Bareskrim Periksa Pendeta yang Mengaku Diancam Habib Rizieq

Bareskrim Polri hari ini mengagendakan memeriksa pendeta Max Evert Ibrahim Tangkudung. Dia diperiksa sebagai pelapor kasus dugaan tindak pidana ancaman pembunuhan pendeta oleh Habib Rizieq Shihab.

Dikabarkan, pendeta di Gereja Iman Sejati Kaum Imanuel Minahasa itu akan hadir di gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat pada pukul 13.00 WIB.
"Max diperiksa sebagai saksi pelapor. Beliau mengkonfirmasi hadir, satu jam sebelum agenda pemeriksaan (pukul 12.00 WIB)," kata Petrus Salestinus selaku kuasa hukum pelapor, Jumat (3/3).
Dia menerangkan, kliennya telah mempersiapkan sejumlah jawaban seputar pertanyaan yang bakal ditanyakan penyidik. Terlebih untuk peristiwa ancaman pembunuhan terhadap pendeta, locus delicti (lokasi kejadian) dan tempus delicti (waktu kejadian).
"Semuanya sudah disiapkan. Mulai dari locus dan tempus. Termasuk prosesnya, bagaimana ancaman itu terjadi," sambung dia.
Diketahui Max didampingi sejumlah kuasa hukum dari TPDI sempat mendatangi Polda Metro Jaya (PMJ) untuk membuat laporan terkait hal itu, 26 Januari lalu.
Namun, laporan tersebut ditolak karena locus delicti (TKP) perkara masih belum jelas. Sehingga, mereka pun diarahkan untuk melapor ke Bareskrim Polri. Menurut Petrus, kuat dugaan ucapan terlapor Rizieq yang diputar di Youtube, terjadi di luar Jakarta. Sehingga, jika PMJ yang menangani, maka tidak sesuai dengan wilayah hukum yang ditetapkan.
"Kami diarahkan ke Bareskrim. Semoga di Bareskrim, yang memiliki kewenangan luas, Rizieq bisa segera diproses hukum," ujar Petrus.
Seperti diketahui, pelaporan ini terkait dengan ancaman pembunuhan yang dilontarkan Rizieq ketika berorasi pada acara FPI tahun 2016 lalu. Saat itu, Rizieq menyinggung soal insiden Tolikara, Papua dan diunggah ke media sosial Youtube.
Akibatnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut dijerat pasal 156 KUHP jo. Pasal 45 a UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 tentang ujaran kebencian dengan menggunakan informasi elektronik. Laporan perkara tersebut terigister dalam laporan polisi bernomor LP/93/2017/Bareskrim, tanggal 26 Januari 2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru