LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Selasa, 25 April 2017

Rizieq Shihab Bagaikan Singa Yang Kehilangan Nyali, Saat Dipanggil Polisi

Rizieq ternyata tak punya nyali. Nyalinya tak sebesar suaranya ketika berteriak. Dirinya tak lebih dari seorang pengecut. Rizieq Shihab tidak hadir dalam pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya pada hari ini. Begitu pula dengan Firza Husein yang sedianya akan diperiksa sebagai saksi terkait konten pornografi.
Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Pawiro mengatakan Rizieq tidak hadir karena pada waktu yang bersamaan memiliki agenda acara yang tak dapat ditinggalkan.
Sugito mengatakan informasi ketidakhadiran Rizieq tersebut sudah diberitahukan kepada pihak Polda Metro Jaya. Menurutnya, Rizieq siap hadir untuk agenda selanjutnya. “Minggu depan beliau siap BAP (berita acara pemeriksaan),” kata Sugito.
Sementara Ketua Yayasan Solidaritas Cendana Firza Husein juga tidak hadir dalam pemeriksaan ini lantaran sakit. Kuasa hukum Firza, Azis Yanuar mengatakan, kliennya meminta jadwal pemeriksaan ulang ke Polda Metro Jaya selain pemeriksaan hari ini. “Tidak datang. Mau minta jawdal ulang,” kata Azis.
Aziz mengatakan Firza akan kooperatif dalam pemeriksaan kasus ini. Namun demikian ia meminta kepolisian tidak hanya memeriksa kliennya, tapi juga mengusut pelaku penyebar konten ke media sosial.
“Bukan malah pihak yang jadi korban malah diperiksa dulu dan dikriminalisasi,” ucap Aziz.
Sebelumya, Aziz menilai tidak ada urgensi pemeriksaan Rizieq dalam kasus ini. Rizieq diketahui tidak pernah dimintai keterangan sebagai saksi selama ini di Polda Metro Jaya.
“Menurut saya juga enggak ada urgensinya. Habib ini hanya sebagai korban, ada orang mau tenar, menghina beliau. Mereka mau blog atau website-nya tenar,” kata Azis.
Azis menegaskan, kliennya memastikan tidak pernah berpose seperti yang dimuat dalam blog ‘baladacintarizieq’. Untuk membuktikan bahwa konten porno dalam blog tersebut adalah fitnah, Firza menegaskan bakal kooperatif selama diperiksa polisi.
“Klien kami enggak pernah berfoto seperti itu, pose-pose seperti yang ada di blog itu enggak pernah ada,” ujar Azis.
Namun dia tak mau berkomentar terkait percakapan antara Firza dengan seseorang yang dipanggil Kak Emma. Namun, menurutnya, karena kliennya berteman dengan pemilik nama asli Fatihah tersebut, percakapan di antara mereka pasti dilakukan dengan pembahasan yang beragam.
“Kalau percakapan sebagai teman pasti ada obrolan. Tapi untuk yang beredar itu, saya enggak bisa komentar,” ucapnya.
Polda Metro Jaya mendasarkan pemeriksaan para saksi tersebut berdasarkan dugaan pelanggaran atas UU Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Jurus lama Rizieq dan Firza kembali dimainkan. Tidak memenuhi panggilan polisi dengan alasan klasik dan mengada-ada. Kuasa hukum Rizieq mengatakan bahwa Rizieq ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Kegiatan seperti apa? Apa dia sedang menggalang massa untuk mengawal sidang Ahok?
Padahal sebagai warga negara yang baik, panggilan polisi adalah sesuatu yang wajib dipenuhi. Kegiatan apapun wajib ditunda untuk memenuhi panggilan Polisi.
Firza juga sama sama. kuasa hukumnya mengatakan Firza kooperatif dan taat hukum namun merasa berat memenuhi panggilan polisi. Pembelaan yang dilakukan oleh kuasa hukum Firza juga sangat membosankan. Sekali lagi dia bilang Rizieq hanya korban, dan Firza tidak pernah berfoto seperti itu.
Sederhananya, jika tuduhan itu salah, silahkan buktikan dengan kesatria dengan cara mengikuti proses hukumnya, bukannya malah menghindar dan terkesan mengulur-ulur waktu. Seharusnya seorang kuasa hukum paham bahwa pembelaan apapun yang dilakukan saat ini tidak ada gunanya jika Firza tidak segera memenuhi panggilan polisi. Sayang sekali seorang kuasa hukum seperti tidak mengetahui proses hukum yang berlaku di Indonesia.
Gelagat Rizieq dan Firza justru semakin membuat publik curiga. Jika memang isu tersebut tidak benar, mengapa Rizieq dan Firza tidak segera mau diproses agar jelas titik terangnya? Sikap Rizieq dan Firza justru membuat masyarakat menduga seperti ada yang sedang disembunyikan oleh mereka karena kalau sampai ketahuan akan membuat mereka semakin malu.
Rizieq dan Firza seperti takut masyarakat kembali menggunjing masalah isu perselingkuhan. Apa mereka malu? Logika sederhana saya, jika memang mereka benar-benar melakukan, harusnya mereka lebih malu kepada Allah, bukan kepada manusia. Jika memang tidak melakukan, mengapa harus malu dan tidak segera memenuhi panggilan Polisi?
Seperti ada sebuah rahasia besar dimana mereka tidak ingin diketahui orang banyak…..

0 komentar:

Posting Komentar