TANDA - TANDA ORANG SEDANG JATUH CINTA

Jakarta - Apa sih tanda-tanda jatuh cinta? Apakah bila sering memikirkan si dia atau sering berimajinasi menghabiskan waktu bersama di masa depan? Untuk mereka yang baru pertama kali merasakannya jatuh cinta bisa jadi hal yang membingungkan.

Tapi menurut para peneliti ada ciri-ciri tertentu dari fenomena jatuh cinta yang sudah terbukti secara ilmiah. Antropolog Helen Fisher dari Rutgers University mengatakan dalam studinya bahwa jatuh cinta membawa beberapa dampak ke otak yang berbeda dari nafsu atau pada fase hubungan komitmen jangka panjang.

Dikutip dari berbagai sumber setidaknya berikut 10 tanda ciri khas jatuh cinta:


ORANG  INI  SPESIAL 


Ketika seseorang jatuh cinta, Fisher mengatakan ia akan merasa bahwa lawannya adalah orang yang spesial. Ditambah lagi perhatian selalu tertuju pada sang pujaan hati dan perasaan tersebut tidak bisa muncul atau tidak sama seperti pada orang lain.

Hal ini dikatakan oleh Fisher karena ada peningkatan kadar hormon dopamin pada otak. Pelepasan dopamin dapat membuat seseorang merasa senang, nyaman, serta meningkatkan fokus atensi.

MOOD SWING

Jatuh cinta dapat mendorong pada situasi emosi dan psikologis yang tidak stabil. Seseorang dapat merasa senang, cemas, euforia, hilangnya nafsu makan, dan juga panik.

Ketidakstabilan emosi ini digambarkan oleh peneliti serupa seperti perilaku seorang pecandu narkoba. Terbukti dari hasil pemindaian yang melihat bahwa ketika seseorang ditunjukkan foto sang pujaan hati ada aktivitas pada otaknya yang menyala seperti pada otak pecandu

SEMAKIN TERTARIK USAI KONFLIK

Ketika muncul sebuah konflik dalam hubungan sosial dengan pujaan hati, seseorang yang berhasil menyelesaikan konflik tersebut dapat merasa lebih tertarik padanya. Menurut Fisher efek ini muncul kemungkinan karena ada keterlambatan dalam pelepasan hormon dopamin.

Saat sedang konflik hormon dopamin yang biasanya meningkat ketika berinteraksi dengan pujaan hati menjadi tertahan. Namun begitu konflik selesai bagian otak yang memproduksi dopamin menjadi lebih produktif.

TEROBSESI

Menurut Fisher orang yang jatuh cinta rata-rata menghabiskan lebih dari 85 persen waktunya memikirkan 'objek' cintanya. Hal ini bisa disebut sebagai perilaku obsesif dan kemungkinan muncul akibat penurunan tingkat hormon serotonin pusat di otak.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)