Perbedaan Veronika dengan Anisa


Debat kedua Pilkada DKI Jakarta sudah selesai. Publik Jakarta sudah bisa menimbang dan menilai sendiri pasangan calon mana yang akan mereka percayakan memimpin mereka selama lima tahun kedepan.
Berbagai program kerja, visi misi, dan langkah sistematis yang akan ditempuh untuk mengaplikasikan visi dan misi tersebut sudah dijelaskan panjang lebar pasangan Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, Anies-Sandi saat debat kedua.
Menarik untuk disimak, jika ditanya ke dua istri calon Gubenur DKI Jakarta yaitu Annisa Pohan istri Agus Yudhoyono, dan Veronika Tan istri dari Ahok, seberapa paham mereka soal apa yang akan dikerjakan suaminya jika terpilih jadi Gubernur DKI Jakarta.
Sebuah video wawancara terpisah terhadap keduanya yang diposting akun youtube Relawan NKRI yang mengutip wawancara eksklusif Metro TV terhadap Annisa dan Veronika akan memberi gambaran yang jelas ‘isi otak’ keduanya.
Berikut kutipan wawancara keduanya.
Annisa Pohan :
W : pengalaman yang dimiliki mas Agus selama 16 tahun di bidang militer itu kiprahnya cemerlang. Nah ini tapi reformasi birokrasi ini masih dipertanyakan. Kalau mba Annisa sendiri melihat persiapannya seperti apa?
A : Eeeeh…saya belum bisa menjawab soal itu karena saya sendiri tidak menguasai isu tersebut. Mungkin bisa tanya langsung ke yang bersangkutan. Dan mungkin bisa langsung dilihat di debat besok (Jumat kemarin).
Saya yakin suami saya sudah sangat baik performance nya, jadi saya percayakan saja dengan apa adanya mas Agus, tidak perlu dibuat-buat.
Apa adanya Mas Agus, cara berkomunikasinya seperti itu, karena mas Agus hadir disini untuk membuktikan dirinya sendiri, bukan untuk menjadi orang lain yang dibuat-buat oleh seseorang. Jadi saya sendiri lebih banyak percaya bahwa mas Agus sudah memilik skill komunikasi yang baik.
Veronika  Tan :
W : Baik, terakhir bu Vero. Kalau nanti Pak Ahok kembali terpilih sebagai gubernur apa rencana-rencana bu Vero ke depannya?
V : Kita memang masih banyak program yang harus dilakukan, seperti yang kita katakan, kita ini bukan membangun bangunan, tetapi kita membangun manusia. Bangun manusia itu gak bisa bilang kita itu hanya dalam waktu satu tahun dua tahun kita bisa membangun karena itu pola pikri kan, mind set. Kayak anak kita saja kita harus katakan berulang-ulang. Tetapi kenapa kita mau mengatakan dan mengajarinya berulang-ulang, karena kita sayang.
Nah rasa sayang ini kita pindahkan kepada warga Jakarta. Nah sehingga yang kita ajarkan, kita pengen mereka seperti program bapak membuat otak penuh, perut penuh, dan kantong juga. Nah dasarnya apa? Pada saat kita memberikan mereka kantong penuh dengan memberikan mereka keterampilan, pekerjaan, dan  melatih mereka, karakter itu akan masuk.
Kita bisa melatih karakter building mereka, etos kerja, bagaimana kalau kita memberikan yang baik kalian juga harus membalas komitmen yang baik. Kita memberikan pengajaran yang cuma-cuma tapi tiu dibayar orang bukan gratis.
Jadi ini yang kita ajarkan kepada mereka. Nah dari keterampilan yang kita berikan nanti ibu-ibu bisa punya usaha sendiri, usaha stabil, punya uang. Dengan membina ini kita gak bisa, kita juga gak bicara satu masa begini kita bicaranya panjang.
Rusun begitu banyak, bapak pindahin orang. apa yang harus kita lakukan di dalam. Mereka tinggal disana, tinggal kita bina. Binanya apa? Bina mereka keahlian dan bina karakter building baru masuk. Ini tidak bisa dibilang satu hari, satu tahun. Itu harus lama.
Program lima tahun kedepan ya kita mau membuat ini menjadi satu sistem. Program yang dilakukan sustain, dari melatih sampai mereka bisa jadi jual barangnya, kita bantu marketnya, sampai mereka bisa mandiri. Nah itu program panjang. Bangsa dimulai dari ibu dan anak. Jika keluarga baik, bangsa juga akan baik.
W: Banyak yang kritik Ahok lebih banyak membangun benda mati. Ibu kalau menjawabnya gimana?
V: Justru itu, kalau kita bicara bangun manusia kita gak kasi tempat, gak bangun struktur, yah bagaimana kita bisa punya wadah untuk membina.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)