LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Selasa, 23 Mei 2017

Di-PHK, Karyawan Freeport Dapat Pesangon Sampai Rp2 Milliar

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku pesangon yang dikantongi para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh PT Freeport Indonesia sangat besar. Pesangon atau kompensasi yang didapatkan para pekerja yang bersedia di-PHK sekitar Rp1 miliar, ada pula yang mencapai Rp2 miliar.

"Dengan buruh juga saya pikir ada program pengurangan pegawai dengan golden shake hand kalau tidak salah satu orang Rp2 milliar," kata Luhut di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa 23 Mei 2017. 
Sementara mengenai perundingan negosiasi tahap kedua antara pemerintah dan Freeport Indonesia yang terdiri dari empat poin negosiasi, Luhut mengungkapkan, sejauh ini masih berjalan lancar. Perundingan tersebut sudah berjalan sesuai rencana.




"Tadi malam pak Jonan sudah melaporkan ke saya, sampai sekarang perundingan tidak ada hal yang luar biasa. Semua berjalan sesuai rencana," ucap dia.

Sekadar informasi, sesuai laporan yang diterima Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perumahan Rakyat Mimika, hingga 9 Mei 2017 sebanyak 178 karyawan permanen PT Freeport telah di-PHK oleh pihak manajemen perusahaan itu.

Kepala Disnakertrans-PR Mimika Septinus Soumilena mengatakan 178 karyawan tersebut di-PHK karena melakukan mogok kerja tanpa prosedural alias mogok kerja tidak sah.

Perusahaan juga telah mencabut kartu identitas para pekerja yang di-PHK itu serta menutup rekening gaji mereka. Para pekerja yang di-PHK itu rata-rata hanya menerima pesangon sebesar satu kali gaji pokok dengan kisaran antara Rp13 juta hingga Rp16 juta per orang.

  


(AHL
)

0 komentar:

Posting Komentar