Memahami Tentang Accumulator atau Aki Dan Perwatannya

Aki atau Storage Battery adalah sebuah sel atau
elemen sekunder dan merupakan sumber arus
listrik searah yang dapat mengubah energy kimia
menjadi energy listrik. Aki termasuk elemen
elektrokimia yang dapat mempengaruhi zat
pereaksinya, sehingga disebut elemen sekunder.

Kutub positif aki menggunakan lempeng oksida
dan kutub negatifnya menggunakan lempeng
timbale sedangkan larutan elektrolitnya adalah
larutan asam sulfat.

Ketika aki dipakai, terjadi reaksi kimia yang
mengakibatkan endapat pada anode (reduksi)
dan katode (oksidasi). Akibatnya, dalam waktu
tertentu antara anode dan katode tidak ada beda
potensial, artinya aki menjadi kosong.

Supaya aki dapat dipakai lagi, harus diisi dengan
cara mengalirkan arus listrik kea rah yang
berlawanan dengan arus listrik yang dikeluarkan
aki itu. Ketika aki diisi akan terjadi pengumpulan
muatan listrik.

Pengumpulan jumlah muatan listrik dinyatakan
dalam ampere jam disebut tenaga aki. Pada
kenyataannya, pemakaian aki tidak dapat
mengeluarkan seluruh energy yang tersimpan aki
itu. Oleh karenanya, aki mempunyai rendemen
atau efisiensi.

Rangkaian Pengisi Accu. Hampir semua jenis
kendaraan-terutama kendaraan bermotor,
umumnya menggunakan accu. Fungsinya untuk
menghidupkan mesin dan mengaktifkan kerja
sistem pengapian, membuat peran aki tak bisa
disepelekan, bahkan masuk ke dalam kategori
sangat penting. Oleh karena itu, aki juga perlu
mendapatkan perhatian dan perawatan khusus.
Accu (aki) mobil ataupun motor yang paling
banyak digunakan adalah [...]

Membuat Charger Accu Cepat

Rangkaian Charger Accu Cepat. Pelayanan yang
cepat dan akurat sangat didambakan setiap
orang. Dengan kecepatan pelayanan tentu tidak
banyak waktu yang terbuang. Dengan demikian
waktu bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.
Mungkin Anda pernah mengeluh sewaktu
mengisi ulang accu mobil atau sepeda motor
Anda karena proses pengisiannya lama. Di saat
yang sama Anda pun dituntut datang atau [...]

Rangkaian Charger Ponsel Menggunakan Accu
Sepeda Motor

Rangkaian Charger Ponsel Menggunakan Accu
Sepeda Motor. Ini adalah cara sederhana dan
mudah untuk memanfaatkan arus dari batere
(accu) sepeda motor untuk mengisi Ponsel.
Sebagian besar batere ponsel memiliki tiga 1,2
volt sel membuat tegangan menjadi 3,6 volt.
Untuk isi ulang yang cepat dari batere, setiap sel
membutuhkan lebih dari 1,2 volt dan arus
yangkebanyakan sepeda motor keluaran
sekarang telah menggunakan aki kering / MF
type maintenance free namun ada juga motor2
baru yang tetap masih mengandalkan aki basah
sebagai battery penyimpan sumber arus
kelistrikannya.

namun banyak pengguna motor yang
mengeluh tegangan aki cepat drop, indikasinya
tidak kuat untuk starter engine, padahal aki
basah mempunyai karakter arus lebih besar dari
pada aki kering dan berpotensi lebih awet
asalkan dilakukan perawatan dengan benar,
yups, berikut ini beberapa tips untuk
merawatnya…:

1. Pantau kuantitas maupun kualitas air aki.
Mestinya air aki selalu terjaga di antara garis
low level dan upper level yang biasa tertera pada
kotak aki. Bila berada di bawah low level segera
tambahkan. Karena, air aki berfungsi untuk
membantu mendinginkan sel-sel aki. Bila air aki
berkurang dan tidak segera ditambah, sel-sel di
dalam aki bisa menjadi berubah bentuk
(melengkung, harusnya sel-sel ini sejajar dan
tegak lurus). Lengkungan sel-sel ini bisa
membuat plat positif dan negatif bersentuhan,
yang akhirnya memicu konsleting. Konsleting
itulah yang membuat aki tidak mampu
menyimpan setrum. (isilah dengan air aki /
aquades (H2O) jangan dair aqqu zuur (H2 SO4),
karena aqqu zuur hanya dipakai untuk pengisian
pertama, sewaktu aki masih baru dibeli.

2. Periksa terminal-terminal pada aki. Cek
apakah terjadi korosi atau tidak. Korosi dapat
dibersihkan dengan menyiramkan air panas pada
terminal-terminalnya, kemudian semprot dengan
cairan penghilang karat. Lihat juga kabel-kabel
positif dan negatif. Mungkin kendor atau longgar.
Korosi dan kabel yang kendor membuat daya
hantar arus listrik lemah. Sehingga, arus yang
mengalir ke motor starter kecil dan tidak cukup
kuat untuk memutar mesin. Beri gemuk atau
grease pada terminal-terminal untuk mencegah
korosi.

3. Selesai berkendara, matikan dulu komponen-
komponen kelistrikan(apalagi yg sitem head
lamp nya ter relay langsung dengan aki, spt
contohnya tiger, megapro, atau vixion) sebelum
mematikan mesin, agar pada saat dihidupkan
kembali beban accu fokus ke sistem STARTER.

4.jangan terlalu banyak menambah variasi
kelistrikan diluar kelistrikan standart nya sepeti
contoh nya lampu variasi, klakson mobil, atau
alarm, (untuk alarm gunakan hanya saat parkir
di luar rumah, karena saat alarm bekerja kondisi
parkir arus aki tersedot dan terkonsentrasi di
situ, sebaiknya saat parkir dirumah / dalam
waktu yg lama cukup guanakn kunci ganda +
gembok yg double, untuk memper awet usia aki)
Ingat, daya tahan dan kekuatan aki sangat
dipengaruhi perawatan. Biasanya, dalam satu
tahun aki sudah mulai bermasalah, misalnya
tidak sanggup lagi menyimpan tegangan dalam
waktu yang lama. Dengan perawatan yang baik
dan tepat, masa pakainya bisa lebih dari satu
tahun.

semoga bermanfaat untuk juragan2 yg masih
memakai aki basah
Elemen kering atau baterai adalah sumber
tegangan yang dapat lebih lama mengalirkan
arus listrik daripada elemen Volta. Elemen kering
dibuat pertama kali pada tahun 1866, kimiawan
Perancis oleh George Leclanche.
Elemen kering ini terdiri atas Zn yang berbentuk
bejana dan logam dalam Zn ini dilapisi karbon
(batang arang). Karena batang arang memiliki
potensial lebih tinggi daripada Zn, maka batang
arang sebagai anoda, sedangkan Zn sebagai
katoda.

Di bagian dalam elemen kering ini terdapat
campuran antara salmiak atau amonium klorida
(NH4Cl) serbuk arang dan batu kawi atau
mangan dioksida (MnO2). Campuran ini
berbentuk pasta yang kering. Karena elemen ini
menggunakan larutan elektrolit berbentuk pasta
yang kering maka disebut elemen kering.
Pada elemen kering, NH4Cl sebagai larutan
elektrolit dan MnO2 sebagai depolarisator.
Kegunaan dispolarisator yaitu dapat meniadakan
polarisasi. Sehingga arus listrik pada elemen
kering dapat mengalir lebih lama sebab tidak
ada gelembung-gelembung gas.

Arus listrik pada baterai mengalir searah dan
terjadi bila kutub positif dihubungkan dengan
kutub negatif. Oleh sebab itu aliran baterai
dinamakan Direct Current (DC). Untuk
menambah tegangan listrik baterai dapat disusun
secara seri, yaitu disusun berurutan dengan
kutub positif-negatif dengan berselang-seling.
Misalnya 3 buah baterai mempunyai tegangan
1,5 volt yang disusun seri akan mempunyai
tegangan 4,5 volt. Susunan seperti ini sering kita
jumpai pada alat-alat listrik sederhana seperti
senter dan walkman. Adapun pasangan paralel
adalah jika masing-masing kutub baterai yang
sama saling dihubungkan, tegangan listrik yang
didapat bertambah, tetapi arus yang mengalir
akan menjadi lebih besar.

Komponen di dalam aki basah, hybrid dan kering
sama saja
Sudah paham seluk-beluk aki dan bedanya . Biar
lengkap dibahas juga bagian penting aki .
Apalagi fungsi aki tipe basah (konvensional),
hybrid dan kering (maintenance free), sama
menyuplai setrum ke komponen kelistrikan
motor.

Informasi ini sangat penting agar pemilik motor
lebih paham tugas dan fungsi aki , terutama
saat melakukan perawatan juga dapat
mengetahui kondisi aki yang baik atau sudah
rusak.

 Berikut ini bagian-bagiannya:

1. Kotak aki : Berfungsi sebagai rumah atau
wadah dari komponen aki yang terdiri atas
cairan aki , pelat positif dan pelat negatif berikut
separatornya.
2. Tutup aki : Berada di atas, tutup aki berfungsi
sebagai penutup lubang pengisian air aki ke
dalam wadahnya. Sehingga aki tidak mudah
tumpah. Di aki kering tertentu tidak ada
komponen ini. Kalaupun ada tidak boleh dibuka.
3. Lubang ventilasi : Untuk tipe konvensional ada
di samping atas dan ada slangnya. Berfungsi
untuk memisahkan gas hydrogen dari asam
sulfat serta sebagai saluran penguapan air aki .
Sedang tipe MF, gas hydrogen dikondisikan lagi
menjadi cairan sehingga tidak dibutuhkan lubang
ventilasi.
4. Pelat logam: Terdiri dari pelat positif dan
negatif. Untuk pelat positif dibuat dari logam
timbel preoksida (PbO2). Sedangkan pelat
negatif hanya dibuat dari logam timbel (Pb).
5. Air aki : Dibuat dari campuran air (H2O) dan
asam sulfat (SO4).
6. Separator: Berada di antara pelat positif dan
negatif, separator bertugas untuk memisahkan
atau menyekat pelat positif dan negatif agar
tidak saling bersinggungan yang dapat
menimbulkan short alias hubungan arus pendek.
7. Sel: Adalah ruangan dalam wadah bentuk
kotak-kotak yang berisi cairan aki , pelat positif
dan negatif berikut seperatornya.
8. Terminal aki : Keduanya berada di atas
wadah, karena merupakan ujung dari rangkaian
pelat-pelat yang nantinya dihubungkan ke beban
arus macam lampu dan lainnya. Bagian ini
terdiri dari terminal positif dan juga negatif .

