LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Senin, 10 April 2017

Suhardi Alius Temui Jokowi, Bicara Peristiwa Terorisme di Jatim

Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia datang memenuhi panggilan Jokowi dan menyampaikan perihal perkembangan aktual terkait terorisme di Indonesia.

"Saya dipanggil Bapak Presiden untuk melaporkan perkembangan masalah penanggulangan terorisme dan radikalisme di Indonesia, dan juga terkait masalah aktual kejadian kemarin di Jawa Timur," kata Suhardi usai bertemu Jokowi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (18/4/2017).

Terjadi dua peristiwa terkait terorisme di Jawa Timur selama sepekan terakhir ini. Pada Kamis (6/4) kemarin, Densus 88 (Antiteror) melakukan penangkapan tiga orang terduga teroris di Lamongan. Seorang di antaranya dipastikan sebagai pimpinan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Pada Sabtu (8/4) kemarin, terjadi baku tembak antara gerombolan teroris dengan polisi di Tuban. Mereka ternyata merupakan jaringan JAD yang melakukan aksi balas dendam karena pemimpinnya telah dicokok Densus 88 di Lamongan. Dalam baku tembak itu, polisi menembak mati enam orang pelaku teror.

Suhardi menjelaskan ke Jokowi, lembaganya sudah melakukan penindakan serta pendekatan pencegahan. "Tidak hanya dalam aspek penindakan saja, tapi kita mengedepankan masalah-masalah di hulu yang menjadi variabel daripada terjadinya terorisme itu sendiri, termasuk juga masalah pembinaan mantan-mantan narapidana terorisme," tuturnya.

Kini pihak terkait sedang mendalami detail perkara terorisme di Jawa Timur itu. BNPT berterima kasih kepada Densus 88 yang telah bekerja dengan baik.

"Kita berterimakasih kepada teman-teman di Densus 88 yang sudah sangat aktif untuk itu," tutur Suhardi

0 komentar:

Posting Komentar