LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Rabu, 08 Maret 2017

Pesan Dokter Soal Maraknya Broadcast Larangan Makan untuk Kesehatan


Ilustrasi anti-hoax
Jakarta - Akhir-akhir ini cukup banyak mitos dan hoax yang beredar di media sosial terkait diet dan pola makan. Masyarakat pun diminta untuk lebih cermat mencari informasi yang tepat. Sebaiknya jangan mudah percaya.

"Seringkali kita mendengar berbagai mitos mengenai makanan dan cara-cara mengonsumsi makanan. Sayangnya sebagian besar mitos tersebut memang hanyalah mitos belaka karena belum semua memiliki bukti-bukti ilmiahnya," tutur dokter spesialis gizi klinik RSUD Tangerang, dr Dian Permatasari, SpGK.


Isu yang belakangan beredar juga banyak menyebutkan hoax cara berdiet pada orang yang sehat. Padahal menurut dr Dian, orang yang sehat sebenarnya tidak ada larangan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan tertentu. Namun memang, tentu saja sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

"Kekurangan atau kelebihan dalam mengonsumsi suatu makanan tentunya akan memiliki efek yang tidak baik untuk tubuh," imbuhnya kepada detikHealth.

Dibandingkan mempercayai hoax yang beredar, dr Dian lebih menganjurkan masyarakat untuk mulai mau menerapkan pola hidup sehat. Di antaranya adalah mengonsumsi makanan seimbang, olahraga teratur, istirahat cukup, tidak merokok dan minum alkohol, dan tidak stres.

dr Dian menjelaskan, pola makan terbaik yang perlu dijalani sehari-hari adalah dengan pola makan seimbang, yakni yang dilihat dari segi jadwal atau waktu makan, jenis, dan jumlah makanan yang dikonsumsi.

Komposisi yang dianjurkan terdiri dari 50-65 persen karbohidrat, 15-20 persen protein, dan 25-35 persen lemak, selain itu ditambah dengan vitamin dan mineral, serta air putih yang cukup.

"Jadwal makan yang dianjurkan adalah 3 kali makan besar (nasi beserta lauk hewani, nabati dan sayur-sayuran) dan 2-3 kali selingan seperti buah-buahan," pesan dr Dian.

0 komentar:

Posting Komentar