1. PERUBAHAN KIMIA PADA SAAT PELEPASAN
MUATAN LISTRIK

Aki memberikan aliran listrik jika dihubungkan
dengan rangkaian luar misalnya, lampu, radio
dan lain-lain. Aliran listrik ini terjadi karena
reaksi kimia dari asam sulfat dengan kedua
material aktif dari plat positif dan plat negatif.
Pada saat pelepasan muatan listrik terus
menerus, elektrolit akan bertambah encer dan
reaksi kimia akan terus berlangsung sampai
seluruh bahan aktif pada permukaan plat positif
dan negatif berubah menjadi timbal sulfat. Jika
Aki tidak dapat lagi memberi aliran listrik pada
voltage tertentu, maka aki tersebut dalam
keadaan lemah arus (soak)

2. PERUBAHAN KIMIA PADA SAAT PENGISIAN
MUATAN LISTRIK

Pada proses pengisian muatan listrik, kembali
terjadi proses reaksi kimia yang berlawanan
dengan reaksi kimia pada saat pelepasan
muatan. Timbal peroksida terbentuk pada plat
positif dan timbal berpori terbentuk pada plat
negatif, sedangkan berat jenis elektrolit akan
naik, karena air digunakan untuk membentuk
asam sulfat. Aki kembali dalam kondisi
bermuatan penuh.

PENURUNAN BERAT JENIS ACCU ZUUR
SELAMA PELEPASAN MUATAN LISTRIK

Berat jenis accu zuur akan turun sebanding
dengan derajat pelepasan muatan, jadi jumlah
energi listrik yang ada dapat ditentukan dengan
mengukur berat jenis accu zuurnya, misalnya aki
mempunyai berat jenis accu zuur 1.260 pada
20°C, bermuatan listrik penuh, setelah
melepaskan muatan listrik berat jenisnya 1.200
pada 20°C, maka Aki masih mempunyai energi
listrik sebesar 70%

BERAT JENIS ACCU ZUUR TERGANTUNG DARI
SUHU

Berat jenis accu zuur berubah tergantung dari
temperaturnya, jadi pembacaan berat jenis pada
skala hudrometer kurang tepat sebelum
dilakukan koreksi suhu. Volume accu zuur
bertambah jika dipanaskan dan turun jika dingin,
sedang beratnya tetap. Jika Volume bertambah
sedang beratnya tetap maka berat jenis akan
turun. Berat jenis turun sebesar 0.0007 untuk
kenaikan tiap derajat celcius dalam suhu batas
normal Aki . Standar berat jenis menurut
perjanjian adalah untuk suhu 20°C.

ACCU(mulator) atau sering disebut aki , adalah
salah satu komponen utama dalam kendaraan
bermotor, baik mobil atau motor, semua
memerlukan aki untuk dapat menghidupkan
mesin mobil (mencatu arus pada dinamo stater
kendaraan). Aki mampu mengubah tenaga kimia
menjadi tenaga listrik. Di pasaran saat ini
sangat beragam jumlah dan jenis aki yang dapat
ditemui.

Aki untuk mobil biasanya mempunyai tegangan
sebesar 12 Volt, sedangkan untuk motor ada tiga
jenis yaitu, dengan tegangan 12 Volt, 9 volt dan
ada juga yang bertegangan 6 Volt. Selain itu juga
dapat ditemukan pula aki yang khusus untuk
menyalakan tape atau radio dengan tegangan
juga yang dapat diatur dengan rentang 3, 6, 9,
dan 12 Volt. Tentu saja aki jenis ini dapat
dimuati kembali (recharge) apabila muatannya
telah berkurang atau habis.

Dikenal dua jenis elemen yang merupakan
sumber arus searah (DC) dari proses kimiawi,
yaitu elemen primer dan elemen
sekunder. Elemen primer terdiri dan elemen
basah dan elemen kering. Reaksi kimia pada
elemen primer yang menyebabkan elektron
mengalir dari elektroda negatif (katoda) ke
elektroda positif (anoda) tidak dapat dibalik
arahnya. Maka jika muatannya habis, maka
elemen primer tidak dapat dimuati kembali dan
memerlukan penggantian bahan pereaksinya
(elemen kering). Sehingga dilihat dari sisi
ekonomis elemen primer dapat dikatakan cukup
boros. Contoh elemen primer adalah batu baterai
(dry cells).

Allesandro Volta, seorang ilmuwan fisika
mengetahui, gaya gerak listrik (ggl) dapat
dibangkitkan dua logam yang berbeda dan
dipisahkan larutan elektrolit. Volta mendapatkan
pasangan logam tembaga (Cu) dan seng (Zn)
dapat membangkitkan ggl yang lebih besar
dibandingkan pasangan logam lainnya (kelak
disebut elemen Volta).

Hal ini menjadi prinsip dasar bagi pembuatan
dan penggunaan elemen sekunder. Elemen
sekunder harus diberi muatan terlebih dahulu
sebelum digunakan, yaitu dengan cara
mengalirkan arus listrik melaluinya (secara
umum dikenal dengan istilah ‘disetrum’). Akan
tetapi, tidak seperti elemen primer, elemen
sekunder dapat dimuati kembali berulang kali.
Elemen sekunder ini lebih dikenal dengan aki .

Dalam sebuah aki berlangsung proses
elektrokimia yang reversibel (bolak-balik) dengan
efisiensi yang tinggi. Yang dimaksud dengan
proses elektrokimia reversibel yaitu di dalam aki
saat dipakai berlangsung proses pengubahan
kimia menjadi tenaga listrik (discharging).

Sedangkan saat diisi atau dimuati, terjadi proses
tenaga listrik menjadi tenaga kimia (charging).
Jenis aki yang umum digunakan adalah
accumulator timbal. Secara fisik aki ini terdiri
dari dua kumpulan pelat yang yang dimasukkan
pada larutan asam sulfat encer (H2S04).

Larutan elektrolit itu ditempatkan pada wadah
atau bejana aki yang terbuat dari bahan ebonit
atau gelas. Kedua belah pelat terbuat dari timbal
(Pb), dan ketika pertama kali dimuati maka akan
terbentuk lapisan timbal dioksida (Pb02) pada
pelat positif.

Letak pelat positif dan negatif sangat berdekatan
tetapi dibuat untuk tidak saling menyentuh
dengan adanya lapisan pemisah yang berfungsi
sebagai isolator (bahan penyekat). Proses kimia
yang terjadi pada aki dapat dibagi menjadi dua
bagian penting, yaitu selama digunakan dan
dimuati kembali atau ‘disetrum’.

Reaksi kimia

Pada saat aki digunakan, tiap molekul asam
sulfat (H2S04) pecah menjadi dua ion hidrogen
yang bermuatan positif (2H+) dan ion sulfat yang
bermuatan negatif (S04-). Tiap ion S04 yang
berada dekat lempeng Pb akan bersatu dengan
satu atom timbal murni (Pb) menjadi timbal
sulfat (PbS04) sambil melepaskan dua elektron.

Sedang sepasang ion hidrogen tadi akan ditarik
lempeng timbal dioksida (PbO2), mengambil dua
elektron dan bersatu dengan satu atom oksigen
membentuk molekul air (H2O).

Dari proses ini terjadi pengambilan elektron dari
timbal dioksida (sehingga menjadi positif) dan
memberikan elektron itu pada timbal murni
(sehingga menjadi negatif), yang mengakibatkan
adanya beda potensial listrik di antara dua kutub
tersebut. Proses tersebut terjadi secara simultan,
reaksi secara kimia dinyatakan sebagai berikut :

Pb02 + Pb + 2H2S04 —–>2PbS04 + 2H20

Di atas ditunjukkan terbentuknya timbal sulfat
selama penggunaan (discharging). Keadaan ini
akan mengurangi reaktivitas dari cairan elektrolit
karena asamnya menjadi lemah (encer), sehingga
tahanan antara kutub sangat lemah untuk
pemakaian praktis.

Sementara proses kimia selama pengisian aki
(charging) terjadi setelah aki melemah (tidak
dapat memasok arus listrik pada saat kendaraan
hendak dihidupkan). Kondisi aki dapat
dikembalikan pada keadaan semula dengan
memberikan arus listrik yang arahnya
berlawanan dengan arus yang terjadi saat
discharging. Pada proses ini, tiap molekul air
terurai dan tiap pasang ion hidrogen yang dekat
dengan lempeng negatif bersatu dengan ion S04
pada lempeng negatif membentuk molekul asam
sulfat. Sedangkan ion oksigen yang bebas
bersatu dengan tiap atom Pb pada lempeng
positif membentuk Pb02. Reaksi kimia yang
terjadi adalah :

2PbS04 + 2H20 —->PbO2 + Pb + 2H2S02

Aki kendaraan

Besar ggl yang dihasilkan satu sel aki adalah 2
Volt. Sebuah aki mobil terdiri dari enam buah aki
yang disusun secara seri, sehingga ggl totalnya
adalah 12 Volt. Accu mencatu arus untuk
menyalakan mesin (motor dan mobil dengan
menghidupkan dinamo stater) dan komponen
listrik lain dalam mobil. Pada saat mobil berjalan
aki dimuati (diisi) kembali sebuah dinamo
(disebut dinamo jalan) yang dijalankan dari
putaran mesin mobil atau motor.

Pada aki kendaraan bermotor arus yang terdapat
di dalamnya dinamakan dengan kapasitas aki
yang disebut Ampere-Hour/AH (Ampere-jam).
Contohnya untuk aki dengan kapasitas arus 45
AH, maka aki tersebut dapat mencatu arus 45
Ampere selama 1 jam atau 1 Ampere selama 45
jam.

Penulis sempat melakukan penelitian untuk
mengetahui karakteristik aki dan hasilnya telah
diseminarkan beberapa waktu yang lalu.
Penelitian tersebut dilakukan baik saat aki
sedang di discharging maupun saat charging.

Metodenya adalah dengan mengukur tegangan
jepit (Volt) antara kedua kutub dari aki yang
dibandingkan per satuan waktu (30 menit).
Penelitian tersebut dilakukan untuk aki 12 Volt, 9
Volt dan 6 Volt (meliputi aki mobil dan motor).

Pengamatan ini dilakukan selama kurang lebih
lima sampai enam jam untuk tiap jenis aki , dan
hasilnya antara tegangan jepit diplot terhadap
perubahan waktu. Ternyata aki yang kutubnya
terbuat dari timbal dan timbal peroksida dan
dicelupkan dalam cairan asam sulfat (yang
banyak dipakai) cukup baik hasilnya dalam
mempertahankan beda potensial. Karena itu
kedua kutub aki timbal dan timbal peroksida
mampu mempertahankan perbedaan potensial
antara kedua kutub secara stabil, sekalipun arus
yang melalui rangkaian cukup besar.

Menghemat aki

Bila mana aki yang setelah kurang lebih satu
tahun kita pakai mulai rewel alias ‘zwak’, ada
beberapa tips yang dapat dicoba untuk lebih
memperlama umur aki , mengingat harganya
cukup mahal.

Sebelum ‘disetrum’ ulang, buang seluruh cairan
asam sulfat yang tersisa dalam aki . Lalu dibilas
dengan air murni sebanyak empat kali, dan isi
dengan cairan accu zuur. Setelah itu dapat
‘disetrum’. Pada pemakaian normal, aki dapat
bertahan selama satu sampai tiga bulan.

Atau dapat juga setelah mobil atau motor
diparkir, lepaskan salah satu kabel pada kutub
positif aki , sehingga pada aki tak ada arus yang
benar-benar mengalir. Dan sebaiknya jangan
menyalakan perlengkapan yang memerlukan arus
(radio atau tape) saat mobil sedang tidak
dijalankan.

Dan sebelum terjadi dua hal di atas, perawatan
dan pengecekan terhadap tinggi permukaan air
aki harus diperhatikan. Dan selain itu juga
massa jenis air aki juga harus diukur dengan
hidrometer secara berkala.

Bila ternyata ketiga cara di atas tidak maksimal,
mungkin sudah saatnya kita perlu membeli aki
baru. Kita juga harus ingat, semua barang
memiliki umur ekonomis, artinya setelah jangka
waktu tertentu digunakan, barang tersebut
secara perlahan-lahan akan berkurang
kemampuannya dan rusak

Saat baterai mengeluarkan arus

1. Oksigen (O) pada pelat positif terlepas karena
bereaksi/bersenyawa/bergabung dengan
hidrogen (H) pada cairan elektrolit yang secara
perlahan-lahan keduanya bergabung/berubah
menjadi air (H20).

2. Asam (SO4) pada cairan elektrolit bergabung
dengan timah (Pb) di pelat positif maupun pelat
negatif sehigga menempel dikedua pelat
tersebut.

Reaksi ini akan berlangsung terus sampai isi
(tenaga baterai) habis alias dalam keadaan
discharge.

Pada saat baterai dalam keadaan discharge
maka hampir semua asam melekat pada pelat-
pelat dalam sel sehingga cairan eletrolit
konsentrasinya sangat rendah dan hampir melulu
hanya terdiri dari air (H2O)

, akibatnya berat jenis cairan menurun menjadi
sekitar 1,1 kg/dm3 dan ini mendekati berat jenis
air yang 1 kg/dm3. Sedangkan baterai yang
masih berkapasitas penuh berat jenisnya sekitar
1,285 kg/dm3. Nah, dengan perbedaan berat
jenis inilah kapasitas isi baterai bisa diketahui
apakah masih penuh atau sudah berkurang yaitu
dengan menggunakan alat hidrometer.
Hidrometer ini merupakan salah satu alat yang
wajib ada di bengkel aki (bengkel yang
menyediakan jasa setrum/cas aki ). Selain itu
pada saat baterai dalam keadaan discharge
maka 85% cairan elektrolit terdiri dari air (H2O)
dimana air ini bisa membeku, bak baterai pecah
dan pelat-pelat menjadi rusak.

Saat baterai menerima arus

Baterai yang menerima arus adalah baterai yang
sedang disetrum/dicas alias sedang diisi dengan
cara dialirkan listrik DC, dimana kutup positif
baterai dihubungkan dengan arus listrik positif
dan kutub negatif dihubungkan dengan arus
listrik negatif. Tegangan yang dialiri biasanya
sama dengan tegangan total yang dimiliki
baterai, artinya baterai 12 V dialiri tegangan 12 V
DC, baterai 6 V dialiri tegangan 6 V DC, dan dua
baterai 12 V yang dihubungkan secara seri dialiri
tegangan 24 V DC (baterai yang duhubungkan
seri total tegangannya adalah jumlah dari
masing-maing tegangan baterai: Voltase1 +
Voltase2 = Voltasetotal). Hal ini bisa ditemukan
di bengkel aki dimana ada beberapa baterai yang
duhubungkan secara seri dan semuanya disetrum
sekaligus. Berapa kuat arus (ampere) yang harus
dialiri bergantung juga dari kapasitas yang
dimiliki baterai tersebut (penjelasan tentang ini
bisa ditemukan di bagian bawah).

Konsekuensinya, proses penerimaan arus ini
berlawanan dengan proses pengeluaran arus,
yaitu :1. Oksigen (O) dalam air (H2O) terlepas
karena bereaksi/bersenyawa/bergabung dengan
timah (Pb) pada pelat positif dan secara
perlahan-lahan kembali menjadi oksida timah
colat (PbO2).2. Asam (SO4) yang menempel
pada kedua pelat (pelat positif maupun negatif)
terlepas dan bergabung dengan hidrogen (H)
pada air (H2O) di dalam cairan elektrolit dan
kembali terbentuk menjadi asam sulfat (H2SO4)
sebagai cairan elektrolit. Akibatnya berat jenis
cairan elektrolit bertambah menjadi sekitar 1,285
(pada baterai yang terisi penuh).

Aki atau battery atau bahasa kerennya accu
berfungsi menyimpan energi listrik, sekarang ini
aki ada dua pilihan yaitu aki kering dan aki
basah atau yang biasa di sebut aki
konvesional,di sini saya akan membahas
komponen aki yang seringdi pake di mobil atau
motor

1. Terminal negatif dan terminal positifberfungsi
menghubungkan arus listrik
2. Cover aki berfungsi penutup dilengkapi kode
3. Container berfungsi sebagai bak
4. Pelat negatif dan positif berfungsi sebagai
pengumpul muatan listrik negatif-positif
5. Element rest untuk menampung material aktif
yang rontok
6. Separator sebagai pembatas pelat positif dan
negatif
7. Partition sebagai pemisah antar sel

Accu atau aki (accumulattor) merupakan salah
satu komponen penting pada kendaraan
bermotor, mobil, motor ataupun generator listrik
yang dilengkapi dengan dinamo stater. Selain
menggerakkan motor starter dan sumber tenaga
penerangan lampu kendaraan di malam hari, aki
juga penyimpan listrik dan penstabil tegangan
serta arus listrik kendaraan.

Beragam jenis Aki dan Oli orisinil tersedia di
Kauzai Oto, harga kompetitif dan layanan prima
Aki terdiri dari beragam jenis , secara umum di
pasaran kita mengenal dua jenis aki , aki basah
dan aki kering, dan lebih detail lagi jenis - jenis
aki sebagai berikut
:
aki basah konvensional
aki hybrid
aki kalsium
aki bebas perawatan/maintenance free (MF)
aki sealed
Aki Basah

Hingga saat ini aki yang populer digunakan
adalah aki model basah yang berisi cairan asam
sulfat (H2SO4). Ciri utamanya memiliki lubang
dengan penutup yang berfungsi untuk menambah
air aki saat ia kekurangan akibat penguapan
saat terjadi reaksi kimia antara sel dan air aki .
Sel-selnya menggunakan bahan timbal (Pb).

Kelemahan aki jenis ini adalah pemilik harus
rajin memeriksa ketinggian level air aki secara
rutin. Cairannya bersifat sangat korosif. Uap air
aki mengandung hydrogen yang cukup rentan
terbakar dan meledak jika terkena percikan api.
Memiliki sifat self-discharge paling besar
dibanding aki lain sehingga harus dilakukan
penyetruman ulang saat ia didiamkan terlalu
lama.

Accu Hybrid

Pada dasarnya aki hybrid tak jauh berbeda
dengan aki basah. Bedanya terdapat pada
material komponen sel aki . Pada aki hybrid
selnya menggunakan low-antimonial pada sel
(+) dan kalsium pada sel (-). Aki jenis ini
memiliki performa dan sifat self-discharge yang
lebih baik dari aki basah konvensional.

Accu Calcium

Kedua selnya, baik (+) maupun (-) mengunakan
material kalsium. AKi jenis ini memiliki
kemampuan lebih baik dibanding aki hybrid.
Tingkat penguapannya pun lebih kecil dibanding
aki basah konvensional.

Accu Bebas Perawatan/Maintenance Free (MF)
Aki jenis ini dikemas dalam desain khusus yang
mampu menekan tingkat penguapan air aki . Uap
aki yang terbentuk akan mengalami kondensasi
sehingga dan kembali menjadi air murni yang
menjaga level air aki selalu pada kondisi ideal
sehingga tak lagi diperlukan pengisian air aki .
Aki jenis ini biasanya terbuat dari basis jenis aki
hybrid maupun aki kalsium.

Accu Sealed ( aki tertutup)

Aki jenis ini selnya terbuat dari bahan kalsium
yang disekat oleh jaring berisi bahan
elektrolit berbentuk gel/selai. Dikemas dalam
wadah tertutup rapat.

Aki jenis ini kerap dijuluki sebagai aki kering.
Sifat elektrolitnya memiliki kecepatan
penyimpanan listrik yang lebih baik.

Karena sel terbuat dari bahan kalsium, aki ini
memiliki kemampuan penyimpanan listrik yang
jauh lebih baik seperti pada aki jenis calsium
pada umumnya. Pasalnya ia memiliki self-
discharge yang sangat kecil sehingga aki sealed
ini masih mampu melakukan start saat
didiamkan dalam waktu cukup lama.

Kemasannya yang tertutup rapat membuat aki
jenis ini bebas ditempatkan dengan berbagai
posisi tanpa khawatir tumpah. Namun karena
wadahnya tertutup rapat pula aki seperti ini
tidak tahan pada temperatur tinggi sehingga
dibutuhkan penyekat panas tambahan jika ia
diletakkan di ruang mesin.

1. Lepas kutub positif Aki

lepas kutub positif saat mesin hidup nyalakan
mesin mobil, lalu diamkan selama 1 menit,
setelah itu cabut kutub positif aki dan liat
reaksinya. apabila mobil langsung mati
mesinnya, berarti altenator memang tidak dapat
membuat daya listrik yang menghantarkan ke aki
(charge). apabila alternator bermasalah, segera
diperbaiki ke tukang alternator atau bisa juga ke
tukang dinamo starter untuk dimintai
menggulung ulang dinamonya apabila memang
terdapat kerusakan
.
2. Cek Magnet Alternator
apakah ada magnet di altenatornya?
sama seperti cara pertama, mesin dinyalakan
lalu kita tempelkan ujung obeng ke bagian
alternator. apabila terdapat magnet yang
disebabkan berputarnya kumparan dinamo, maka
altenatornya masih berfungsi dengan baik namun
hal ini tak jarang bisa menipu, ada temen yang
alternatornya masih berasa magnetnya namun
saat dicek oleh tukang servis altenartor, ada
kerusakan kecil sehingga terkadang indikator di
panel dasboard menyala saat mesin hidup.

3. Cek Voltase tegangan Aki

Indikator aki seperti terkadang menipu jangan
mau percaya dengan indikator aki seperti yang
ada digambar, karena titik indikator tersebut
hanya bertumpu pada satu plat yang dekat
dengan indikatornya saja, sehingga tidak dapat
membaca kondisi aki secara keseluruhan.
mintalah tukang aki untuk mengecek voltase,
bandingkan antara mesin mati dan mesin hidup,
apabila mesin hidup namun voltase atau
tegangannya tidak berubah naik maka sudah
dipastikan aki bermasalah.

mudah kan cara ngeceknya, usahakan tidak
terlalu sering menguras aki karena akan
memperpendek umur aki itu sendiri, apabila kita
memiliki aki baru, jangan pernah dikuras, cukup
tambahkan air akinya saja apabila berkurang.
setelah setahun aki mengalami masalah, barulah
dicoba untuk dikuras.

Jika Aki pada kendaraan mengalami drop (tekor)
alternatif yang dipakai adalah dengan cara
disetrum atau dalam bahasa sehari-hari adalah
Charger (baca:ces). Dengan menyetrumkan aki
ke tukang setrum, akan lebih menghemat biaya
dari pada kita mengganti aki baru yang sudah
siap pakai.

Tapi apakah semudah itu menyetrum aki ??
Berikut proses penyetruman aki ala Bengkel
Bangun.

Yang harus diperhatikan pada penyetruman aki
atau apabila kita adalah tukang strum adalah
Volt dan Ah (Ampere Jam).

Contoh perhitungan sebagai berikut:
Jika sebuah aki dengan ukuran 12 Volt 50 Ah
maka setelan pada strumannya adalah pada
posisi 12 V dan 5 Ah. Peritungan 5 Ah adalah
besarnya Ah aki dibagi 10. maka akan ketemu
50 : 10 = 5. Dengan demikian maka lama
penyetruman adalah 10 jam.

Jangka lama 10 jam adalah waktu yang sesuai
untuk penyetruman aki , karena semakin lama
peoses penyetruman akan semakin baik untuk
kondisi akinya. Tapi jika kita menambah Ah pada
setruman aki memang akan mempercepat
pengisian, namun juga akan mempercepat
kerusakan pada aki .

Disamping pengaturan Volt dan Ah yang perlu
diperhatikan adalah rangkaian pada pemasangan
aki jika pada saat yang sama menyetrum lebih
dari satu.

Aki (Accu/Battery) merupakan komponen penting
dalam kendaraan yang memiliki fungsi sebagai
berikut:

Sebagai alat penyedia arus listrik untuk starter
mesin, penerangan,dan kelistrikan aksesoris
mobil, seperti: tape, alarm,dll.

Menstabilkan tegangan kendaraan dan mem-
back-up alternator bila tidak mampu memenuhi
kelebihan beban listrik yang diperlukan di
kendaraan.

Di kendaraan keluaran terbaru, aki berfungsi pula
sebagai sumber arus listrik yang diperlukan oleh
sistem di mobil dapat tidak berfungsi.

JENIS AKI

Jenis aki dapat ditentukan oleh kandungan
timbal (Pb) dan kalsium (Ca) di dalamnya. Di
pasaran, terdapat tiga macam jenis aki , yakni:

1. Konvensional/ premium

Aki jenis ini membutuhkan perawatan
(penambahan air aki ) secara berkala. Plat
positif dabn negatifnya menggunakan kandungan
PbSb dan PbSb.

2. Hybrid ( low maintenance )

Aki jenis ini perawatannya lebih rendah jika
dibandingkan dengan aki konvensional karena
laju penguapan air dan laju kehilangan muatan
listriknya sangat rendah. plat positif dan
negatifnya menggunakan kandungan PbSb dan
PbCa. Kendaraan Toyota terbaru umumnya
menggunakan aki tipe ini.

3. Bebas perawatan ( Maintenance free /MF)
Aki MF tidak perlu membutuhkan perawatan
karena laju penguapan air dan laju kehilangan
muatan listriknya sangat rendah. Plat positif dan
negatifnya menggunakan kandungan PbCa dan
PbCa.

Setiap jenis aki selalu ada kelebihan dan
kekurangannya. Aki konvensional juga sangat
baik asal kita rajin merawatnya. Namun jika
tertarik dengan aki yang bebas perawatan, maka
kita harus menyiapkan dana ekstra karena
harganya lebih mahal

TIPS MERAWAT AKI

Meski memiliki fungsi yang sangat vital, kadang
perawatan aki kurang diperhatikan. Kurangnya
perawatan terhadap komponen ini, tentu saja
dapat menimbulkan masalah terhadap kinerja
aki , salah satunya akan berakibat lebih
pendeknya usia pakai aki dari yang seharusnya.
Berikut adalah tips perawatan aki agar dapat
bekerja secara optimal dan tentu saja tidak
mudah rusak.

1. Matikan Komponen Kelistrikan Ketika Mesin
Mati

Selesai berkendara, matikan dulu komponen
kelistrikan sebelum mematikan mesin, agar
muatan listrik pada aki tidak berkurang, dan saat
dihidupkan kembali, beban aki mampu memenuhi
kebutuhan sistem starter.

2. Panaskan Mesin Kendaraan

Kendaraan yang jarang digunakan dapat
memperpendek umur aki . untuk kendaraan yang
jarang digunakan sebaiknya secara rutin
memanaskan mesin secukupnya atau dapat pula
melepas terminal negatif aki .

3. Periksa level air aki

permukaan air aki harus dipertahankan antara
batas atas dan batas bawah, oleh karena itu
perlu diperiksa secara rutin minimal satu bulan
sekali. Jika air yang terdapat dalam aki berada
di bawah batas bawah (lower level yang tertera
dalam kemasan aki ), sementara aki tersebut
terus digunakan maka hal ini dapat
menyebabkan terjadinya kerusakan aki .

Pengisian yang melewati batas atas (berlebihan),
airnya bisa meluap dan merusak bagian
kendaraan. Untuk menambah air aki yang
berkurang, gunakan air aki biasa, jangan
menggunakan accu zuur, karena accu zuur
hanya digunakan untuk aki baru yang belum
dipakai.

Catatan: air aki biasa = air murni/air suling;
accu zuur = campuran air murni dan sulfat
(H2SO4).

4. Periksa Terminal Aki

Kondisi kendor dan karat pada terminal aki dapat
mengakibatkan aliran arus listrik tidak sempurna,
hingga dapat menimbulkan ledakan pada aki
akibat percikan api pada bagian sambungan.
Jika sambungan dengan terminal kendor tinggal
dikuatkan saja, namun jika dipermukaan terminal
aki kotor atau berkarat maka harus dibersihkan
dengan menggunakan sikat kawat.

5. Periksa Pengikat Aki

Pastikan aki diikat dengan kuat atau posisinya
tidak bergeser bila mobil berjalan. Aki yang
sering terguncang umurnya menjadi lebih
pendek. Namun jangan terlalu kencang, karena
akan mengakibatakan kerusakan fisik (pecah/
retak) pada badan aki itu sendiri..

6. Periksa Apakah Terdapat Kebocoran Aki

Berhati-hati pada area yang ditemukan
kebocoran dari bagian badan aki , segera
keringkan dan bersihkan area tersebut dan
kuatkan penutup sumbat pada aki . Apabila
terjadi kebocoran dari aki badan, segera ganti
aki dengan yang baru.

7. Periksa Berat Jenis Aki

Jika aki telah diisi ulang, cek berat aki dengan
menggunakan hydrometer (biasanya terdapat di
bengkel-bengkel). Jika berat jenisnya di bawah
ukuran dari aki tersebut, gantilah aki tersebut
dengan aki yang baru.

8. Pemasangan dan Pelepasan Aki

Untuk pemasangan aki , pastikan tidak ada
benda-benda asing dalam kondisi mati. Pada
saat melepaskan kabel, maka lepaskan terlebih
dahulu kabel negatif baru kemudian kabel positif.
Untuk memastikan kondisi aki anda, selalu
lakukan servis berkala di bengkel resmi Toyota.
bengkel Toyota akan merawat dan melakukan
pengecekan aki dengan seksama dengan
peralatan aki tester yang canggih.

Jika Aki anda sudah aus , gantilah dengan TGB
(Toyota Genuine Battery), aki yang diproduksi
khusus kendaran Toyota.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN UNTUK
KESELAMATAN

Tidak boleh menyalakan api dekat aki , seperti
menyalakan korek, merokok dan lain sebagainya,
karena aki mengandung hidrogen yang mudah
meledak.

Jauhkan dari jangkauan anak, karena komponen
aki terbuat dari bahan kimia yang berbahaya.
Gunakan kacamata pelindung pada saat
memasang atau memperbaiki aki karena air aki
sangat berbahaya.

Hati-hati dengan accu zuur, karena dapat
merusak kulit dan membutakan mata.
Jika accu zuur mengenai mata anda, basuhlah
segera dengan air bersih dan segera pergi ke
dokter. jika accu zuur mengenai kulit anda,
basuhlah bagian yang terkena accu zuur dengan
seksama. Jika anda merasa sakit dan terbakar,
segera minta pertolongan dokter.

Battery atau sering disebut accu merupakan
sumber tenaga listrikpada mobil. Accu juga
butuh perawatan yang baik, sama halnya dengan
mesin karena fungsinya vital. Tanpa dukungan
accu yang prima, dinamo starter sebagai pemicu
operasional mesin mobil akan sulit
digerakan.Dan dengan perawatan yang baik, usia
pakai accu bisa dimaksimalkan hingga dua
tahunmasa pemakaiannya. Berikut tips agar usia
accu bisa maksimal.

1 . Matikan perangkat elektronik. Setelah selesai
menggunakan mobil, matikan terlebih
dahulu berbagai aksesoris elektronik mobil,
seperti lampu luar mobil, lampu kabin, pendingin
AC, dan perangkat audio sebelum mematikan
kontak mesin. Dengan perilaku ini, usia accu
akan lebih panjang karena arus listrik tidak
tersedot percuma.

2 . Bersihkan terminal accu. Jaga agar terminal
accu kutub positif dan kutub negatif selalu
bersih dan kering untuk mencegah karat. Jika
terdapat karat pada terminal accu, meski hanya
satu lapisan tipis karat, dapat mengurangi
kemampuan accu mengirim atau menerima arus
listrik. Dan jika terbentuk garam asam pada
terminal accu, copot terminal lalu bersihkan
dengan air panas. Namun bila terbentuk karat,
bersihkan menggunakan sikat kawat atau
memakai cairan pembersih khusus seperti WD40.
Perlu diingat, jangan sesekali menggunakan
cairan seperti WD40 untuk membersihkan bagian
yang terbuat dari plastik, karena akan membuat
plastik menjadi rapuh. Sebaliknya, gunakan
pembersih khusus seperti Contact Cleaner, untuk
membersihkan soket berbahan plastik.

3 . Periksa air accu. Perhatikan volume air accu
agar tetap sesuaidengan kebutuhannya. Jangan
kurang atau berlebihan. Kekurangan air accu
dapat menyebabkan kerusakan sel accu. Hal
tersebut dapat berujung pada pengurangan
suplai arus listrik yang dihasilkan.Selain itu, sel
accu yang rusak mengakibatkan accu tidak
mampu menyimpan listrik dengan sempurna. Dan
jika mengisi air accu secara berlebihan, proses
elektrokimia dapat memicu panas berlebihan
pada accu.

4 . Pastikan posisi accu terpasangkuat pada
tempatnya. Bila penempatan accu renggang,
getaran mobil dapat merusak bagian dalam
accu, sehingga memperpendek usianya.
Usahakan tidak terdapat karat pada dudukan
accu di mobil. Bersihkan dengan sikat kawat
atau cairan pembersih bila terdapat karat pada
dudukan accu.

5 . Mengistirahatkan accu. Jika mobil Anda tidak
digunakan dalam waktu yang cukup lama, lepas
terminal negatif accu agar kondisi accu terjaga.
Jam memory system, audio, alarm, dan central
lock akan terus bekerja jika accu tetap
terpasang.Akibatnya accu akan kehabisan daya
listriknya. Pasalnya accu tetap mengeluarkan
energi listriknya kendati perangkat elektronik di
mobil tidak sedang dalam proses pemakaian.
Cara Memperbaiki Aki Soak Rusak Dengan
Mudah – Aki yang setiap harinya selalu diforsir
untuk memenuhi kebutuhan listrik pada motor,
tidak boleh sampai salah dalam perawatan. Jika
anda salah dalam merawat aki, bisa saja aki
motor anda bisa cepat soak dan rusak.
Kerusakan aki atau aki soak bisa disebabkan
oleh umur yang memang sudah tua dan ada juga
karena memang perawatan yang salah..
Langsung saja ikuti langkah – langkah berikut
untuk memperbaiki aki rusak atau aki soak
secara mudah dan sederhana
.
1. Sediakan dulu air sedikit panas (diatas hangat
tetapi dibawah panas)

2. Buka semua penutup cairan aki, kemudian
buang semua isinya. Hati-hati kalo bisa jangan
sampai kena kulit, karena air aki tersebut bisa
menyebabkan gatal yang lumayan.

3. Setelah terkuras habis, masukan air yang
sedikit panas tersebut. Isi setengahnya saja,
kemudian tutup semua lubangnya kembali
dengan penutup semula.

4. Kocok-kocok aki tersebut hingga air yang ada
didalamnya berubah warna menjadi hitam .
Tujuan dari pengocokan aki tersebut adalah
untuk membuang hasil sisa reaksi yang
menempel di element akidan di dasar box aki.
Disamping itu, pemberian air sedikit panas
tersebut berfungsi untuk menghidupkan kembali
element yang sudah mati atau mati suri.

5. Jika air yang ada didalam aki sudah terlalu
hitam dan pekat, anda bisa membungnya dulu,
kemudian mengulanginya lagi dari tahap 3.

6. Ulangi terus hingga kotoran hasil reaksi yang
ada didalam aki bersih.

7. Jika dirasa sudah bersih , maka langkah
terakhir, anda bisa memasukan air aki jenis
Zuur.

8. Setelah selesai, pasang aki pada motor anda.
Tapi ingat, jangan langsung menggunakan untuk
menstarter mesin motor anda,tetapi diamkan
dulu sambil motor tersebut digunakan.
Haltersebut bertujuan untuk mengisi arus listrik
dulu ke aki.

Aki atau accu yang sering soak belum tentu
rusak, karena bisa jadi perangkat pendukung
kerja akinya yang bermasalah, jadi tidak usah
panik atau langsung mengganti dengan yang
baru.

Hal seperti ini dapat dihindari, jika bisa
mendeteksi lebih awal kerusakan yang terjadi
pada aki. Anda dapat gunakan hidrometer
sebagai alat pendeteksinya atau alat pendeteksi
sederhana, seperti multitester, serta ikuti
langkah-langkah berikut :

- Gunakan hidrometer untuk mendeteksi kadar
asam dan berat jenis air aki. Pada tabung
hidrometer terdapat tiga warna yang masing-
masing punya arti sendiri, yakni warna hijau
menandakan kadar asam dan berat jenis air aki
terlalu ringan, akibatnya listrik yang dikirim ke
aki tak bisa disimpan lama, jika berwarna putih
menandakan air aki bagus berarti sistem
pengisiannya normal, sedangkan warna merah
berarti kerja alternator dan regulator terlalu
banyak memasok setrum (overcharge) pada aki.

- Apabila tidak ada alat deteksi, lakukan cara
deteksi yang sederhana, yakni nyalakan mesin
dan copot terminal aki positif, jika mesin tetap
hidup, berarti alternator dan regulator bekerja
normal.

- Jangan sekali-kali melepas terminal aki negatif
(massa) karena salah satu kabel massa di
regulator tak akan tahan menanggung daya
berlebihan.

- Alternatif alat deteksi yang lain dengan
menggunakan multitester (voltmeter).
Gunakanmultitester pada arus DC di angka 50
Volt. Nyalakan mesin dan hubungkan jarum
merah multitester pada kepala aki positif dan
jarum hitam di kepalaaki negatif. Jarum harus
menunjukkan angka 13,8 - 14,8 volt, jika kurang
atau lebih berarti ada masalah pada alternator
dan regulator.

- Untuk mengetahui alternator dan regulator
bermasalah atau tidak, dapat dilacak dengan
cara memosisikan kunci kontak ON tanpa mesin
dinyalakan. Kemudian gunakan obeng atau
sesuatu yang bisa menghantarkan listrik.

- tempelkan batang obeng pada puli alternator,
jika ada gaya tarik magnet berarti alternator
normal, hal itu berarti regulator yang
bermasalah. Sebaliknya jika alternator tidak
mengandung magnet, kemungkinan lain
arangalternator aus dan menipis, sehingga tak
mampu lagi menghasilkan listrik.

I. Discharge / Under Charge :
Yaitu Kondisi kapasitas battery yang kurang,
sebagai akibat ketidak seimbangan anatar
pengeluaran arus dengan pengisian kembali.
Penyebab battery discharge a.l. :

1. Arus ampere pengisian pada charging system
kendaraan kurang , (tidak mencukupi) dari
standar arus pengisian yang dibutuhkan battery
2. Tidak seimbangnya kondisi antara
penggunaan battery untuk starter dengan waktu
hidup mesin (banyak starter).
3. Penambahan aksesoris yang berlebihan (tidak
sesuai dengan kapa – sitas battery yang
terpasang pada kendaraan).
4. Battery yang sudah terpasang pada
kendaraan / dalam kondisi Wet charge,
didiamkan dalam jangka waktu yang lama

II. Over Charge :
Yaitu kerusakan pada plate – plate dan
separator battery, sebagai akibat kelebihan arus
pengisian, yang menyebabkan plate dan
separator battery sehingga tidak dapat
menyimpanstroom.

Penyebab battery over charge diantaranya :

1. Arus ampere pengisian pada charging system
kendaraan terlalu besar dari standar arus
pengisian yang dibutuhkan battery.

2. Pada saat penambahan elektrolite, banyak
menggunakanaccu-zuur, sehingga elektrolite
dalam bettery menjadi pekat.

3. Pada waktu melakukan penambahan stroom
diluart kendaraan (charge) , menggunakan
ampere pengisian yang besar dalam jangka
waktu yang lama.

III. Sulfation :

Yaitu kerusakan pada plate – plate battery
sebagai akibat battery terlalu lama didiamkan
dalam kondisi kosong ( terlambat penyetruman),
sehingga plate – plate battery tidak dapat
kembali ke kondisi semula.

Penyebab battery sulfation a. l . :

1. Kelalaian dalam penanganan, battery
dibiarkan kosong tanpa adanya penyetruman
kembali.

2. Cairan elektrolite dibiarkan dalam kondisi
kosong ( dibawah garis – lower level ), sehingga
sebagian permukaan plate dan separator tidak
terendam dalam cairan elektrolite yang dalam
jangka waktu tertentu akan mengakibatkan plate
teroksidasi.

Penyebab aki mobil cepat rusak adalah:

1. Hubungan pendek dalam kelistrikan.
2. Suplai arus listrik berlebih dari alternator.
3. Pemasangan peranti di kendaraan yang
memerlukan suplai listrik besar, seperti: audio,
lampu tambahan, dan lainnya (jika beban
pemakaian melebihi kapasitas aki mobil).
4. Alternator lemah, sehingga suplai listrik tidak
maksimal.
5. V-belt alternator kendur.

Secara umum, aki rusak sebelum waktunya
karena beberapa sebab di bawah ini:
1. Panas!
2. Panas di bawah kap atau 'overcharging'
menyebabkan kehilangan air, jaring-jaring positif
lebih cepat korosif atau hubungan pendek plat.
3. Sulfasi (sulfation) karena kehilangan air,
kurang charge (undercharging), atau aki lama
tidak digunakan.
4. Kehilangan daya besar (deep discharges).
Seperti meninggalkan mobil dengan lampu
menyala.
5. Penggunaan yang salah atau menggunakan
daya aki yang terlalu kecil, sehingga
menyebabkan kehilangan daya lebih dari 10%
6. Getaran yang terlalu besar karena pengunci
aki yang longgar.
7. Menggunakan air tak sesuai standar sehingga
menyebabkan kalsium sulfat.
8. Membeku karena baterai tidak ada daya.
Tanda-tandanya jumlah air aki mobil anda lebih
cepat habis jika dibanding jumlah air aki mobil
teman anda. Berikut ini beberapa penyebabnya :
Ada kebocoran pada aki Apabila terdapat
keretakan pada kotak aki maka air aki akan
merembes ke luar. Dalam hal tersebut aki harus
diganti atau direparasi.

Aki dimuati melebihi batas. Hal ini karena
penyetelan regulator tegangan kurang tepat
sehingga pemuatan melampaui batas. Jika ini
terjadi maka air aki akan menjadi panas
sehingga air aki akan meluap dan mengalir ke
luar melalui tutup-tutup aki. Dengan demikian
maka air aki akan cepat berkurang dengan
cepat. Disamping itu, lampu-lampu akan cepat
mati dan kontak-kontak pemutus arus yang ada
dalam distributor akan cepat menjadi kasar.
Aki yang sering soak belum tentu rusak, karena
bisa jadi perangkat pendukung kerja aki yang
bermasalah. Oleh karena itu jangan keburu
mengganti aki, periksa dulu penyebab
kerusakannya. Gunakan hidrometer sebagai alat
pendeteksinya atau alat pendeteksi sederhana
seperti multitester.

Langkah-langkahnya :
Gunakan hidrometer untuk mendeteksi kadar
asam dan berat jenis air aki. Pada tabung
hidrometer terdapat tiga warna yang masing-
masing punya arti tersendiri. Warna hijau
menandakan kadar asam dan berat jenis air aki
terlalu ringan, akibatnya listrik yang dikirim ke
aki tak bisa disimpan lama. Warna putih
menandakan air aki bagus berarti system
pengisian bekerja normal. Warna merah berarti
kerja alternator dan regulator terlalu banyak
memasok setrum ( overcharge ) pada aki.
Apabila tidak ada alat deteksi, lakukan cara
deteksi yang sederhana. Nyalakan mesin dan
copot terminal aki positif. Jika mesin tetap
hidup, berarti alternator dan regulator bekerja
normal. Awas ! jangan sekali-sekali melepas
terminal aki negatif ( massa ) karena salah satu
kabel masa di regulator tak akan tahan
menanggung daya berlebihan.

Alternatif alat deteksi yang lain dengan
menggunakan multitester ( voltmeter ). Gunakan
multitester pada arus DC di angka 50 volt.
Nyalakan mesin dan hubungkan jarum merah
multitester pada kepala aki positif dan jarum
hitam di kepala aki negatif. Jarum harus
menunjukkan angka 13,8–14,8 volt. Jika kurang
atau lebih berarti masalah ada pada alternator
dan regulator.

Pengecekan regulator dan alternator bermasalah
atau tidak dapat dilacak dengan cara posisikan
kunci kontak ON tanpa mesin dinyalakan.
Kemudian gunakan obeng atau sesuatu yang
bisa menghantarkan listrik. Tempelkan batang
obeng pada puli alternator, jika ada gaya tarik
magnet berarti alternator normal. Hal itu berarti
regulator yang bermasalah. Sebaliknya jika
alternator tidak mengandung magnet,
kemungkinan lain arang alternator aus dan
menipis sehingga tak mampu lagi menghasilkan
listrik.

Dalam aki terdapat elemen dan sel untuk
penyimpan arus yang mengandung asam sulfat
(H2SO4). Tiap sel berisikan pelat positif dan
pelat negatif Pada pelat positif terkandung oksid
timah coklat (Pb 02), sedangkan pelat negative
mengandung timah (Pb).

Pelat-pelat ditempatkan pada batang
penghubung. Pemisah atau separator menjadi
isolasi diantara pelat itu, dibuat agar baterai acid
mudah beredar disekeliling pelat.

Bila ketiga unsur kimia ini berinteraksi,
muncullah arus listrik.Yang kita tahu dalam
dunia otomotif aki adalah sumber tenaga/
simber arus yang di butuh kan oleh kendaraan
bermotor.Ternyata aki hanyalah sebagai tempat
cadangan/tampungan arus listrik.

Baterai adalah suatu proses kimia listrik, dimana
pada saat pengisian/cas/charge energi listrik
diubah menjadi kimia dan saat pengeluaran/
discharge energi kimia diubah menjadi energi
listrik.Baterai (dalam hal ini adalah aki ; aki
mobil/motor) terdiri dari sel-sel dimana tiap sel
memiliki tegangan sebesar 2 V, artinya aki mobil
dan aki motor yang memiliki tegangan 12 V
terdiri dari 6 sel yang dipasang secara seri (12 V
= 6 x 2 V) sedangkan aki yang memiliki tegangan
6 V memiliki 3 sel yang dipasang secara seri (6 V
= 3 x 2 V)
.
Antara satu sel dengan sel lainnya dipisahkan
oleh dinding penyekat yang terdapat dalam bak
baterai, artinya tiap ruang pada sel tidak
berhubungan karena itu cairan elektrolit pada
tiap sel juga tidak berhubungan (dinding pemisah
antar sel tidak boleh ada yang bocor/merembes).
Di dalam satu sel terdapat susunan pelat pelat
yaitu beberapa pelat untuk kutub positif (antar
pelat dipisahkan oleh kayu, ebonit atau plastik,
tergantung teknologi yang digunakan) dan
beberapa pelat untuk kutub negatif. Bahan aktif
dari plat positif terbuat dari oksida timah coklat
(PbO2) sedangkan bahan aktif dari plat negatif
ialah timah (Pb) berpori (seperti bunga karang).
Pelat-pelat tersebut terendam oleh cairan
elektrolit yaitu asam sulfat (H2SO4).

Saat baterai mengeluarkan arus
1. Oksigen (O) pada pelat positif terlepas karena
bereaksi/bersenyawa/bergabung dengan
hidrogen (H) pada cairan elektrolit yang secara
perlahan-lahan keduanya bergabung/berubah
menjadi air (H20).
2. Asam (SO4) pada cairan elektrolit bergabung
dengan timah (Pb) di pelat positif maupun pelat
negatif sehigga menempel dikedua pelat
tersebut.
Reaksi ini akan berlangsung terus sampai isi
(tenaga baterai) habis alias dalam keadaan
discharge.
Pada saat battery dalam keadaan discharge
maka hampir semua asam melekat pada pelat-
pelat dalam sel sehingga cairan eletrolit
konsentrasinya sangat rendah dan hampir melulu
hanya terdiri dari air (H2O), akibatnya berat jenis
cairan menurun menjadi sekitar 1,1 kg/dm3 dan
ini mendekati berat jenis air yang 1 kg/dm3.
Sedangkan baterai yang masih berkapasitas
penuh berat jenisnya sekitar 1,285 kg/dm3. Nah,
dengan perbedaan berat jenis inilah kapasitas isi
battery bisa diketahui apakah masih penuh atau
sudah berkurang yaitu dengan menggunakan alat
hidrometer. Hidrometer ini merupakan salah satu
alat yang wajib ada di bengkel aki (bengkel yang
menyediakan jasa setrum/cas aki ). Selain itu
pada saat baterai dalam keadaan discharge
maka 85% cairan elektrolit terdiri dari air (H2O)
dimana air ini bisa membeku, bak baterai pecah
dan pelat-pelat menjadi rusak.

Air memiliki berat jenis 1 kg/dm3 (1 kg per 1000
cm3 atau 1 liter) dan asam sulfat memiliki berat
jenis 1,285 kg/dm3 pada suhu 20 derajat
Celcius.kg = kilogramdm3 = decimeter kubik =
litercm3 = centimeter kubik / cc (centimeter
cubic)1 dm = 1 liter = 1000 cm3 = 1000 cc
Saat baterai menerima arus
Battery yang menerima arus adalah baterai yang
sedang disetrum/dicas alias sedang diisi dengan
cara dialirkan listrik
DC , dimana kutup positif battery dihubungkan
dengan arus listrik positif dan kutub negatif
dihubungkan dengan arus listrik negatif.

Tegangan yang dialiri biasanya sama dengan
tegangan total yang dimiliki baterai, artinya
baterai 12 V dialiri tegangan 12 V DC, baterai 6 V
dialiri tegangan 6 V DC, dan dua baterai 12 V
yang dihubungkan secara seri dialiri tegangan 24
V DC (baterai yang duhubungkan seri total
tegangannya adalah jumlah dari masing-maing
tegangan baterai: Voltase1 + Voltase2 =
Voltasetotal). Hal ini bisa ditemukan di bengkel
aki dimana ada beberapa baterai yang
duhubungkan secara seri dan semuanya disetrum
sekaligus. Berapa kuat arus (ampere) yang harus
dialiri bergantung juga dari kapasitas yang
dimiliki baterai tersebut (penjelasan tentang ini
bisa ditemukan di bagian bawah).

Konsekuensinya, proses penerimaan arus ini
berlawanan dengan proses pengeluaran arus,
yaitu :1. Oksigen (O) dalam air (H2O) terlepas
karena bereaksi/bersenyawa/bergabung dengan
timah (Pb) pada pelat positif dan secara
perlahan-lahan kembali menjadi oksida timah
colat (PbO2).2. Asam (SO4) yang menempel
pada kedua pelat (pelat positif maupun negatif)
terlepas dan bergabung dengan hidrogen (H)
pada air (H2O) di dalam cairan elektrolit dan
kembali terbentuk menjadi asam sulfat (H2SO4)
sebagai cairan elektrolit. Akibatnya berat jenis
cairan elektrolit bertambah menjadi sekitar 1,285
(pada baterai yang terisi penuh).

Cairan elektrolit

Pelat-pelat baterai harus selalu terendam cairan
elektrolit, sebaiknya tinggi cairan elektrolit 4 - 10
mm diatas bagian tertinggi dari pelat. Bila
sebagian pelat tidak terendam cairan elektrolit
maka bagian pada pelat yang tidak terendam
tersebut akan langsung berhubungan dengan
udara akibatnya bagian tersebut akan rusak dan
tak dapat dipergunakan dalam suatu reaksi kimia
yang diharapkan, contoh, sulfat tidak bisa lagi
menempel pada bagian dari pelat yang rusak,
sebab itu bisa ditemukan konsentrasi sulfat yang
sangat tinggi dari ruang sel yang sebagian
pelatnya sudah rusak akibat sulfat yang sudah
tidak bisa lagi bereaksi dengan bagian yang
rusak dari pelat. Oleh karena itu kita harus
memeriksa tinggi cairan elektrolit dalam baterai
kendaraan bermotor setidaknya 1 bulan sekali
(kalau perlu tiap 2 minggu sekali agar lebih
aman) karena senyawa dari cairan elektrolit bisa
menguap terutama akibat panas yang terjadi
pada proses pengisian (charging), misalnya
pengisian yang diberikan oleh alternator.

Bagaimana jika cairan terlalu tinggi? Ini juga
tidak baik karena cairan elektrolit bisa tumpah
melalui lubang-lubang sel (misalnya pada saat
terjadi pengisian) dan dapat merusak benda-
benda yang ada disekitar baterai akibat korosi,
misalnya sepatu kabel, penyangga/dudukan
baterai, dan bodi kendaraan akan terkorosi,
selain itu proses pendinginan dari panasnya
cairan elektrolit baterai oleh udara yang ada
dalam sel tidak efisien akibat kurangnya udara
yang terdapat di dalam sel, dan juga asam sulfat
akan berkurang karena tumpah keluar; bila asam
sulfat berkurang dari volume yang seharusnya
maka kapasitas baterai tidak akan maksimal
karena proses kimia yang terjadi tidak dalam
keadaan optimal sehingga tenaga/kapasitas yang
bisa diberikan akan berkurang, yang sebelumnya
bisa menyuplai -katakanlah- 7 ampere dalam
satu jam menjadi kurang dari 7 ampere dalam
satu jam, yang sebelumnya bisa memberikan
pasokan tenaga sampai -katakanlah- 1 jam kini
kurang dari 1 jam isi/tenaga baterai sudah
habis.

Penyulfatan

Battery , digunakan ataupun tidak, akan
mengeluarkan isinya (maksudnya tenaga baterai
keluar/berkurang bukan cairan elektrolit). Bila
sedang tidak digunakan maka pengeluaran
tersebut terjadi secara perlahan yang biasa
disebut pengeluaran isi sendiri (self discharge).
Cepat atau lambatnya pengeluaran dipengaruhi
oleh beberapa faktor diantaranya adalah suhu
elektrolit. Sebuah baterai tak terpakai yang berisi
penuh akan habis isinya dalam jangka waktu 3
bulan jika elektrolit memiliki suhu 40 derajat
Celcius, sedangkan makin dingin suhunya maka
makin lambat isi berkurang, contoh, elektrolit
yang bersuhu 20 derajat Celcius isinya hanya
akan hilang setengah bagian (50%) dalam 3
bulan, dan yang bersuhu 15 derajat Celcius
isinya hanya akan berkurang sebesar 7-8%
dalam 3 bulan.

Baterai yang sedang mengeluarkan isinya sendiri
secara perlahan akan menyulfat. Maksud
penyulfatan adalah sulfat timah (PbSO4) yang
terbentuk selama pengeluaran membuat bahan
aktif menjadi keras dan mati.

Penyulfatan kadang-kadang bisa dihilangkan
dengan pengisian lambat (slow charge) sehingga
bagian-bagian dari timah sulfat (PbSO4)
mencapai harga yang normal. Penyulfatan yang
sudah terlalu banyak pada satu baterai tidak
mungkin dihilangkan, baterai ini harus diganti.
Penggantian cairan elektrolit (biasa dikenal
dengan pengurasan) tidak akan membantu atau
tidak akan banyak membantu karena yang sudah
rusak disini adalah pelat-pelatnya, kalaupun
berhasil memiliki kapasitas setelah dikuras,
dalam waktu yang sangat singkat (tergantung
pada tingkat kerusakan pelat-pelatnya) baterai
akan lemah (drop) kembali.

Mengatasi penyulfatan

1. Baterai yang tak terpakai disimpan pada
ruangan yang bersuhu rendah (suhu yang lebih
dingin).
2. Baterai yang tak terpakai diisi dengan arus
pengisian yang sangat rendah yaitu dengan
pengisian perawatan (maintenance charge)
sampai penuh, ATAU, baterai diisi secara teratur
tiap bulan.Pada nomor 2, metode yang paling
baik adalah dengan pengisian perawatan
(maintenance charge), artinya Anda harus
memiliki alat pengisi (charger) (lebih baik lagi
kalau kuat arus dari alat tersebut bisa Anda atur
kuat lemahnya) yang secara otomatis
menghentikan proses pengisian jika baterai
sudah terisi penuh dan kembali menghidupkan
proses pengisian jika isi baterai mulai berkurang
(memiliki fitur deteksi). Jika tidak ada fitur
otomatisasi maka terpaksa yang Anda lakukan
adalah mengisi baterai secara penuh
menggunakan pengisian lambat (slow charge)
tiap bulan. Terpaksa disini disebabkan karena
baterai yang sudah terisi penuh tidak akan
bertambah lagi isinya walaupun tetap terus diisi,
selain itu baterai yang terisi penuh akan kian
bertambah panas bila terus diisi/disetrum
(overcharging) sehingga beresiko merusaknya,
ditambah lagi dengan terjadinya penguapan gas,
dan terutama bahaya kemungkinan meledak
yang pada akhirnya merusak baterai secara total
(sama sekali tidak bisa dipergunakan) dan
bahkan berbahaya bagi orang yang ada
disekelilingnya jika cairan asam dari baterai
muncrat dan mengenai orang tersebut! Ingat,
cairan asam bisa mengorosi/merusak plat besi,
apalagi daging manusia! Termasuk juga cairan
accu zur (cairan yang disikan pada baterai baru
yaitu saat pertama kali diisi) cukup korosif! Jadi
berhati-hatilah jika berhubungan dengan cairan
accu zur terlebih lagi cairan yang telah ada
dalam baterai!

Battery Capacity

Kapasitas baterai adalah jumlah ampere jam (Ah
= kuat arus/Ampere x waktu/hour), artinya
baterai dapat memberikan/menyuplai sejumlah
isinya secara rata-rata sebelum tiap selnya
menyentuh tegangan/voltase turun (drop
voltage) yaitu sebesar 1,75 V (ingat, tiap sel
memiliki tegangan sebesar 2 V; jika dipakai
maka tegangan akan terus turun dan kapasitas
efektif dikatakan sudah terpakai semuanya bila
tegangan sel telah menyentuh 1,75 V). Misal,
baterai 12 V 75 Ah. Baterai ini bisa memberikan
kuat arus sebesar 75 Ampere dalam satu jam
artinya memberikan daya rata-rata sebesar 900
Watt (Watt = V x I = Voltase x Ampere = 12 V x
75 A). Secara hitungan kasar dapat menyuplai
alat berdaya 900 Watt selama satu jam atau alat
berdaya 90 Watt selama 10 jam, walaupun pada
kenyataannya tidak seperti itu (dijelaskan di
bawah ini). Kembali ke kapasitas baterai, pada
kendaraan bermotor kapasitas ini bisa
dianalogikan sebagai volume maksimal tangki
bahan bakar namun yang membuat berbeda
adalah kapasitas pada baterai bisa berubah-
ubah dari nilai patokannya, jadi mirip tangki
bahan bakar mobil yang bahannya terbuat dari
karet. Sebagai ilustrasi saya beri contoh balon
karet, isinya bisa besar jika terus dimasukkan
udara atau bisa juga kecil jika udara yang ditiup
sedikit saja. Nah, kapasitas baterai juga tidak
tetap, mirip contoh balon karet tadi, dimana ada
tiga faktor yang menentukan besar kecilnya
kapasitas baterai yaitu :

Jumlah bahan aktif

Makin besar ukuran pelat yang bersentuhan
dengan cairan elektrolit maka makin besar
kapasitasnya; makin banyak pelat yang
bersentuhan dengan cairan elektrolit maka makin
besar kapasitasnya. Jadi untuk mendapatkan
kapasitas yang besar luas pelat dan banyaknya
pelat haruslah ditingkatkan, dengan catatan
bahwa pelat haruslah terendam oleh cairan
elektrolit. Dari sini Anda kembali bisa menyadari
betapa pentingnya bagi pelat-pelat agar
terendam oleh cairan elektrolit karena bagian
dari pelat yang tidak terendam sama sekali tidak
akan berfungsi bagi peningkatan kapasitas!

