LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Jumat, 19 Mei 2017

GMKI Klarifikasi Spanduk Hoax Dan Undangan Aksi 20 MEI

GERAKAN Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menilai bangsa kita saat ini dipecah-belah oleh sekelompok orang yang tidak bertangggungjawab. Berbagai isu tidak benar disebarkan ke tengah masyarakat. Berita hoax dimuat di media ataupun media sosial. Rakyat diprovokasi. Ruang publik dipenuhi ujaran kebencian yang bukannya meneduhkan, malah memperkeruh persatuan dan kerukunan bangsa Indonesia.

Melihat kondisi ini, GMKI berkomitmen menjaga keguyuban dan kedamaian di tengah masyarakat dengan menolak tegas berbagai berita hoax dan ujaran kebencian yang dikeluarkan oleh sekelompok pihak.

"GMKI selama ini bersikap objektif, tidak terprovokasi, dan tidak memihak berbagai kepentingan. Sikap objektif GMKI ini ternyata tidak disukai beberapa oknum. Beberapa hari ini GMKI menjadi objek informasi / berita hoax / tidak benar. Ada oknum-oknum yang ingin agar GMKI dibenci oleh kelompok masyarakat tertentu," kata Ketua Umum GMKI Sahat Martin Philip Sinurat dalam keterang resmi yang diterima, Jumat (19/5).

Menurutnya, paling tidak ada dua informasi tidak benar yang dikaitkan dengan GMKI. Pertama, spanduk yang tersebar di media sosial dan bertuliskan Posko Pendaftaran Bunuh Diri Bersama Demi Ahok dengan logo GMKI di sisi kanan spanduk.

Kedua, undangan yang mengatasnamakan BEM SI tentang aksi serentak tanggal 20 Mei dengan Agenda Penurunan Presiden Jokowi yang mengajak berbagai organisasi kemahasiswaan termasuk GMKI.


"Menyikapi kedua informasi itu, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia menyatakan Pengurus Pusat GMKI dan semua cabang GMKI se-Indonesia tidak pernah membuat spanduk yang tersebar di media sosial dan bertuliskan *Posko Pendaftaran Bunuh Diri Bersama Demi Ahok dengan logo GMKI di sisi kanan spanduk. Hasil pengkajian kami bahwa foto itu adalah hasil editan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Hal ini juga berlandaskan ajaran didalam iman Kristen yang berbunyi: "Masa hidupku ada dalam tangan-Mu" (Mazmur 31:15), oleh karena alasan tersebut manusia tidak boleh mengambil otoritas Tuhan untuk mengakhiri sebuah kehidupan," terangnya.

Selain itu, GMKI juga meminta setiap pihak yang membaca tulisan tersebut untuk tidak lagi menyebarkannya di media sosial agar tidak menimbulkan konflik, kegaduhan, dan keresahan di tengah masyarakat.

"Meskipun informasi hoax ini telah meresahkan keluarga besar GMKI se-Indonesia, namun secara sadar kami tidak akan melaporkan pihak yang tidak bertanggungjawab ini, melainkan memaafkan perbuatan oknum-oknum tersebut. Demi keguyuban dan kedamaian bangsa ini, marilah kita berhenti saling menjatuhkan, menjelekkan, dan menyebarkan berita yang meresahkan dan memecah-belah masyarakat," tambah Sekretaris Umum GMKI Alan Christian Singkali.

Terkait ajakan aksi tanggal 20 Mei, tambah dia, Pengurus Pusat GMKI dan semua cabang GMKI se-Indonesia tidak pernah berencana untuk mengikuti aksi tersebut di atas melainkan sudah menyiapkan agenda aksi sendiri. Namun GMKI menghormati rencana sahabat-sahabat mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi berdasarkan kebebasan berpendapat yang kami harapkan dapat disampaikan dengan objektif, damai, dan bertanggungjawab.

GMKI Mengajak seluruh elemen masyarakat dari Sabang sampai Merauke untuk tetap setia dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan dan konsensus bersama kita yakni Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

GMKI juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk berhenti bertengkar dan mempersoalkan perbedaan. Mari kita kembali guyub dan damai, merajut lagi persaudaraan kita sebagai satu bangsa, serta meneguhkan dan menghidupkan kekeluargaan kita di rumah bersama Indonesia. Mari kita bersama mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

0 komentar:

Posting Komentar