LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Selasa, 23 Mei 2017

Demi Uang Gadis 19 Tahun Mau Dicabuli Dukun 54 Tahun

Jepara: Sepak terjang Aang Sugianto alias Sulkan sebagai dukun sakti pupus di balik terali besi. Pria 54 tahun itu diduga mencabuli NP, 19, saat ritual dengan dalih mampu mendatangkan kekayaan.

Kasus ini bermula dari pertemuan NP dengan Nurul Mubin, 19, anak buah Sulkan, di sebuah kafe. Hubungan pertemanan NP dengan Mubin kian dekat. Hingga NP mau diajak berhubungan badan oleh Mubin.


"Saya pertama kali melakukan hal itu di rumahnya, tidak ada paksaan," kata Mubin saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Jawa Tengah, Selasa 23 Mei 2017.

Mubin melanjutkan, tiba-tiba NP kabur dari rumah. Saat dalam pelarian, NP membutuhkan uang. Mubin kemudian membawa NP ke rumah Sulkan.
 
Sulkan menjanjikan NP bisa mendapatkan kekayaan jika bersedia kawin kontrak dengan jin. Ritual dipimpin oleh Sulkan yang sekaligus berperan sebagai perantara jin.

"Saya sampaikan, bisa (kaya) kalau memang Allah ngijabahi. Syaratnya, berhubungan badan. Tapi, hanya nempel. Dua kali saya melakukannya. Pertama ritual untuk penglarisan," ujar Sulkan.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta menyebut, tersingkapnya aksi Sulkan dan Mubin bermula dari laporan warga yang kehilangan anaknya. Orang tua NP lapor ke Polsek Tahunan pada April lalu.

"Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, kami menyasar rumah tersangka dan menemukan korban beserta alat-alat ritual," terang Suharta.
 
Sulkan diringkus di rumahnya kemarin, Senin 22 Mei 2017. Di rumah Sulkan, polisi menemukan enam keris, sebuah jenglot, selembar kain putih, dua seprai warna merah putih motif bunga, dan dua sarung warna hitam.

"Tersangka diancam hukuman 5 hingga 15 tahun karena melanggar Pasal 81 (1) dan (2) jo Pasal 76 d dan atau Pasal 82 jo 76E UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak," tandas Suharta.

0 komentar:

Posting Komentar