FADLI ZON USULKAN ISTILAH "AHOK GATE"

Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon merupakan salah satu anggota yang mengusulkan hak angket 'Ahok-Gate' terkait status Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tidak dinonaktifkan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Fadli menyebut usulan tersebut merupakan tugas konstitusional.

"Kalau pemerintah nyata-nyata melanggar dan ada keputusan dari anggota DPR ya artinya ini normatif, berikutnya ada langkah untuk menyatakan pendapat. Kalau misalnya itu menjadi keputusan mayoritas DPR," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/2/2017).

"Nanti masyarakat juga akan menilai bagaimana perjuangan dari mengedepankan ini. Semua saya kira bagian menegakkkan hukum dan UU," imbuhnya.

Untuk itu dalam paparan angket yang diusulkan Gerindra tertulis menelisik semua dampak ini terhadap kedudukan atau posisi presiden. Fadli menjelaskan perlu mengeksplorasi hal-hal yang berkaitan dengan inkonsistensi yang dilakukan oleh pemerintah.

"Kan namanya satu dugaan terhadap hukum kita mengeksplorasi sebenarnya cukup banyak, karena ini bukan yang pertama. Sebenarnya pengawasan terhadap pemerintah ini kan tugas konstitusional jadi menurut saya tidak ada tugas yang luar biasa. Gak usah ditakutilah, kalau nggak salah kenapa takut," ungkapnya.

Fadli beralasan usulan angket ini karena dampak status terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama berdampak luas. Dia mengatakan jutaan orang sampai turun ke jalan.

"Justru karena berdampak nasional, mempunyai dampak bisa memecah belah. Saya rasa kita bisa merasakan. Bukan persoalan kebhinekaan Tapi hukum yang ditegakkan," ujarnya.

Fadli pun mengatakan beruntung demo jutaan orang itu merupakan fenomena luar biasa. Beruntung, kata dia, berlangsung damai.

"Saya kira itu fenomena luar biasa Alhamdulilah Kita beruntung berlangsung damai tidak seperti di daerah lain. Kan kalau di Allepo itu dimulai dari demonstrasi ada penembakan, krisis, dan seterusnya akhirnya perang. Kita enggak pengen itu terjadi.Pokoknya Kita ingin meneliti pelanggaran UU," bebernya.

Meski begitu belum terpikir usulan untuk melakukan impeachment terhadap presiden. Fadli menyebut hak angket untuk pembuktian pelanggaran pilkada.

"Saya kira tidak sampai kesana. Bisa saja yang mengambil keputusan siapa. Itu kan masih jauhlah," kata dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru