersatu dan berbahasa satu Indonesia.

"Tanah Air Kita satu Tanah Air Indonesia, dan Bahasa kita satu Bahasa Indonesia," sergah kapolda yang melanjutkan tuturan tentang heroiknya pemuda Indonesia, yang terwakili dalam diri Bung Karno - Bung Hatta saat memproklamasikan Indonesia sebagai negara merdeka pada 17 Agustus 1945.

Perayaan hari Kebangkitan Nasional dengan cara berkumpul di depan monumen Bung Karno di Manahan, dapat dimaknai sebagai sikap teguh untuk menjaga NKRI.

"Kita walaupun berdiri di atas keberagaman. Pancasila sudah final sebagai ideologi kita, dan tidak boleh ada yang mengubah, karena dapat mengayomi keberagaman, serta kebijakannya Kebhinekaan," tandas Condro yang disambut semangat bersatu oleh ribuan warga berikat kepala merah putih itu.

Ia berharap, melalui refleksi kebangkitan nasional, diharapkan akan menumbuhkan semangat persatuan.

"Jangan malah justru setelah reformasi identitas-identitas aliran muncul,untuk mementngkan kelompok. Jadi harus direduksi, Kita sepakat, momentum ini untuk bangkit dan bersatu untuk NKRI," tandas dia yang diamini warga peserta apel akbar. (OL-6)

0 komentar:

Posting Komentar