Amien Rais Yakin Prabowo Menang Pilpres 2019 Jika Mampu Mengambil Hati Masyarakat

JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Raisoptimistis Prabowo Subianto bekal memenangi pemilu presiden pada 2019 mendatang.
Kemenangan itu bisa diraih bila Prabowo mampu menarik hati masyarakat Indonesia saat ini.
Apalagi, kebijakan Presiden Joko Widodo saat ini dinilai kurang berpihak kepada bangsa Indonesia.
"Kalau mau menang ya mengambil kebijakan-kebijakan yang pro rakyat. Ini kan (sekarang ini kebijakan) pro China. Insya Allah (Prabowo) menang," kata Amien Raissaat di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakata Timur, Minggu (15/1/2017).
Kendati demikian, Amien mengaku belum membahas masalah Pilpres 2019 dengan Prabowo selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai GerindraPrabowo.
Ia menilai, Prabowo memiliki peluang besar di Pilpres 2019.
"Saya kira memang belum ada calon yang membedakan sekali. Saya kira dia (Prabowo) masih lebih dari pantas, karena pengalamannya, ketegasannya," ujar Amien.
Pada pilpres 2014 lalu Prabowo kalah dari Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi.
Amien Rais pun menyokong Prabowo di Pilpres 2014 lalu.
Apalagi, saat itu Prabowo berduet dengan Hatta Rajasa yang juga menjabat Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) pada 2014 lalu.
Setelah pilpres 2014, PAN memilih untuk keluar dari Koalisi Merah Putih.
Hal itu terjadi setelah Hatta Rajasa yang merupakan Calon Wakil Presiden yang mendampingi Prabowo, lengser dari jabatan Ketua Umum DPP PAN.
Soal pilpres 2019, Prabowo sendiri belum buka mulut.
Namun Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani sudah membeberkan bahwa Partai Gerindra masih berharap bisa mengusung Prabowo pada 2019 mendatang.
Ketua Umum Partai GerindraPrabowo Subianto belum memastikan mengikuti Pilpres 2019.
Ia hanya menegaskan, dirinya belum berminat untuk beristirahat di dunia politik pada saat ini.
"Ya 2019 masih lama, kita lihat nanti," ujar Prabowo saat mengikuti acara rapat kader yang berlangsung di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (8/1/2017) lalu.
Kritik Jokowi
Sebelumnya, saat memberi ceramah di Tabligh Akbar yang berlangsung di Masjid Al Azhar, Jakarta, Amien Raismengkritik sejumlah kebijakan Jokowi.
Masalah Tol Laut, misalnya, Amien menyebut bahwa Jokowi tidak memiliki kompetensi untuk menerapkan kebijakan tersebut.
Sebab, Jokowi dinilai tidak memiliki kemampuan itu. Latar belakang Jokowi yang merupakan pengusaha mebel serta pendidikan ahli kehutanan, bukanlah orang yang tepat untuk menentukan kebijakan tersebut.
"Saya bingung, Jokowi bilang mau buat tol laut, padahal dia itu kan sekolahnya kehutanan dan pengusaha mebel, terus dia mau buat tol laut. Bukan kapasitasnya dia," ungkapnya.
Selain itu, juga kebijakan Indonesia yang akan mengubah tolak ukur rupiah yang sebelumnya kepada US Dollar menjadi ke Yuan (China).
Dia menjelaskan hal itu sama sekali tidak tepat karena ada gambar "Palu Arit" di dalam mata uang tersebut.

"Tolak ukur kurs rupiah ini akan dipindah ke Yuan pula. Padahal di situ ada gambar Palu Aritnya," kata Amien seraya meminta masyarakat untuk tetap dapat mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap menyimpang dari kaidah yang ada. (rek/ryo)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)