Diduga Ada Telepon dari SBY ke Ketua MUI tentang Fatwa Penistaan Agama

Semakin panas saja! Luar biasa kesaksian Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin pada sidang ke-8 kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hari ini 31 Januari 2017. Tentu saja dari awal kita sudah memprediksikan bahwa MUI tidak mungkin menjilat ludahnya sendiri, dan pastilah hari ini kesaksiannya akan merugikan Ahok. Ternyata memang benar. 
Setelah menjelaskan latar belakang keluarnya sikap keagamaan dari MUI tentang kasus Ahok dan membantah tuduhan keberpihakannya kepada pasangan calon nomor urut 1 Agus/Sylvi, ternyata perdebatan kuasa hukum Ahok dengan saksi dilanjutkan pada terungkapnya dugaan telepon dari Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono kepada Ma’ruf Amin.
Entah benar atau tidak, tapi tim kuasa hukum Ahok mengaku memiliki bukti telepon tersebut. Berikut pernyataan Ahok, tim kuasa hukumnya dan jawaban Ketua MUI pada persidangan hari ini.
“Apakah pada hari Kamis, sebelum bertemu paslon (pasangan calon) nomor satu pada hari Jumat, ada telepon dari Pak SBY pukul 10.16 WIB yang menyatakan, pertama mohon diatur pertemuan dengan Agus dan Sylvi bisa diterima di kantor PBNU, kedua minta segera dikeluarkan fatwa tentang penistaan agama?” kata Humphrey (kuasa hukum Ahok) kepada Ma’ruf yang kemudian dibantah.
“Saudara tahu konsekuensinya jika memberikan keterangan palsu, siapa pun itu,” kata Humphrey yang dapat ditemukan disini.
“Untuk itu, kami akan berikan dukungannya (buktinya),” kata Humphrey.
“Saya berterima kasih, saudara saksi ngotot di depan hakim bahwa saksi tidak berbohong, kami akan proses secara hukum saksi untuk membuktikan bahwa kami memiliki data yang sangat lengkap,” kata Ahok dalam persidangan itu yang dapat ditemukan disini.
Dugaan Telepon dari SBY Mendorong Dikeluarkan Fatwa
Seperti yang kita ketahui, SBY adalah Ketua Umum Partai Demokrat yang mengusung anaknya sendiri Agus Harimurti Yudhoyono menjadi calon gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Tentu saja seorang SBY pastilah berpihak kepada kepentingan anaknya, dan ini kita maklumi saja lah ya, namanya juga bapak ya sayang sama anaknya. Tapi yang menjadi tidak benar adalah jika menghalalkan segala cara untuk memenangkan sang anak.
Kita juga tahu bahwa ada pertemuan antara pasangan nomor urut 1 dengan beberapa ulama di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 7 Oktober 2016 lalu. Pada pertemuan itu Ketua MUI ini mengatakan bahwa warga NU siap mendukung Agus/Sylvi.
Sumber: kompas.com
“Pak SBY telepon saya waktu beliau jadi presiden, saya dulu yang ditampilkan Pak SBY di Senayan (waktu kampanye pilpres). Saya juga yakin bahwa PBNU suka yang santun, bersahaja, baik, pintar. Dan itu ada di Agus-Sylvi,” kata Kyai Ma’aruf Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)