Albertus Patty: Jangan Gunakan Gereja Sebagai Tempat untuk Berkampanye

Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Pendeta Dr. Albertus Patty tidak setuju apabila gereja dijadikan tempat berpolitik praktis. Ia memandang sebagai institusi, gereja jangan menunjukkan keberpihakan kepada siapapun.
"Jangan menggunakan gereja sebagai tempat untuk berkampanye. Sebagai institusi, gereja tidak boleh memihak mana pun,” kata Albertus Patty di saat diskusi interaktif Kebhinekaan Indonesia di GPIB Bukit Moria Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/17).  
Meski begitu, mantan Ketua Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) ini memandang pendeta sebagai seorang pribadi boleh untuk melakukannya. 
"Kalau ada orang-orang yang oke, kenapa gak dibela, tapi jangan vulgar ya,” ujar Albertus Patty.
Albertus Patty sangat mendukung apabila ada pendeta yang terjun ke dalam dunia politik. Hanya saja, sang pendeta tersebut harus mau melepaskan jubah kependetaannya.
Untuk diketahui, diskusi interaktif “Kebhinekaan Indonesia” diselenggarakan oleh Majelis Umat Kristen Indonesia. Acara ini dibuat karena MUKI melihat Kebhinekaan Indonesia sedang mengalami masa-masa yang sulit. 
MUKI adalah organisasi kemasyarakatan yang didirikan individu-individu beragama Kristen dari berbagai gereja dan profesi. Lahir dan dibentuk karena adanya tuntutan perlu suatu lembaga keumatan profesional sebagai tempat menghimpun, menaungi, memajukan, mengembangkan, memperjuangkan kepentingan dan potensi umat Kristen di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru