LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Rabu, 31 Mei 2017

Gugatan Uji Materi Pasal Makar Oleh ACTA Gugur, Karena Dianggap Tidak Punya Itikad Baik

MAHKAMAH Konstitusi (MK) menggugurkan gugatan uji materi pasal tentang makar yang diajukan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim MK menilai ACTA tidak memiliki iktikad baik lantaran absen tanpa alasan jelas pada sidang pemeriksaan pendahuluan.

"Mahkamah berkesimpulan, pemohon telah dipanggil sah dan patut dan pemohon tidak menghadiri persidangan tanpa alasan sah. Mengadili dan menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima," ujar Wakil Ketua MK, Anwar Usman, di ruang sidang MK, Jakarta, Selasa (30/5).

ACTA mengajukan permohonan gugatan uji materi atas dua pasal, yakni Pasal 87 dan 110 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Menurut perwakilan ACTA Habiburokhman, definisi makar pada pasal 87 tidak memiliki kepastian hukum. Sedangkan Pasal 110 Ayat 1 tentang pemufakatan jahat dianggap multitafsir karena tidak memiliki perbedaan yang jelas dengan definisi makar.

Hakim MK Saldi Isra menambahkan, permohonan tersebut gugur karena ACTA tidak hadir tanpa keterangan sama sekali dalam sidang pemeriksaan pendahuluan pada 17 Mei silam. Padahal, MK telah memanggil ACTA secara sah dan melalui surat yang dikirimkan panitera sidang.

"Pihak panitera juga menelepon pemohon tapi tidak diangkat. Hal ini menunjukkan bahwa pemohon tidak menunjukkan kesungguhan dalam mengajukan permohonan," kata Saldi.

Sesuai pasal 39 ayat 1 dan 2 Undang-Undang MK, sebelum memulai pokok perkara hakim konstitusi mesti memeriksa kelengkapan berkas perkara. Aturan ini mesti ditaati setiap pemohon yang mengajukan uji materi. "Dalam memenuhi azas peradilan yang sederhana, maka permohonan pemohon dinyatakan gugur," imbuhnya.

Sebelumnya, Habiburokhman mengatakan, ia dan perwakilan ACTA lainnya tidak hadir dalam sidang pendahuluan karena berniat menambah jumlah pemohon dalam gugatan uji materi itu. Ia pun mengatakan akan mengajukan uji materi serupa ke MK.

"Kemarin saya sendiri, ternyata banyak yang merasa dirugikan dengan pasal makar ini. Kita telah mengajukan penambahan jumlah pemohon melalui bagian administrasi, tapi ternyata untuk menambahkan jumlah pemohon mesti mencabut permohonan yang lama terlebih dulu," jelas politikus Gerindra itu.

0 komentar:

Posting Komentar