Trump Janjikan Zona Aman untuk Warga Suriah, Obama: Tak Akan Mudah

Washington DC - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan dihadapkan pada konflik Suriah berkepanjangan saat menggantikan Presiden Barack Obama nantinya. Trump menjanjikan pembangunan 'zona aman' untuk membantu warga sipil Suriah, apakah itu bisa diwujudkan?

Dalam konferensi pers akhir tahun di Gedung Putih, Obama menyinggung soal janji Trump terkait konflik Suriah, yakni akan meminta negara-negara Teluk memberikan banyak uang kepada AS untuk membangun zona aman di dalam wilayah Suriah. Obama mengingatkan Trump bahwa hal itu tidak akan mudah.



Baik Trump maupun Obama berbicara secara terpisah soal konflik Suriah, pekan ini. Terutama setelah proses evakuasi warga sipil dan korban luka di Aleppo terhenti karena berbagai hal. Saat menemui pendukungnya di Florida, AS, Trump mengungkapkan hal-hal yang akan dilakukannya sebagai Presiden AS.

"Kita akan berusaha dan memperbaikinya dan kita akan berusaha dan membantu orang-orang," ucap Trump yang akan menggantikan Obama pada 20 Januari 2017, seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/12/2016).

"Kita akan membangun zona-zona aman. Kita akan membuat negara-negara Teluk untuk membayar pembangunan zona-zona aman itu," imbuhnya.


Menanggapi pernyataan Trump, Obama menyebut gagasan itu memiliki banyak tantangan. Obama menilai, keberadaan zona aman di dalam wilayah konflik membutuhkan perlindungan langsung oleh pasukan militer, secara berkelanjutan.

Tentara AS tentu tidak bisa masuk ke wilayah Suriah tanpa izin. Kecuali jika Trump bisa menjamin kerja sama dengan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutu-sekutunya, soal penjagaan zona-zona aman itu.

"Menjadi masalah berkelanjutan, tantangan berkelanjutan dengan zona aman adalah jika Anda mendirikan zona-zona itu di dalam wilayah Suriah, maka akan dibutuhkan pasukan yang bersedia menjaga wilayah itu, tanpa persetujuan pemerintah Suriah dan sekarang Rusia atau Iran," terang Obama.



Lebih lanjut Obama menyebut, AS harus terus menambah tekanan bagi rezim Assad dan sekutu-sekutunya. Semakin mata dunia tertuju pada Aleppo dan Suriah, tekaman bagi mereka akan semakin besar. Obama berharap agar tekanan internasional bisa membantu membebaskan warga sipil di Aleppo juga wilayah Suriah lainnya dari konflik berkepanjangan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru