Hidayat Nur Wahid Tolak Hak Angket e-KTP Usulan Fahri Hamzah

Wacana hak angket dalam kasus megakorupsi e-KTP yang diwacanakan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, mendapatkan banyak ragam tanggapan dari fraksi. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyebut hak angket itu tidak diperlukan.
"Saya rasa tidak perlu angket dalam kasus e-KTP. Kita percayakan saja pada KPK dalam menyelesaikan ini. Tapi harus diselesaikan dalam keadilan hukum, jangan berbasis pada pesanan atau opini seseorang," kata Hidayat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/3).
Meski begitu, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu secara berterus terang menduga ada unsur tuduhan atas nama-nama yang muncul dalam dakwaan KPK. Lantaran keterangan dalam dakwaan beda dengan faktanya.
"Saya mempersoalkan asas penuduhan nama tersebut, berdasarkan dari daftar hadir dalam rapat komisi anggota DPR tahun lalu. Nah, daftar hadir ini kan sepanjang waktu ada, mungkin orang sudah berpindah pada komisi yang lain ketika daftar hadir itu sudah diambil. Harus ada yang lain bukan hanya daftar hadir," jelasnya.
Dia menyebut Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini yang muncul dalam dakwaan adalah hal yang lucu. Pasalnya, sudah terkonfirmasi bahwa nama tersebut tidak pernah menjabat sebagai kapoksi komisi II.
"Tidak mungkin yang pada saat itu menjabat sebagai wakil ketua Komisi VII menjabat sekaligus pada posisi kapoksi Komisi II. Ayam pun akan ketawa kalau mendengar itu," kata Hidayat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru