Lurah di Pulau Seribu Baru Tahu Pidato Ahok Ramai Saat Nonton TV

Jakarta - Lurah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Yuli Hardi mengaku menghadiri kunjungan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke tempat pelelangan ikan (TPI) Pulau Pramuka di Pulau Panggang pada 27 September 2016. Tapi Yuli Hardi baru tahu pidato Ahok belakangan jadi persoalan setelah dirinya menonton televisi. 

"Saya lihat di televisi waktu itu katanya di Pulau Pramuka," ujar Yuli Hardi di Auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017).

Ahok saat itu menurut Yuli Hardi datang terkait program budidaya ikan kerapu di Kepulauan Seribu. Di Kepulauan Seribu, Ahok juga hadir dalam panen ikan kerapu.

Namun Yuli Hardi mengaku tidak terlalu memperhatikan pidato Ahok di Kepulauan Seribu. Karena itu dia baru mengetahui adanya persoalan pernyataan Ahok dari televisi. 

"Tidak begitu fokus ke pidato karena pikiran saya ke kebersihan dan lainnya," sambung Yuli Hardi. 

Dari televisi lah, Yuli Hardi mengaku baru mengetahui permasalah soal pernyataan surat Al Maidah ayat 51. "Dibohongin pakai Al Maidah 51," kata Yuli menyebut dugaan yang menyebabkan pernyataan Ahok jadi persoalan. 

Ahok didakwa melakukan penodaan agama terkait pernyataannya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Ahok didakwa menodai agama karena penyebutan surat Al Maidah ayat 51.


Dalam sambutan di depan warga, Ahok dianggap sengaja memasukkan kalimat terkait pemilihan gubernur. Saat itu Ahok sudah terdaftar sebagai cagub DKI.

"Ketika terdakwa memberikan sambutan dengan sengaja dengan memasukkan kalimat yang berkaitan dengan agenda pemilihan gubernur tersebut dengan mengaitkan surat Al Maidah ayat 51," sebut Jaksa dalam surat dakwaan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)