LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Selasa, 28 Februari 2017

Jokowi Nekat Bangun Trans Papua, PUPR: Untuk Keadilan

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terbilang nekat karena memutuskan untuk mengebut penyelesaian Jalan Trans Papua yang memiliki panjang 4.330,07 km.

Jalan Trans Papua ini akan menghubungkan Koto Sorong di ujung Provinsi Papua Barat dengan Merauke yang berada di ujung Provinsi Papua.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, kenekatan Presiden Jokowi hanya untuk keadilan dan menyamaratakan perekonomian di Indonesia.

"Satu untuk keadilan, untuk sekarang ini sudah banyak rumah-rumah di pinggiran jalan, jadi selain keadilan untuk kegiatan ekonomi juga," kata Basuki di Komplek Istana, Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Tidak hanya itu, Basuki menyebutkan, pembangunan Jalan Trans Papua juga memberikan kemudahan khususnya akses masyarakat yang selama ini berada di tengah hutan menuju ke kota.

"Dulu kan jalannya hutan berapa hari, sekarang kan walaupun masih ada yang jalan tetapi kan berjalan kaki di jalan, tidak melalui hutan dan tebing yang susah, jadi lebih cepat," tambahnya.

Lanjut Basuki, Jalan Trans Papua juga secara langsung mampu menurunkan biaya logistik di Papua yang selama ini terkenal dengan biaya yang tinggi. Dia mencontohkan, seperti harga semen di Wamena yang dibanderol Rp 2,5 juta per sak ukuran 40 kg.

Menurut Basuki, jika telah Jalan Trans Papua tersambung, maka dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, salah satunya penurunan harga semen.

"Jadi untuk memberikan kesamaan harga untuk semen belum ketemu jurusnya, kita coba nanti dengan tersambungnya nanti dari Mamugu-Batas Batu-Duga-Wamena pasti turun itu harga di Wamena," kata dia.

Basuki mengungkapkan, sampai 2019 target pemerintah terhadap Jalan Trans Papua adalah tersambung dari Sorong-Merauke sepanjang 4.330,07 km dengan lapisan yang beragam, maksudnya jalan sebagian sudah ada yang diaspal, sebagiannya masih urugan pilihan atau tanah japat.

"Jadi sering saya bilang tidak hanya menghubungkan satu tempat dengan tempat lain tapi juga untuk menurunkan kemahalan," tandasnya.

Sampai 2016, Jalan Trans Papua khususnya di Provinsi Papua Barat memiliki panjang 1.070,62 km. Di mana, 1.058,76 km sudah dibangun dan hanya menyisakan 11,86 km. Sedangkan khusus di Provinsi Papua sepanjang 3.259,45 km telah terbangun 2.792,27 km dan masing menyisakan 467,18 km.

0 komentar:

Posting Komentar