LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Selasa, 30 Mei 2017

Keterlibatan TNI-Polri Simbol Perlawanan Total ke Terorisme

Bogor: Pemerintah akan memberikan kewenangan Tentara Nasional Indonesia melalui revisi UU Antiterorisme untuk mencegah terorisme. Pemberian wewenang itu dinilai langkah pemerintah melawan secara total terorisme.

"Bentuk perlawanan ke mereka (teroris) harus total. Apakah polisi, masyarakat dan TNI," kata Menko Polhukam Wiranto di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin 29 Mei 2017.

Menurut dia, TNI tak bisa hanya diam bila aksi terorisme. Karena itu, kata dia, UU tersebut akan memberikan payung hukum agar TNI dan Polri dapat bahu membahu dalam upaya menanggulangi terorisme di tanah air.

"Saya sudah berkali-kali menyatakan, kalau TNI enggak dilibatkan, bagaimana mungkin ada teror deket markas TNI karena ada hambatan undang-undang, TNI diam saja, enggak bisa," ujar dia.

Ia menilai ancaman terorisme juga datang dari Indonesia. Untuk itu, TNI sebagai garda terdepan menjaga kedaulatan NKRI harus dilibatkan. Apalagi, ada rencana dari Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) membangun basis di Filipina Selatan yang lokasinya dekat dengan wilayah Indonesia.

"Apalagi sekarang sudah jelas ada satu rencana pemindahan basis ISIS ke Filipina Selatan yang sedang digempur oleh militer Filipina. Ini kan dekat sekali di Indonesia, kita harus segera bangun suatu undang-undanh yang tegas, keras untuk melawan teror itu," tukas dia.

Mantan Panglima ABRI itu berharap masyarakat memahami alasan pemerintah yang ingin memberikan kewenangan TNI dalam upaya menanggulangi aksi terorisme.

"Kita hanya minta kepada masyarakat terutama tokoh-tokoh politik, untuk sama-sama memahami masalah ini jangan biarkan aparat keamanan dengan tangan terborgol melawan teror itu. Ini yang dirugikan rakyat, yang diserang rakyat, yang rugi rakyat," pungkas dia.

0 komentar:

Posting Komentar