Pimpinan KPK Apresiasi Polri yang Laporkan Pedang 'Emas' dari Saudi

Jakarta - Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengapresiasi rencana Polri melaporkan cendera mata pedang 'emas' ke KPK. Pedang ini merupakan cendera mata pemberian Kerajaan Arab Saudi.

"Itu bagus. Hari ini belum tahu ya (sudah dilaporkan atau belum, red), tapi kami ucapkan terima kasih kepada Polri untuk melaporkan penerimaan pedang itu," kata Syarif saat menjadi pembicara MPR di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Langkah Polri menurutnya patut diapresiasi. Hal serupa menurut Syarif juga ditunjukkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melaporkan pemberian dari tamu negara atau pihak lainnya, meski merupakan hadiah kecil.


"Sebagai contoh saja, misalnya Pak Jokowi dapat gitar laporkan, kemarin Pak Jokowi juga dapat lukisan dan T-shirt juga dilaporkan. Jadi Kapolri juga mudah-mudahan dilaporkan," tuturnya.

Kerajaan Arab Saudi memberikan cendera mata berupa pedang 'emas' ke Polri melalui Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi. Pemberian pedang emas kepada institusi Polri itu dilakukan saat Dubes Saudi berkunjung ke Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (4/3).

Pemberian Kerajaan Arab Saudi itu akan dilaporkan ke KPK. Cenderamata tersebut selanjutnya akan disimpan di Museum Polri.

"Pedang yang terbuat dari emas, tapi pedang yang punya nilai emas. Barangnya bukan dari emas. Tapi pedang yang memiliki nilai emas dalam tanda petiklah. Benda berhargalah," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar terpisah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru