Kisah Nyata : Sebulan Menstruasi Tak Berhenti, Ternyata Kena Kanker Serviks

Jakarta - Sebulan menstruasi tidak juga berhenti dan sesekali keluar keputihan berbau menyengat bikin ibu ini bingung. Setelah papsmear diketahui dia kena kanker serviks.

"Sebelumnya di perut bagian bawah juga terasa sakit yang terus-terusan. Saya pikir karena efek penggunaan pil KB. Lalu saya dapat pil KB yang bagusan, kemudian menstruasi yang terus-terusan. Darahnya cukup banyak, seperti kalau mens hari kedua itu," tutur Tating Tarmilah kepada detikHealth.

Hal itu disampaikan dia di sela-sela edukasi kesehatan 'Kenali Kanker Serviks' di RS Mitra Keluarga Bekasi, Jl Jend. A Yani, Bekasi Barat, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (21/1/2017).

Ketika kemudian darah menstruasinya mulai berkurang, sesekali muncul keputihan yang berbau menyengat. Keputihan itu, kata Tating, memiliki penampakan kental seperti ingus. Karena keputihan itu, Tating merasa tidak nyaman sehingga menggunakan pantyliner.

Akhirnya Tating meminum obat untuk keputihan. Kondisinya tak juga membaik, akhirnya Tating berkonsultasi ke dokter kandungan dan kebidanan. Kala itu dokter melakukan USG dan bertanya apakah Tating mengalami pendarahan saat berhubungan intim dengan suaminya.

Baca jugaIngat, Jangan Tunggu Muncul Gejala Kanker Serviks untuk Papsmear

"Saya bilang saya sudah berpisah dari suami. Kemudian saya diminta papsmear, dari situ ketahuan kalau ternyata saya kanker serviks. Lalu saya dirujuk ke obgyn yang onkolog. Lalu ke patologi dan ketahuan kanker serviksnya stadium 2B," papar Tating.

Selanjutnya Tating menjalani radiasi luar 25 kali, radiasi dalam 3 kali, dan kemoterapi sekali. Mual, pusing Hb turun dirasakan Tating selama menjalani pengobatan tersebut. Belum lagi area sekitar selangkangannya yang lecet-lecet.

"Saya dua bulan nggak kerja. Tapi saya bersyukur karena dapat dukungan dari teman-teman kerja, sampai ke atasan juga sehingga saya tetap semangat dan kuat," lanjut Tating.

Efek radiasi yang juga dirasakan Tating adalah tulang punggungnya yang terasa sakit. Setelah berkonsultasi ke dokter saraf, Tating menjalani fisioterapi dan rutin berenang seminggu dua kali. Untunglah kondisinya membaik.

"Karena sering nggak masuk, akhirnya saya resign. Nggak enak juga membebani teman-teman, meskipun mereka paham. Sekarang saya sudah dinyatakan bersih, tapi masih kontrol tiga bulan sekali," imbuh ibu dari dua anak ini.

Saat ini, dari vaginanya masih keluar seperti cairan bening yang membuatnya harus berkali-kali berganti celana dalam. Tapi kata dokter ada yang memang begitu, dan yang terpenting sel kankernya sudah bersih.

"Ini merupakan ujian buat saya. Tapi saya bersyukur dimudahkan menjalaninya. Teman-teman dan anak-anak mendukung. Karena penyakit ini saya mendorong anak-anak perempuan saya untuk vaksin HPV buat mencegah kanker serviks," tambah Tating.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)