Langsung ke konten utama

Mendadak Bela Ulama NU

Kritik buat AA Gym

Oleh: Muhammad Sabri


Luar biasa aa, aa tanggap sekali merespon setiap gerak gerik Ahok. Ada demo mengenai Ahok, aa tampil paling depan. ceramah di berbagai kesempatan, aa membahas Ahok. Twit twit aa banyak yang menyindir nyindir Ahok. Sampai isi sidang Ahok pun, aa merupakan salah satu tokoh masyarakat paling pertama dan paling jelas memprovokasi orang agar panas mendengar ucapan Ahok.

Saya juga tidak rela KH Ma’ruf Amin direndahkan dan diancam a, makasih yah sudah mewakili fikiran saya :). Tapi ada yang aneh a, kenapa ketika Kyai Ma’ruf Amin dan ada hubungannya dengan Ahok lagi aja aa berkicau? Kyai Ma’ruf Amin telah sering jadi bulan bulanan netizen maupun dalam perbincangan banyak orang semenjak terbitnya fatwa MUI tentang Ahok, kenapa waktu itu aa TIDAK SEDIKITPUN bereaksi? Kenapa giliran urusannya dengan Ahok aa langsung bereaksi keras sampai bawa bawa nama Allah?
Cuma nanya aja nih a, apa mungkin ada hubungannya dengan ini?
Apa ada kaitannya dengan “jadi terkenal lagi” a? Ini nanya aja loh yah a.
Sebagai lulusan pesantren saya benar benar diajari betul bahwa ulama memang harus dihormati a, saya setuju. Saya juga agak menyayangkan sikap pak Ahok terhadap Kyai Ma’ruf Amin, tapi jangan berhenti sampai situ a, masih segar dalam ingatan saya ketika Al Habib Muhammad Rizieq ibn Husein Shihab mengatakan di sebuah stasiun TV besar bahwa KH Abdurrahman Wahid -seorang ulama besar sekaligus cucu pendiri Nahdhatul Ulama- “Gus Dur itu ngeliat darimana? Gus Dur itu buta matanya buta hatinya” (astagfirullah). Kemana aa saat itu? Atau ketika orang yang sama mengatakan bahwa ketua PBNU KH Said Aqil “kurang ajar!” (astagfirullah). Kemana aa saat itu?
Masih segar juga di ingatan saya ketika banyak netizen menghujat KH M Quraisy Shihab, ketika Kyai itu dengan kemampuannya menafsirkan ayat Al Qur’an, lalu tafsir tersebut tidak sesuai dengan keinginan mereka, ngeri a ada yg bilang sesat, ada yang bilang liberal dan macem macem (astagfirullah). Kemana aa saat itu?

Ada lagi ketika KH Ahmad Mustofa Bisri di hujat hujat bahkan sampai ada yang menyebut “ndasmu (kepalalu) bid’ah” (astaghfirullah) kepada Gus Mus, waktu itu Aa kemana?
Ketika Hadratus syaikh Maimun Zubair dihina “sesat dan goblok” (astagfirullah, ampunilah ya Allah) oleh netizen netizen sesat hanya karena sang syaikh menganjurkan kita memaafkan Ahok, kemana aa?
Ketika buya Ahmad Syafi’i Ma’arif dihina dengan julukan munafik, liberal dan lain lain (astagfirullah) aa ga ada a, sama sekali tidak memberi komentar apapun.
Sadar a, kelompok yang aa kendalikan kemarin jauh lebih banyak menghina ulama, semua ulama yang tidak sependapat dengan pandangan mereka, mereka anggap sebagai ulama munafik, ulama sesat dan ulama su’ serta berbagai hinaan lainnya.
Dengan diamnya aa ketika para ulama ulama lain dihina, saya jadi bertanya tanya, apa maksud aa nge twit kaya gitu? Apa benar tulus ingin membela KH Ma’ruf Amin atau lagi lagi cuma nyari panggung dari kasus Ahok lagi? A rezeki udah diatur Allah, gausah sampai segitunya sih nyari panggung demi harta. A anda sadar ga sih keutuhan bangsa lagi dipertaruhkan? Bahkan kejadian kejadian belakangan ini bisa memicu pertumpahan darah dan aa mau menjadi bagian itu? Demi apa a? Ya Allah..
Oh iya, sekedar info a, Ahok udah minta maaf dan Kyai Ma’ruf Amin telah memaafkan, tolong di stop provokasinya yah a.
Yuk kita sama sama introspeksi diri. Tuluskan niat, manage hati kita.
Salam bela ulama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru