Jumat, 24 Maret 2017

Saat-saat Kejadian Mengerikan Dan Kronologi Teror Di London

Empat orang korban tewas dan 40 lainnya luka-luka setelah ditabrak dan ditikam dalam serangan teror kilat di gerbang simbol demokrasi Inggris, Rabu (22/3). 

Serangan itu berawal dari seberang Westminster Bridge, di balik bayangan Big Ben, menara yang jadi magnet jutaan wisatawan dan berdiri di kompleks Gedung Parlemen Inggris, ciri khas London.

Mobil yang dikendarai pelaku menabrak sejumlah pejalan kaki sebelum akhirnya menabrak pagar pembatas yang mengelilingi penjagaan ketat gedung tersebut, memicu kepanikan para penggerak roda pemerintahan dan warga di sekitar lokasi.

Mulai dari pejabat pemerintah yang mencoba menyelamatkan polisi sekarat hingga perempuan yang diangkat dari sungai Thames, berikut adalah sejumlah momen dramatis dalam rangakaian peristiwa tersebut.

Alur serangan LondonAlur serangan London. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Sosok Pahlawan
Seorang pejabat bidang hubungan luar negeri, Tobias Ellwood, terlihat berlumuran darah di bagian wajah setelah mencoba menyelamatkan anggota polisi yang ditikam pelaku, di halaman Gedung Parlemen.

"Saya mencoba untuk menyumbat aliran darah yang mengucur dan memberikan bantuan pernafasan darurat sementara menunggu petugas medis datang. Tapi saya rasa dia kehilangan terlalu banyak darah," kata mantan petugas militer itu kepada The Sun, dikutip AFP.

"Ini adalah tragedi besar, sungguh."

Anggota Parlemen lain memuji Ellwood, yang pernah bertugas di Irlandia Utara dan Bosnia, sebagai seorang pahlawan.

Serangan terorisme bukan hal baru bagi Ellwood. Kakaknya, Jonathan, adalah korban aksi teror Bom Bali yang menewaskan ratusan orang, 2002 lalu.



Korban Diangkat dari Sungai
Seorang perempuan yang mengalami luka parah diselamatkan dari Sungai Thames di dekat Westminster Bridge tak lama setelah serangan. 

"Dia dibawa ke darat dan menjalani perawatan medis darurat. Asumsinya, dia jatuh atau meloncat dari jembatan," kata seorang juru bicara otoritas Pelabuhan London.

Steve Voake, 55, yang melihat lokasi kejadian setelah serangan berlalu, mengatakan dia menemukan tubuh "di dalam air, dengan darah di sekitarnya."

Kapal polisi bisa terlihat di kedua sisi jembatan setelah serangan. Lampu rotatornya menyala biru, sementara jalanan ditutup.



Terperangkap di Kincir
Sementara itu, ratusan orang terperangkap selama beberapa jam di kincir London Eye yang berlokasi di seberang Gedung Parlemen, terpisahkan sungai. Kincir tersebut dihentikan sementara beberapa saat setelah serangan.

Atraksi wisatawan ini memungkinkan penumpangnya untuk melihat secara jelas kebrutalan yang terjadi di Westminster Bridge, di bawahnya.

"Saya melihat tiga tubuh tergeletak di tanah, dan banyak polisi. Kejadian itu cukup menakutkan," kata Jack Hutchinson, remaja 16 tahun yang mengunjungi London dengan orang tuanya dari Boston.

Pesan yang mengimbau para penumpang untuk tetap tenang diputar secara berulang di setiap kapsul kincir itu, ujarnya. "Hal itu sedikit membuat gelisah."
Momen-momen Dramatis Serangan LondonLondon Eye jadi saksi serangan teror di Gedung Parlemen. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)
Pisau Besar
Lebih dekat dengan lokasi kejadian, seorang saksi mata, Rick Longley, mengatakan dirinya sedang berjalan melalui Gedung Parlemen "dan terdengar suara kencang lalu seorang pria, seseorang, menabrakkan mobilnya dan menghantam para pejalan kaki."

"Seorang pria berpapasan di sebelah kanan saya, dengan pisau besar, dan menancapkannya ke tubuh polisi yang ada di sana," ujarnya kepada kantor berita Press Association.

"Saya tidak pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya. Saya tidak percaya apa yang saya lihat."



Tidak ada komentar:

Posting Komentar