Minggu, 26 Maret 2017

Ahok Bakal Mendata Warga yang Tertipu Umrah Palsu

Jakarta - Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri acara ramah tamah ulang tahun ke-68 Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono. Saat memberikan sambutan, Ahok menyampaikan beberapa program yang sudah dan akan dia lakukan untuk warga Jakarta.

"Kami membantu banyak kursi roda untuk para disabilitas. Termasuk berbaiki tempat wudhu dan kamar mandi masjid dan musalla. Kita juga mulai, mendaftar orang-orang yang ketipu umrah," kata Ahok di kediaman Agung Laksono di Jalan Cipinang Cempedak II, Jakarta Timur, Minggu (26/3/2017).

Setelah memaparkan program tersebut, Ahok sempat menghentikan sejenak sambutannya. Alasannya, karena saat itu Ahok mendengar suara adzan zuhur berkumandang.


"Ini lagi adzan, kita stop dulu sebentar," ujar Ahok.

Setelah melanjutkan pidatonya, Ahok memaparkan apa-apa saja yang sudah dia dan cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat lakukan untuk warga Jakarta. Ahok memaparkan programnya di bidang kesehatan, pendidikan, perumahan hingga wirausaha untuk warga. 

Selain itu, Ahok juga menjelaskan tentang Kartu Jakarta Lansia (KJL) yang akan diluncurkannya. Ahok meminta para warga yang hadir untuk menjadi pemerhati. Dia minta dilaporkan bila warga menemukan lansia miskin dan keluarganya tidak mampu untuk merawat.

"Kita harap Bapak Ibu jadi pemerhati kami. Ada PKK, Dasa Wisma. Kalau ketemu lansia miskin yang nggak dipelihara keluarganya tinggal lapor pada kami. Akan kami bikinkan tunjangan, KJL. Besarannya antara Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta," sebut Ahok.

Selain itu, Ahok juga menjelaskan alasannya membentuk pasukan merah dibanding melanjutkan kampung deret yang dibuatnya bersama Gubernur DKI saat itu, Joko Widodo. Menurut Ahok, program kampung deret mengalami kesulitan pada tahap lelang.

"Banyak rumah di Jakarta yang mau ambruk. Perbaikinya bagimana, dulu sama Pak Jokowi kita ada rumah deret, tapi lelangnya susah. Makanya kami keluarkan pasukan merah. Rumah yang jelek itu akan diperbaiki, bahannya dari kami," tutup Ahok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar