Soal Djarot di Acara Supersemar, Ahok: Tuan Rumah Tak Menolak

Jakarta - Cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat sempat tidak masuk ke acara selawat dan zikir memperingati Supersemar di Masjid At-Tin, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (11/3) lalu. Menurut pasangan Djarot dalam Pilgub DKI 2017, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang terpenting adalah tuan rumah acara tersebut tidak menolak kehadiran Djarot.

"Yang pentingkan tuan rumah yang ngundang. Tuan rumah nggak nolak, Mbak Titiek (Siti Hediati Hariyadi) baik yang terima kok," ujar Ahok usai menghadiri acara deklarasi Gerakan Relawan Agus-Sylvi (Gerasi) di Jalan Tawang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2017)m

Sebelumnya, Djarot enggan memperpanjang masalah dan memilih untuk memaafkan kondisi tersebut. "Kita harus jawab dengan perilaku yang baik, dengan senyum, dengan sapa. Mereka juga saudara kita, warga kita," ujar Djarot usai bertemu warga di Jalan Kemandoran VIII, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (12/3) kemarin.

Lebih lanjut, Djarot juga membandingkan kejadian kemarin dengan apa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Dia menyebut apa yang dialaminya kemarin tidak sebanding dengan apa yang diterima oleh Rasullah saat menyebarkan agama Islam.

"Apa yang saya terima itu kecil, nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan yang dicontohkan oleh Rasul. Beliau dihina, bahkan dilempari kotoran, dicaci maki, bahkan mau dibunuh, nggak apa-apa. Karena itulah, kita ingin meneladani ajaran Rasul untuk memperbaiki, menyempurnakan akhlak kita semua supaya kita tidak saling salah menyalahkan," ujar Djarot

Djarot juga menyatakan dia sudah memaafkan orang-orang yang sempat melakukan penolakan dan berkata kasar padanya. Pria berkumis itu menyebut bahwa orang-orang yang berlaku seperti itu karena hatinya masih tertutup oleh amarah. Padahal, lanjut mantan Wali Kota Blitar itu, tujuannya datang ke Masjid At-Tin adalah untuk tujuan yang baik.

"Lah kaya kemarin nggak apa-apa, maafkan saja. Karena hatinya masih ditutupi amarah, masih gelap. Doakan saja supaya diberikan kecerahan. Kan tujuannya (datang) baik, zikir dan shalawat. Tujuannya untuk kebaikan, untuk kedamaian, tapi masih ada yang hatinya ditutupi kegelapan," tutup Djarot. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru