Alasan Raja Salman Menginap di Nusa Dua Selama Liburan di Bali

DENPASAR  – Keputusan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud berlibur di Bali dan menginap di Nusa Dua, Bali, ternyata melalui sejumlah proses.
Kerajaan Arab Saudi sebelumnya sudah mengirim tim advance untuk meneliti kondisi kawasan Nusa Dua dan peluang berinvestasi.
“Mereka mengirim tim advance terlebih dulu untuk mencari tahu apakah informasi yang mereka baca di luar negeri sama dengan kondisi sebenarnya,” kata Wakil Direktur Indosian Tourisme Development Cooperation (ITDC) Jatmiko Krisna Santosa, Rabu (1/3/2017).
Tim dari Kerajaan Arab Saudi tersebut kemudian terlibat dalam pembicaraan serius dengan pihak ITDC. Namun, Jatmiko enggan menyebutkan kapan pertemuan antar kedua belah pihak digelar.
Setidaknya ada tiga pertimbangan utama yang membuat tim tersebut yakin untuk merekomendasikan kawasan Nusa Dua dijadikan tempat Raja Salman bersama rombongan menginap.
Pertama, rekam jejak Nusa Dua yang sering menjadi langganan kepala negara asing menginap. Sebut saja tokoh-tokoh dunia seperti Barack Obama, Ronald Reagan, Vladimir Putin, dan tokoh-tokoh besar lainnya.
Kedua, ada kesesuaian antara informasi yang diterima Raja Salman dengan kondisi Nusa Dua yang sebenarnya. Baik itu dari sisi fasilitas keamanan, pelayanan maupun kenyamanan.
“Sebelum ke sini kan mereka pasti baca-baca dulu atau cari informasi tentang Nusa Dua, setelah mereka dating langsung ternyata memang sesuai,” kata Jatmiko.
Ketiga, daya tampung. Dengan jumlah rombongan sampai 1.500 orang tentu dibutuhkan fasilitas dengan daya tampun besar. Fasilitasi yang ada di Nusa Dua dianggap memenuhi kebutuhan rombongan Raja Salman.

“Kalau yang datang cuma 10 orang kan bisa saja mereka nginap di resor-resor di daerah Ubud atau tempat lain. Tapi Karena banyak orang mereka akhirnya pilih Nusa Dua,” kata dia.
Selain mengecek kondisi kawasan Nusa Dua, tim advance juga mengujungi kawasan wisata Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Mandalika merupakan kawasan wisata yang dikelola ITDC yang dalam pengembangannya diproyeksikan seperti Nusa Dua Bali.


“Setelah dari Nusa Dua mereka ke Mandalika juga untuk tujuan investasi di sana. Tapi berapa nilai investasi yang dibicarakan tidak bisa saya sebutkan sekarang,” ucap Jatmiko.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru