Polisi Proses Laporan Dugaan Percakapan Rizieq-Firza

"Ya, kita sudah terima laporan dari masyarakat dan kemudian tindak lanjut dari kepolisian yang pertama adalah kita akan mengecek konten-konten atau akun-akun yang ada," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (31/1).
Ia melanjutkan, penyidik juga akan memeriksa siapa saja orang yang ada di dalam konten. "Kita akan memeriksa semua yang ada di konten itu. Pada konten itu ada siapa, orang-orangnya kita periksa semua," ungkapnya.
Ia menyampaikan, Aliansi Mahasiswa Pornografi melaporkan kasus itu terkait Undang-undang Pornografi dan ITE, Senin (30/1) kemarin. "Dari masyarakat itu ingin menanyakan pada kepolisian ada konten itu. Minta tolong untuk dicek karena itu merupakan suatu tindak pidana," katanya.
Argo menuturkan, terlapor atau pelakunya masih dalam penyelidikan. Penyidik pun akan memanggil beberapa saksi ahli untuk mengungkap apakah konten itu asli atau tidak.
"Kita akan buktikan konten itu asli atau tidak. Kita akan periksa beberapa saksi ahli seperti ahli bahasa, ahli pidana, ahli digital forensik, dan lainnya," jelasnya.
Sementara itu, Anggota Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Kapitra Ampera, menilai beredarnya foto berisi percakapan diduga antara Rizieq dengan Firza di What's App itu merupakan bentuk kriminalisasi terhadap kliennya.
"Ada jelas kriminalisasi dan penghancuran Habib Rizieq. Ini penghancuran hak personal Habib Rizieq. Ini saya meyakini, perbuatan ini terstruktur dan sistematis. Ini bukan hanya dijatuhkan satu orang, tapi terstruktur, sistematis dan masif," katanya.
Ia menuturkan, tim kuasa hukum berencana akan melaporkan kasus itu ke Bareskrim Mabes Polri dalam waktu dekat. Namun, pihaknya akan melakukan investigasi dan mengumpulkan data terlebih dahulu.
"Nanti kami laporkan. Kan ini bicara hukum, fakta dan bukti. Tapi kami sudah mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Sudah menginvestigasi. Kami nggak bermain isu, kita main data dan fakta," ucapnya.
Kapitra pun membantah, kalau percakapan itu dilakukan Rizieq karena kliennya sudah tidak memegang telepon genggam lagi sejak aksi unjuk rasa 4 November 2016. Sebab, diduga teleponnya telah dikloning orang yang tak bertanggungjawab.
"Habib Rizieq sejak 411 itu tak pernah lagi pegang telepon. Habib Rizieq itu menganggap teleponnya sudah dikloning pihak-pihak tertentu, sehingga dia nggak punya telepon lagi. Yang pegang telepon hanya istrinya. Kalau ingin telepon dia pinjam punya ajudannya. Itu tak mungkin ada telepon Habib Rizieq. Bahasanya juga sangat vulgar dan preman yang tidak mungkin bahasanya Habib Rizieq," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)