Sabtu, 03 Desember 2016

Polri: 11 Orang Ditangkap agar Kemurnian Aksi 2 Desember Terjaga

Jakarta - Polisi menangkap 11 orang diduga terkait makar, penghinaan penguasa, sampai penghasutan sesaat sebelum aksi damai 2 Desember berlangsung. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menyebut alasan penangkapan itu agar aksi damai tidak diintervensi kepentingan lain.

"Dalam hal ini (penangkapan 11 orang), langkah-langkah ini dapat dikatakan dipilih Polri sebagai langkah upaya sebagai strategi Polri untuk menjaga kemurnian niat kegiatan ibadah di Silang Monas terjaga dan mengeliminir berbagai adanya indikasi kerawanan yang dapat dimungkinkan terjadinya semacam pemanfaatan terhadap massa," ujar Boy di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).

Menurut Boy, masyarakat yang awalnya tertib dan damai bisa saja berubah sikap bila dimasuki provokasi. Sementara itu kesebelas orang yang ditangkap telah ditelusuri Polri selama lebih dari 3 pekan dan terindikasi kuat akan memanfaatkan massa aksi.

"Ketika ada provokasi, kami tak ingin niat tulus alim ulama masyarakat yang hadir untuk doa bersama disusupi terhadap adanya niat lain akan hal itu ini kita cegah intinya tindakan hukum ini untuk mencegah jumlah massa yang besar yang tentu sangat rentan dipengaruhi," ujar Boy.

Beberapa dari mereka disebut Boy berniat untuk menggiring massa aksi damai di Monas untuk berpindah ke gedung MPR/DPR RI. Ada niatan untuk mendorong MPR menggelar Sidang Istimewa.

Sementara itu aksi doa dan zikir bersama kemarin (2/12) berlangsung benar-benar damai dan tertib. Hingga malam hari, tak ada massa yang berpindah ke Gedung MPR/DPR. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar