Lelaki Ini Terima Surat Suara Berisi Uang Rp 100 Ribu, Suruh Pilih Nomor 1


 Hal itu dilakukan Samsidar, setelah mendapati uang Rp 100.000 yang terselip dalam surat undangan  pemberitahuan pemungutan suara model C6 - KWK dari kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).
“Saya mendapat surat undangan, ada uang Rp 100.00, dan saat dikasih undangan saya dipesan untuk memilih nomor satu,” kata Samsidar kepada wartawan, Senin (13/2/17) di Kantor Panwaslih Aceh Barat.
Dia mengaku mendapat surat undangan pemberitahuan pemungutan suara pada Minggu (12/2/17) petang, sekitar pukul 16.00 WIB diantar oleh seorang perempuan ER warga desa yang disebut-sebut sebagai anggota KPPS.

“Saat memberikan undangan yang antar hanya minta tolong pilih nomor satu itu saja," sebutnya.
Namun, Samsidar mengaku tidak mengetahui nomor satu pasangan mana yang harus dipilih, apakah nomor satu di calon bupati atau calon gubernur.
"Karena hanya dibilang tolong nomor satu saja,” ucapnya.
Sementara itu Romi Juliansyah, Ketua Panwaslih Kecamatan Johan Pahlawan mengaku pihaknya telah menerima laporan dari salah satu warga Desa Ujong Baroh terkait dugaan politik uang.
Kini barang bukti uang Rp 100.000 yang berupa pecahan Rp 50.000 sebanyak dua lembar beserta fotocopy surat undangan pemberitahuan pemungutan suara model C 6 sudah diamankan untuk diproses sesuai dengan undang-undang pemilukada.
“Laporan sudah kami terima dan nanti akan kami teruskan ke Panwaslih Kabupaten, nanti akan kita panggil pelapor kembali dan yang memberikan uang untuk kita periksa, kalau benar ini politik uang maka pelaku akan terjerat undang-undang pemilukada,” ujarnya.
Empat Warga Ditangkap Diduga Lakoni Politik Uang
Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menangkap empat orang yang diduga melakukan politik uang untuk memenangkan calon tertentu pada Pemilihan Kepala Daerah Sulawesi Barat 2017.
Pelaku ditangkap karena membagi-bagikan uang Rp 200.000 kepada warga untuk memengaruhi sikap pemilih.
Kasus ini sementara masih dalam penyelidikan Panwaslih Polewali Mandar.
Pelaku ditangkap di Dusun Tiga, Desa Mombi, Kecamatan Alu. Tiga di antaranya berstatus sebagai saksi, sedangkan seorang lainnya sebagai terlapor.
Setelah mendapat laporan warga, Panwaslih melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap keempat warga yang diduga sebagai pelaku.
Berdasarkan laporan dari masyarakat yang telah menerima sejumlah uang, pelaku merupakan relawan dari salah satu pasang calon gubernur dan wakil gubernur.
Barang bukti yang diamankan berupa uang ratusan ribu rupiah serta kartu salah satu calon kepala daerah.

Anggota Panwaslih Polewali Mandar, Arham Syah, mengatakan, tim penegakan hukum terpadu pilkada akan menggelar rapat kooordinasi untuk menilai apakah kasus ini termasuk politik uang atau tidak.
"Pelakunya sedang kita periksa. Hasilnya nanti akan diketahui setelah rapat koordinasi tim Gakumdu," kata Arham, Senin (13/2/2017).
Untuk sementara, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Jika pelaku terbukti melanggar Undang-Undang 10 Tahun 2016 Pasal 187A, mereka terancam hukuman dua tahun penjara dan denda sebanyak Rp 200 juta.
Polri Waspadai Upaya Intimidasi dan Kampanye Hitam Saat Pilkada
Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian meminta seluruh jajarannya dan pihak penyelenggara pilkada untuk mengawasi potensi kerawanan, seperti intimidasi dan kampanye hitam, jelang pilkada serentak pada 15 Februari 2017.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberikan keterangan terkait Sistem Penanganan Perkara Pidana Terpadu berbasis Teknologi Informasi, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).
Tito menuturkan, Polri telah menerima informasi adanya aksi intimidasi dalam bentuk pemaksaan kepada masyarakat untuk memilih pasangan calon tertentu di beberapa daerah, termasuk DKI Jakarta.
"Hari ini saya minta pada Kapolda, Pangdam, Panwaslu dan KPU, supaya mereka mengeluarkan statement mewaspadai potensi kerawanan," ujar Tito saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).

"Contoh, kami dapat info pada 15 Februari akan ada massa yang mengajak ramai-ramai mencoblos paslon tertentu dari tempat ibadah," kata dia.
Tito menuturkan, segala bentuk pemaksaan atau pesan intimidasi merupakan pelanggaran hukum. Kepolisian tidak akan segan menindak siapa pun yang melakukan hal tersebut.
Menurut Tito, kepolisian akan memperkuat penjagaan di setiap tempat pemungutan suara (TPS) untuk mencegah adanya intimidasi oleh kelompok-kelompok tertentu.
Hal tersebut untuk menjamin pemilih bisa bebas menentukan berdasarkan keinginannya sendiri tanpa intimidasi.
"Saya sudah perintahkan kepada Kapolda Metro Jaya untuk perkuat pengamanan TPS dan melakukan tindakan tegas bila ada pelanggaran hukum. Kami ingin agar demokrasi ini dilaksanakan dengan prinsip langsung, umum, bebas dan rahasia," kata Tito.
Selain itu, terkait adanya kampanye hitam, Tito memastikan polisi bersama Panwaslu, akan melakukan penelusuran dan penegakan hukum.
Di sisi lain dia juga meminta masyarakat tidak mudah memercayai segala informasi yang beredar tanpa adanya verifikasi. Menurut dia, intensitas penyebaran berita hoax dan fitnah semakin meningkat jelang masa pencoblosan.
"Masyarakat jangan mudah untuk mencerna apa yang ada di media. Tolong lihat betul, klarifikasi, tabayyun, dari sumber-sumber lain benar atau tidak. Tapi prinsipnya sekali lagi, kita kembalikan untuk pihak paslon yang sekarang berkompetisi, silakan berkompetisi secara sehat," ucap Tito.
Sementara dari segi pengamanan, kata Tito, jumlah personel Polri yang akan dikerahkan mencapai 430.000 orang di 101 daerah.
Fokus pengamanan ditujukan pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi seperti Jakarta, Papua Barat, Aceh, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Banten.

Komentar

  1. Laporkan ke polisi kalau itu benar, agar bp tidak kena getahnya...

    BalasHapus
  2. Laporkan ke polisi kalau itu benar, agar bp tidak kena getahnya...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru