LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Rabu, 17 Mei 2017

Diretas, Twitter ISIS Tampilkan Film Porno Gay

Orlando - Seorang peretas berhasil membobol akun Twitter milik kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS dan mengunggah film porno sesama jenis atau gay melalui akun itu.

WachulaGhost, peretas yang bergabung dengan jaringan peretas Anonymous, pertama kali menargetkan kelompok teror tersebut seusai penembakan massal di klub malam Pulse, Orlando, Amerika Serikat. Dalam peristiwa itu, Omar Mateen menembak 49 orang hingga tewas.

Dia mengatakan meretas ISIS sebenarnya lebih mudah daripada yang pikirkan. Dia berhasil mengakses lebih dari 250 akun media sosial kelompok itu.
WachulaGhost sebelumnya mengatakan dapat mengakses akun media sosial ISIS kurang dari satu menit karena kelompok itu memiliki kemampuan teknis terbatas.

Dia juga berjanji terus melakukannya, meski menerima ancaman pembunuhan dari para teroris.

"Kami mulai mengambil alih akun kelompok itu dengan mengunggah gambar-gambar porno dan gay pada dasarnya hanya untuk menirunya. Kami mengira meletakkan gambar telanjang itu akan menyinggung perasaannya," katanya, seperti dilansir Metro.uk, Senin, 15 Mei 2017.

Peretas itu berujar, pembunuhan oleh Mateen di klub malam Pulse tersebut lebih kejam daripada kejahatan apa pun.

Penyelidikan pembantaian senjata terbesar dalam sejarah Amerika Serikat baru-baru ini telah mengungkapkan bahwa Mateen sering mengunjungi Pulse sebelum serangan tersebut. Selain itu, dia sebelumnya menggunakan aplikasi kencan gay dan chatroom online.

Adapun istrinya menuduhnya melakukan kekerasan dalam pernikahan singkat mereka.

Mateen tidak memiliki sejarah kriminal. Namun, sejak 2013, FBI menyelidiki dugaan Mateen berhubungan dengan Al-Qaeda.

Peretasan dengan mengunggah film porno sesama jenis ini adalah yang kedua kalinya menimpa akun ISIS.

0 komentar:

Posting Komentar