LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Sabtu, 24 Desember 2016

Memburu Bus "Telolet" hingga Hafal Jadwal Keberangkatan

JAKARTA,  - Jumat (23/12/2016) kemarin, sepuluh anak laki-laki berdiri di jalan menuju pintu keluar Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Dua di antara mereka membawa kardus bekas bertuliskan "om telolet om, jangan pelit", ada pula yang membawa ponsel pintar.
Sore tadi, anak-anak itu berburu bus yang memiliki klakson berbunyi "telolet". "Om telolet, Om. Lagi, Om," ujar salah satu anak saat sopir bus membunyikan klaksonnya sebelum keluar terminal.
Pada Jumat ini, mereka mengaku datang ke terminal sejak pukul 09.30 WIB. Seusai mengambil rapor akhir semester di sekolah, mereka bersama-sama datang ke terminal dan mulai "berburu".
Fenomena memburu bus telolet ramai diperbincangkan khalayak saat ini hingga mendunia. Namun, bagi anak-anak yang tinggal tak jauh dari Terminal Kalideres, hal itu bukan hal baru bagi mereka.
Anak-anak itu sudah sejak lama datang ke terminal demi mendengarkan bunyi klakson telolet dan merekamnya menggunakan ponsel.
"Sebelum rame, udah ada. Baru sekarang aja terkenal," ujar Jamil (12), salah satu dari mereka, saat berbincang dengan Kompas.com.
Bagi mereka yang sudah terbiasa, tidak sulit membedakan bus yang memiliki klakson telolet dan mana yang tidak. Awalnya, mereka melihat bagian kolong bus-bus itu. Jika ada benda berbentuk corong atau terompet, sudah dipastikan bus tersebut memiliki klakson telolet.
Dari situ, mereka mengingat perusahaan otobus (PO) mana saja yang memiliki klakson tersebut.
"Dari bawahnya, corong, terompet gitu di bawahnya ada tiga," kata anak lainnya, Rendi (12).
Karena seringnya, mereka bahkan hapal keberangkatan bus-bus berklakson telolet itu. Jamil mencontohkan, bus PO Super Jaya berangkat pukul 07.00 WIB.
Kemudian, pada pukul 12.00 WIB, ada PO Sinar Dempo dan PO Telaga Indah Armada yang berangkat dari Terminal Kalideres.
"PO Haryanto jam 14.00. Jam 16.00 ada Gapuraning Rahayu, Shantika, Karunia Bakti, banyak," ucap Jamil.
Tak hanya itu, mereka juga hapal sopir bus PO mana saja yang sering membunyikan klakson telolet dan mana yang tidak. Saat bus berklakson telolet melintas namun tidak membunyikan klaksonnya, anak-anak itu akan meneriakkan kekecewaan mereka.
"Huh pelit," seru mereka.
Selain anak yang mengangkat kardus atau kertas bertuliskan "om telolet om", ada anak-anak lainnya yang mengarahkan kedua jempol mereka ke bus-bus yang melintas. Dengan begitu, mereka berharap sang sopir berbaik hati membunyikan klakson.
"Ngangkat jempol. Biar disangka bagus busnya, nanti dia kasih (bunyi telolet)," tutur Jamil.
Anak-anak itu sudah memiliki banyak koleksi video yang merekam aktivitas memburu bus telolet. Terkadang, mereka juga mengunggahnya ke Youtube.
Tak hanya Jamil dan kawan-kawannya, di Terminal Kalideres masih banyak kelompok anak lainnya yang juga memburu bus telolet. Mereka berkeliling di terminal, sesekali menunduk melihat kolong bus untuk memastikan bus itu memiliki terompet teloletatau tidak.
Seorang sopir bus di sana, Rosid, memberi kesempatan kepada Kompas.com untuk melihat tombol klakson telolet itu. Ada enam tombol berwarna merah di sebelah kanan stir bus. Namun, Rosid enggan membunyikan klakson tersebut di dalam terminal.
"Panas ini, soalnya berisik," kata dia.
Selain itu, Rosid juga menunjukkan corong atau terompet teloletyang dimaksud anak-anak itu. Di kolong bus yang dikemudikannya itu, ada dua terompet berwarna hitam. Kini, memburu bus telolet tampaknya menjadi kegemaran tersendiri, khususnya bagi anak-anak.
Di pinggir-pinggir jalan, khususnya yang dekat dengan terminal, kita akan dengan mudah menemukan sekumpulan anak-anak yang membawa kertas atau kardus bertuliskan "om telolet om" serta ponsel untuk merekam momen tersebut.
Kompas TVFenomena “Om Telolet Om” Mendunia

0 komentar:

Posting Komentar