LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Minggu, 14 Mei 2017

Polisi Akan Bawa Paksa Ketua DPP FPI Muchsin Alatas

PIHAK kepolisian menyatakan akan turut membawa paksa Ketua DPP FPI Muchsin Alatas untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan chat pornografi antara Rizieq Shihab dan Firza Husein. Namun, polisi tidak mengetahui keberadaan Muchsin saat ini.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menuturkan penyidik telah melayangkan dua kali panggilan terhadap Muchsin. Namun, tidak sekali pun Muchsin datang ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi.

"Muchsin sudah dua kali dipanggil, nanti dikeluarkan surat perintah membawa juga dia," kata Argo kepada Media Indonesia. Namun, lanjut Argo, polisi saat ini tidak mengetahui posisi Muchsin. "Kalau ketahuan pasti kita bawa paksa," ujar dia.

Sementara itu, polisi rencananya akan kembali memanggil Firza Husein, 'Kak Ema', serta isteri Rizieq Shihab untuk diperiksa sebagai saksi pada pekan depan. Pada pemeriksaan tersebut, penyidik akan mengkonfrontir mereka terkait Rizieq dan Firza.

Rizieq sendiri saat ini masih berada di Kuala Lumpur, Malaysia untuk menyelesaikan studi doktoralnya. Polisi mengaku belum menerima informasi kapan Pimpinan FPI tersebut kembali ke Tanah Air.

"Yang terpenting nanti diterbitkan surat perintah membawanya," ujar Argo.

Dihubungi terpisah, Kepala Biro Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro mengatakan Rizieq berencana akan kembali ke Indonesia pada pekan ini. Ia juga berjanji Rizieq akan kooperatif dan datang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. "Habib janji dalam minggu ini (pulang)," tuturnya.

Sugito mengatakan pihaknya tidak akan mengerahkan massa ke Bandara jika memang polisi akan menjemput paksa Rizieq. Namun ia meminta agar pihak pengacara diberi kesempatan untuk mendampingi Rizieq.

"Jadi kalau beliau pulang, laskar tidak akan ke bandara.Yang distandby-kan di bandara cuma lawyer," kata Sugito.

Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan pihaknya masih akan meminta keterangan dari sejumlah saksi ahli. Di antaranya ialah Komisi Perlindungan Anak Indonesia, ahli pidana, ahli telematika, dan ahli face recognition dari Indonesia Automatic Fingerprint Indetification System.

"Kita tinggal memeriksa saksi-saksi tambahan dan juga keterangan ahli untuk melengkapi," ujar Wahyu.

0 komentar:

Posting Komentar