LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Kamis, 25 Mei 2017

Pelaku Peledakan di Kampung Melayu Bernama Ichwan Nurul Salam Penjual Herbal

Polisi telah mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5) malam. Ada dua tersangka pelaku yang ikut tewas dalam serangan teror di kawasan terminal itu. Merujuk pemberitaan The Strait Times yang mengutip sumber di Polri, pelaku bom bunuh diri punya kaitan dengan kelompok militan di Poso, Sulawesi Tengah. Namanya adalah Solihin dan Ichwan Nurul Salam. Solihin merupakan staf administrasi di Pondok Pesantren Darul Anshor di Poso. Sedangkan Ichwan yang berusia 34 tahun, berasal dari Bandung, Jawa Barat. Namun, Polri masih memverifikasi data pribadi kedua pelaku teror itu. Sejauh ini, polisi menyimpulkan bom yang digunakan berdaya ledak rendah atau low-grade explosives. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera mengungkap teror itu. Presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu menilai serangan teror di kawasan terminal tersebut benar-benar keterlaluan. "Ini sudah keterlaluan! Tukang ojek menjadi korban, sopir angkot menjadi korban, penjual lapak kelontong menjadi korban, polisi juga menjadi korban," tegasnya.


Warga Jalan Cibangkong, Kota Bandung, dikagetkan oleh kabar bahwa salah satu tetangganya, INS, diduga menjadi pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta. Warga tak menyangka sosok INS yang pendiam terlibat aksi bom bunuh diri. 

INS merupakan warga asli di kawasan Cibangkong. Sudah dua tahun ia tinggal di sebuah rumah kontrakan di Jalan Cibangkong RT 02 RW 07 Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat.



Di rumah bercat merah muda itu, Ichwan tinggal bersama seorang istri dan dua anaknya, yang masing-masing berusia 6 dan 3 tahun. Istri dan dua anaknya sudah dibawa polisi. 

"Selama ini baik orangnya, tapi memang pendiam, nggak ada yang mencurigakan kok," ujar ketua RT setempat, Priatini (47), di lokasi, Kamis (25/5/2017). 

Priatini menuturkan sehari-hari INS berprofesi sebagai pedagang. INS sempat berjualan susu murni di dekat kontrakannya dan akhir-akhir ini membuka usaha obat-obatan herbal di rumah kontrakannya. 

"Mereka (Ichwan dan istrinya) memang kurang aktif di lingkungan sini. Sama warga juga jarang ngobrol. Paling kalau bertemu cuma senyum aja," katanya. 

Priatini tak menyangka sosok INS yang pendiam diduga menjadi pelaku teror bom di Kampung Melayu. Dia tahu Ichwan diduga menjadi pelaku teror bom setelah polisi mendatangi kediaman Ichwan. 

"Nggak nyangka aja. Sehari-hari dia tertutup," tuturnya. 

Hal serupa diungkapkan Ketua RW 07 Dedi Darsono (61). Ia tidak mengenal dekat sosok Ichwan. Dedi hanya mengenal INS sebagai orang yang pendiam. 

"Seingat saya, dia jarang bergaul. Saya juga jarang bertemu," kata Dedi

0 komentar:

Posting Komentar