Temperatur

Makin rendah temperatur (makin dingin) maka
makin kecil kapasitas baterai saat digunakan
karena reaksi kimia pada suhu yang rendah
makin lambat tidak peduli apakah arus yang
digunakan tinggi atapun rendah. Kapasitas
baterai biasanya diukur pada suhu tertentu,
biasanya 25 derajat Celcius.

Waktu dan arus pengeluaran

Pengeluaran lambat (berupa pengeluaran arus
yang rendah) mengakibatkan waktu pengeluaran
juga diperpanjang alias kapasitas lebih tinggi.
Kapasitas yang dinyatakan untuk baterai yang
umum pemakaiannya pada pengeluaran tertentu,
biasanya 20 jam. Contoh: Baterai 12 V 75 Ah
bisa dipakai selama 20 jam jika kuat arus rata-
rata yang digunakan dalam 1 jam adalah 3,75
Ampere (75 Ah / 20 h), sedangkan bila digunakan
sebesar 5 Ampere maka waktu pemakaian
bukannya 15 jam (75 Ah / 5 A) tapi lebih kecil
yaitu 14 jam, sedangkan pada penggunaan
Ampere yang jauh lebih besar, yaitu 7,5 Ampere
maka waktu pemakaian bukan 10 jam (75 A / 7,5
A) tapi hanya 7 jam!Hal ini bisa menjadi
jawaban bagi mereka yang menggunakan UPS,
misal 500 VA atau 500 Watt.hour, yang mana
baterai UPS hanya bertahan lebih kurang 5 - 15
menit untuk komputer yang memerlukan daya
250 Watt, padahal kalau berdasarkan hitungan
kasar seharusnya bisa bertahan selama 2 jam
(500 Watt.hour / 250 Watt).Saya beri satu
contoh nyata, sebuah aki kering 12 V dan 18 Ah
mencantumkan nilai spesifikasi sebagai
berikut :20 hr @ 0,9 A = 18 A5 hr @ 3,06 A =
15,3 A1 hr @ 10,8 A = 10,8 A1/2 hr @ 18 A = 9
AJika dilihat dari spesifikasi maka aki ini
memiliki kapasitas efektif sebesar 18 Ah namun
suplai dari aki sebenarnya hanya bisa dilakukan
selama :- 20 jam jika kuat arus yang dipakai
hanya sebesar 0,9 A untuk tiap jam artinya
hanya memakai daya sebesar 10,8 Watt/jam (12
V x 0,9 A) -->Kapasitas = 18 Ah (0,9 A x 20
hour)- 5 jam jika kuat arus yang dipakai 3,06 A
atau berdaya 36,72 Watt/jam (12 V x 3,06 A) --
>Kapasitas = 15,3 Ah (3,06 A x 5 hour)- 1 jam
jika kuat arus yang dipakai 10,8 A atau berdaya
129,6 Watt/jam (12 V x 10,8 A) -->Kapasitas =
10,8 Ah (10,8 A x 1 hour)- 1/2 jam jika kuat arus
yang dipakai sama dengan kapasitas efektifnya
yang 18 Ah atau berdaya 216 Watt/jam (12 V x
18 A) -->Kapasitas = 9 Ah (18 A x 0,5 hour)Dari
sini Anda sudah bisa menyimpulkan bahwa
makin rendah arus yang dikeluarkan/
dipergunakan maka baterai mampu menyuplai
dalam waktu yang lebih panjang artinya
kapasitas baterai bisa sama persis dengan
kapasitas efektif sebesar 18 Ah bila
menggunakan kuat arus seperduapuluh dari
kapasitas efektifnya (1/20 x 18 A) dan
sebaliknya semakin besar pemakaian arus makin
kecil pula kapasitas baterai yang bahkan bisa
cuma mencapai 9 Ah.Saya pribadi tidak tahu
persis apa rumus yang bisa menghitung
hubungan flukutasi arus dengan kapasitas yang
dihasilkannya tapi secara kasar -berdasarkan
data diatas- pemakain arus sebesar 60% dari
kapasitas efektifnya akan bertahan selama 1
jam. Jadi untuk mendapatkan kapasitas baterai
yang bisa menyalakan peralatan berdaya 300
Watt selama satu jam digunakan perhitungan
berikut :- Dapatkan ukuran Ampere, yaitu 25 A
(Ampere (I) = Daya / Voltase = P / V = 300 / 12
= 25)- Kapasitas efektif dari baterai yang dicari
adalah 41,67 Ah (Ampere / 60% = 25 x 100 / 60).
Pengisian baterai/Cas aki /Accu charging
Pengisian arus dialirkan berlawanan dengan
waktu pengeluaran isi yang berarti juga bahwa
beban aktif dan elektrolit diubah supaya energi
kimia bateari mencapai maksimum.

Ada tiga metode pengisian bateari :

1. Pengisian perawatan (maintenance charging)
digunakan untuk mengimbangi kehilangan isi
(self discharge), dilakukan dengan arus rendah
sebesar 1/1000 dari kapasitas baterai. Ini biasa
dilakukan pada baterai tak terpakai untuk
melawan proses penyulfatan. Bila baterai
memiliki kapasitas 45 Ah maka besarnya arus
pengisian perawatan adalah 45 mA (miliAmpere).
2. Pengisian lambat (slow charging) adalah
suatu pengisian yang lebih normal. Arus
pengisian harus sebesar 1/10 dari kapasitas
baterai. Bila baterai memiliki kapasitas 45 Ah
maka besarnya arus pengisian lambat adalah 4,5
A. Waktu pengisian ini bergantung pada
kapasitas baterai, keadaan baterai pada
permulaan pengisian, dan besarnya arus
pengisian. Pengisian harus sampai gasnya mulai
menguap dan berat jenis elektrolit tidak
bertambah walaupun pengisian terus dilakukan
sampai 2 - 3 jam kemudian.
3. Pengisian cepat (fast charging) dilakukan
pada arus yang besar yaitu mencapai 60 - 100 A
pada waktu yang singkat kira-kira 1 jam dimana
baterai akan terisi sebesar tiga per empatnya.
Fungsi pengisian cepat adalah memberikan
baterai suatu pengisian yang memungkinkannya
dapat menstarter motor yang selajutnya
generator memberikan pengisian ke baterai.
Hal-hal lain tentang baterai
Baterai yang terawat dengan baik dapat
berfungsi sampai beberapa tahun, sebaliknya jika
tak terawat, baterai bisa diganti kurang dari satu
tahun! Pemegang baterai yang longgar bisa
menyebabkan baterai tak tahan lama, kabel
starter yang rusak dapat mengakibatkan
hubungan singkat sehingga baterai cepat rusak,
dan baterai yang kotor dapat menyebabkan arus
hilang terutama pada kondisi cuaca yang
lembab.

Gas-gas yang menguap pada waktu pengisian
baterai dapat meledak sehingga menggunakan
api pada ruangan dimana baterai diisi terlarang
keras! Selain itu ruangan baterai harus
dilengkapi dengan ventilasi yang baik untuk
mencegah timbulnya karat karena adanya gas
asam sulfur. Campuran timah pada baterai
selalu beracun karena itu diperlukan kebersihan
dan kehati-hatian ekstra.

Memeriksa kondisi batere tidak bisa hanya
dengan mengukur tinggi tegangan/voltase yang
dihasilkan tapi juga harus dengan memberikan
beban pada baterai tersebut.

Bila mengunakan baterai lebih dari satu dimana
kondisinya secara keseluruhan sudah lemah
maka seluruh baterai harus diganti jadi tidak
bisa hanya sekedar mengganti baterai yang
sudah lemah saja! Karena jika sebagian diganti
dan sebagian lain masih menggunakan baterai
yang lama maka peralatan listrik akan
menggunakan karakteristik dari baterai terlemah
yaitu baterai lama yang masih dipakai dan
berakibat penggantian baterai yang lebih cepat;
dalam jangka panjang biayanya justru lebih
tinggi daripada mengganti seluruh baterai sedari
awal.

Selain itu alat pengisi baterai (charger) akan
melihat keseluruhan baterai sebagai satu
kesatuan baterai sehingga baterai lama ada
kemungkinan bisa mengalami overcharging dan
baterai baru mengalami undercharging yang
pada akhirnya mengakibatkan kerusakan baterai
secara total terlebih lagi hasil dari baterai
gabungan tersebut menyebabkan peralatan listrik
tidak bekerja/berjalan secara memadai.
Aki kering maupun basah memiliki prinsip kerja
yang sama termasuk pengisian arusnya. Jadi
substitusi dimungkinkan terjadi namun perlu
diperhatikan karakteristik dari peralatan yang
menggunakannya dan sistem yang ada.

Definisi Aki. Aki atau Storage Battery adalah
sebuah sel atau elemen sekunder dan
merupakansumber arus listrik searah yang dapat
mengubah energy kimia menjadi energy listrik.
Aki termasuk elemen elektrokimia yang dapat
mempengaruhi zat pereaksinya, sehingga disebut
elemen sekunder. Kutub positif aki menggunakan
lempeng oksida dan kutub negatifnya
menggunakan lempeng timbale sedangkan
larutan elektrolitnya adalah larutan asam sulfat.
Ketika aki dipakai, terjadi reaksi kimia yang
mengakibatkan endapat pada anode (reduksi)
dan katode (oksidasi). Akibatnya,dalam waktu
tertentu antara anode dan katode tidak ada
bedapotensial, artinya aki menjadi kosong.
Supaya aki dapat dipakai lagi, harus diisi dengan
cara mengalirkan arus listrik kea rah yang
berlawanan dengan arus listrik yang dikeluarkan
aki itu. Ketika aki diisi akan terjadi pengumpulan
muatan listrik.

Pengumpulan jumlah muatan listrik dinyatakan
dalam ampere jam disebut tenaga aki. Pada
kenyataannya, pemakaian aki tidak dapat
mengeluarkan seluruh energy yang tersimpan aki
itu. Oleh karenanya, aki mempunyai rendemen
atau efisiensi.

Tester Batere Kering (Sel)
Tester batere kering (sel). Tes

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru