Komisi Hukum MUI Sebut Jaksa dan Hakim Sidang Ahok Tidak Manusiawi

Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikhsan Abdullah, mengaku kecewa dengan sikap Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Menurut dia, JPU dan majelis hakim tidak mempertimbangkan kondisi Ketua MUIMa'ruf Amin saat ditanyakan dalam persidangan tersebut.
"Saksi diperiksa dari jam 9. Usia beliau sudah 73 tahun. Semestinya, jaksa mengetahui kondisi fisik beliau yang sangat capai. Dari jam 9, andai kata saudara saja belum tentu kuat. Hampir 7 jam, dengan kondisi lelah. Tapi jaksa membiarkan," ujar Ikhsan di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).
Ikhsan mengatakan, jika seorang saksi kelelahan, maka keterangannya akan tidak memuaskan. Untuk itu, ia menyesalkan JPU dan Majelis Hakim yang tidak mempertimbangkan kondisi kesehatan dari Ma'ruf Amin.
"Tidak bisa memaksakan saksi dalam kondisi lelah, karena akan absurd keterangannya. Tapi itu dibiarkan. Dan tadi saya sempat memprotes jaksa dari belakang, agar dihentikan dan diistirahatkan. Baru tadi dihentikan," ucap dia.
Atas dasar itu, Ikhsan mengaku akan mengadukannya ke Mahkamah Agung. Menurut dia, ada kesalahan prosedur dalam persidangan ini.
"Ya, tentu kami akan memprotes ke mahkamah agung. Ini tindakan yang tidak manusiawi, memeriksa saksi dengan cara seperti ini," kata Ikhsan.
Ma'ruf selesai memberi keterangan di muka persidangan pukul 16.00.
Kompas TVAhok Jalani Sidang Ke-8 Dugaan Penodaan Agama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)