LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Sabtu, 11 Maret 2017

Korupsi E-KTP, JPU: Silahkan Membantah, Kami Punya 2 Alat Bukti

Sexuil.com  -  Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menantikan kesaksian orang-orang tidak mengakui telah menerima uang hasil korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) berbasis elektrik.
Ketua Tim JPU Irene Putrie mengatakan hal tersebut setelah mengungkapkan penghargaan pada orang-orang yang menerima lalu mengembalikan uang haram itu.
"Tidak penting berapa orang yang mengembalikan. Sebaiknya kita menghargai orang yg mengakui menerima dan mengembalikan. Tapi kita lihat di persidangan. Kita malah mau dengar keterangan orang-orang yang tidak mengakui menerima," kata Irene di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat.
Irene tidak menyebut nama-nama yang mengembalikan uang tersebut, begitu juga yang tidak mengembalikan. Namun pihaknya yakin dengan temuan korupsi yang merugikan negara trilunan rupiah itu. "Silahkan saja bantah, kami memiliki dua alat bukti yang cukup," kata Irene.
Persidangan menghadirkan dua terdakwa, Irman dan Sugiharto. Keduanya adalah mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri yang memiliki kewenangan terkait E-KTP. Di sidang tersebut, nama-nama besar muncul, antara lain, Setya Novanto, Gamawan Fauzi, dan Ganjar Pranowo. Korupsi proyek E-KTP, menurut keterangan JPU, melibatkan pihak eksekutif, legislatif, dan swasta.
Rencananya, jaksa akan menghadirkan 133 saksi di persidangan. Jumlah tersebut sudah diminimalisir. JPU mengklaim sebenarnya memiliki 294 saksi. Sidang berikutnya berlangsung pada Kamis depan. Karena banyaknya saksi yang perlu hadir, kemungkinan hakim akan mengadakan persidangan dua kali dalam seminggu. 

0 komentar:

Posting Komentar