LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Rabu, 29 Maret 2017

Hasil Penelusuran Web Jual-Beli Rumah, Apakah Anies Keliru atau Bohong atau Tolol?

Saat debat di Mata Najwa semalam, Anies benar-benar tersudut soal DP 0 Rupiah. Program andalan Anies ini benar-benar menjadi beban bagi Anies. Sudah bukan duri dalam daging ikan lagi tapi ini sih sudah paku beton dalam daging onta. Anies dengan yakin mengatakan bahwa di web rumah123 banyak rumah-rumah ditengah kota dan dibawah 350 juta Rupiah. Benarkah ada rumah seharga segitu di Jakarta?
Program DP 0 rupiah atau 0 persen ini memang mengundang banyak kontroversi. Ahok sendiri berkeyakinan bahwa gak mungkin ada bank yang mau bayarin sekian banyak rumah dengan DP nol dan bunga nol. Karena bank harus untung, itu prinsip perbankan. Bahkan dulu BI sendiri juga melarang DP 0%, tapi Anies berkelit bahwa yang ia maksud DP 0 Rupiah padahal jelas ada rekaman saat ia kampanye mengatakan DP 0%. Dan yang seperti kita tahu, kemudian dia berkelit lagi dan lagi dan lagi….kelat-kelit seperti bintang dilangit.

Menurut data ada 1,3 juta orang yang membutuhkan dana. Jika sesuai ide Anies satu rumah seharga 350 juta dan itu DP-nya ditalangin dulu oleh Pemprov maka Pemprov harus mengeluarkan dana 67,6 triliun guna membayar DP Rp 52 juta untuk 1,3 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah. Artinya hanya untuk program tersebut, 96% APBD sudah habis. Belum lagi Anies punya rencana bagi-bagi dana ke ormas-ormas, lalu rakyat dapat apa? Jangan-jangan cuman kebagian paku beton dan cicilan rumah deh.
Ini bukan soal keberpihakan Pak Anies, tapi ini soal program anda waras apa nggak untuk dijalankan. Bukan sekedar kalau ada keyakinan pasti bisa, tapi datanya berbicara bagaimana. Anda ini calon Gubernur, bukan motivator layaknya Mario Teguh, bukan itu. Anda kan bicara soal pemerintahan yang efektif yang memiliki perencanaan baik. Bagaimana bisa memiliki perencanaan yang baik kalau bicaranya bukan berdasarkan data? Masa pakai bola kristal.
Mengenai web rumah123 ternyata hasil penelusuran sebuah sumber adalah sebagai berikut.
Menurut riset portal Rumah123.com, 95 persen rumah yang dipasarkan saat ini sudah menyentuh angka Rp 480 juta ke atas. Sedangkan harga rumah di bawah angka itu hanya 5 persen. Komposisi nyaris serupa terjadi di area penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Rumah dengan harga di atas Rp 480 juta sebanyak 78 persen, sisanya di bawah itu.
Padahal, warga Jakarta yang bisa mengakses rumah dengan harga di bawah Rp 480 juta justru menempati posisi mayoritas. Mereka, kata Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung, adalah yang berpendapatan di bawah Rp 4 juta, rentang Rp 4 juta-Rp 7 juta, dan Rp 7 juta hingga Rp 12 juta per bulan.
Begitu juga dengan Riset KompasProperti yang melaporkan, rumah dengan harga di bawah Rp 350 juta berada di kawasan penyangga Jakarta, seperti Bogor, Tangerang, dan Bekasi.
Hanya 5 persen saja rumah dibawah angka 480 juta, itu 5 persen dari rumah yang dijual disana. Berapa jumlahnya itu? Apa cukup untuk 1,3 rumah tangga yang belum memiliki rumah? Apakah Anies keliru atau berbohong demi mendapatkan simpati? Tapi disini justru memperlihatkan lagi-lagi Ahok benar. Pasangan muda yang belum punya banyak uang bisa pilih dipinggir-pinggir Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Sementara menurut CUDES, Center for Urban Development Studies, Bisa saja adanya di Citra Indah, Jonggol, namun di dalam situs itu ditulis Jakarta Timur. Ini kan bisa-bisanya agen properti saja supaya listingnya diintip pengunjung. Atau ada juga listing di kategori rumah, tetapi propertinya adalah apartemen di Sentra Timur, Cakung. Bahkan ada juga yang dicantumkan di sana adalah harga rumah per meter persegi yang oleh mesin pencari ikut masuk dalam hasil pencarian, padahal harga rumah sesungguhnya miliaran rupiah,” ungkap Ferdinand Lamak, Chairman Center for Urban Development Studies (CUDES) di Jakarta (27/3/2017).
CUDES mengingatkan bahwa menyelesaikan masalah perumahan di DKI Jakarta tidak bisa bergantung pada informasi listing rumah di media online. Jikalau ada rumah yang dijual di kisaran harga Rp300-an juta, harus dicek status legalnya, apakah SHM atau AJB atau malah girik. Pasalnya, pembiayaan oleh lembaga keuangan hanya mengenal jenis dokumen SHM atau SHGB. Ini juga menjadi catatan pengelola situs listing online agar lebih teliti dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.
“Dan lagi, agak surprised saja jika kandidat gubenur mencoba menggulirkan program pengentasan backlog perumahan di DKI Jakarta dengan merujuk pada listing rumah di website properti yang juga tidak akurat datanya. Ya, kasihan kan calon pemimpin kita mengunakan data yang keliru?” ungkapnya Lamak
Jadi gak heran bahwa statement Ahok berikutnya sangat tepat, ini bukan soal menyerang tapi soal mengingatkan saja.
“Saya ga suka bohongin orang untuk menarik simpati”.
Kita juga bisa lihat bagaimana tenangnya Ahok padahal serangan-serangan yang memancing emosi keluar dari mulut Anies. Padahal katanya mulut Anies itu manis? Saya justru melihat Anies mulutnya kerap menyerang Ahok. Dan Ahok malah senyum-senyum aja, dia santai sekali, dia mampu mengendalikan emosinya. Melihat sikap Ahok yang demikian maka jelaslah bahwa tuduhan-tuduhan Anies selama debat bahwa Ahok itu emosional, mudah marah, dan sebagainya mental semua malah berbalik pada dirinya.

Gusti Yusuf
sumber:

0 komentar:

Posting Komentar