Sabtu, 03 Desember 2016

Menteri Susi merasa tak pantas diberi gelar doktor oleh Undip

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merasa tidak pantas jika diberikan gelar doktor honoris causa oleh Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Salah satu alasan Undip hendak menganugerahi doktor honoris causa ke Susi karena dinilai berhasil dan meraih prestasi selama menjalankan tugas dan jabatannya sebagai menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya merasa masih belum pantas raih penghargaan ini," tegas Menteri Susi saat jumpa pers dengan media di Gedung Rektorat, Kompleks Kampus Undip Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah Jumat (2/12).

Susi mengaku dalam kurun waktu selama satu tahun terakhir ini sempat mendapatkan tawaran dari beberapa universitas di Indonesia namun dirinya selalu menolak dan berpikir.

"Dalam waktu satu tahun ini sudah ada universitas lain yang minta. Saya pikir-pikir dulu," akunya.

Namun, saat dirinya dipercaya oleh Undip Semarang untuk menerima gelar doktor honoris causa kemudian dirinya menjalani uji kompetensi. Hasilnya sama sekali di luar dugaannya bahwa dirinya pada usia 50 tahun ini dinyatakan Undip Semarang pantas untuk menerima gelar doktor honoris causa itu.

"Saya diuji kompetensi, bisa yakin. Datang langsung tanya jawab saya suprise hasilnya begitu tinggi. Usia 50 tahun masih hidup," terangnya.

Selain itu, dirinya mengaku merasa tersanjung atas pemberian honoris causa yang diberikan oleh Undip Semarang. Dengan gelar doktor ini, dirinya berharap akan membuatnya lebih amanah terhadap jabatannya yang diembannya sekarang sebagai menteri.

"Pak rektor dan seluruh guru besar Undip saya tersanjung, terharu atas anugerah ini saya yakin apa yang diberikan menjadikan saya lebih amanah," ungkapnya.

Sambil berkelakar, Menteri Susi bahkan melontarkan pernyataannya, jika gelar doktor honoris causa ini bisa untuk melawan pakar jika berdebat, baik yang bergelar doktor maupun profesor.

"Barangkali kalau saya diserang doktor atau profesor sekarang saya sudah doktor," kelakarnya.

Susi mengaku anaknya yang di Amerika pun sampai mempertanyakan jika dirinya yang hanya mengenyam pendidikan dan memegang ijazah SMP bisa meraih dan memperoleh gelar doktor dari Undip Semarang.

"Anak saya di Amerika. Saya bilang, saya kerja keras dan free komitmen," ujarnya.

Susi menambahkan, jika gelar doktor honoris causa yang diperolehnya dari Undip Semarang bisa memberikan inspirasi kepada masyarakat yang tidak bisa menyelesaikan sekolah bisa memajukan bangsa dan negaranya bermodal totalitas, kredibilitas dan integritas yang tinggi.

"Mudah-mudahan gelar ini bisa memberikan inspirasi, seandainya ada yang tidak menyelesaikan sekolah tapi punya totalitas tinggi, kredibilitas, integritas. Kredibilitas dan integritas dipertahankan. Apalah arti gelar, harta tapi kita tidak punya integritas. Itu saja yang saya punya sebagai warga negara yang hendak memajukan bangsanya," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar