Pak Ahok Jangan Nangis Lagi

Jakarta - Seorang pendukung pasangan cagub-cawagub DKI nomor urut 2 Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat meminta Ahok tidak lagi menangis saat di persidangan. Dirinya juga meminta agar Ahok tegar, tidak marah dan tidak emosi menghadapi persidangan kasusnya.

"Pak Ahok jangan emosi, jangan marah dan jangan nangis lagi, harus tegar Pak," kata seorang pendukung bernama Nurul kepada Ahok-Djarot di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016). 

Ahok sempat menangis di sidang perdananya, Selasa (13/12) pekan lalu. Ahok menangis saat membacakan nota pembelaannya. Dalam nota pembelaan tersebut, Ahok menangis saat menceritakan riwayat hidupnya. Ahok yang lahir dari pasangan nonmuslim di Belitung Timur, kemudian diangkat menjadi anak oleh keluarga muslim asal Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kecintaan Ahok pada keluarga angkatnya begitu membekas di hati Ahok. Suara Ahok tertahan ketika menceritakan kisahnya merawat sang ibu angkat hingga ke pemakamannya.

Nurul juga sempat membandingkan perkataan Ahok soal Surat Al Maidah 51 dengan beberapa pernyataan yang dianggap olehnya lebih menistakan agama. Salah satunya adalah pernyataan Presiden ke-4 RI, Gus Dur, yang pernah mengatakan bahwa Al Quran, kitab suci umat Islam, porno.

"Ahok besok ke pengadilan, jangan sekali-sekali lupakan sejarah. Gus Dur dulu pernah bilang Quran porno, bayangkan Quran dibilang porno. Ahmad Dhani juga pernah konser injak-injak lambang yang mirip tulisan Allah tapi dimaafkan oleh Gus Dur," ujarnya.

"Pemilih yang saat bersembunyi di lubang semut keluarlah, pilih Ahok-Djarot, ini orang baik," lanjutnya.

Terkait persidangan kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan pada Ahok, Nurul meminta agar hakim dan jaksa jangan takut pada tekanan. Menurutnya, yang menekan dan mendemo Ahok hanya sebagian kecil dari jumlah umat Islam di Indonesia.

"Semoga jaksa dan hakim jangan takut pada tekanan. Umat Islam di Indonesia ini ada 200 juta orang, yang nekan paling 5 juta. Itu kecil dibanding 200 juta. Ingat, Jakarta butuh pemimpin model begini," ucapnya.

"Jangan semangat kita pudar karena segelintir orang yang tidak suka pada Ahok," tutupnya. (bis/erd)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru