Elektabilitas Agus Yudhoyono Turun di Survei LSI, Timses: Itu Dinamika


Jakarta - Juru bicara tim pemenangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, Imelda Sari mengatakan dinamika dalam politik merupakan hal yang wajar. Hal itu menanggapi elektabilitas Agus yang menurun pada rilis survei Lembaga Survei Indonesia (LSI).

"Survei memotret pada hari-hari ini. Kami tidak banyak menyatakan meningkatnya survei bulan November lalu kami berpuas diri. Saya pikir, tidak bisa kemudian kita anggap survei tidak berbanding lurus dengan di lapangan. Dalam politik ada dinamika yang harus kita perhatikan bersama," ujar Imelda saat diskusi LSI di Hotel Century Park Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/12/2016).

Imelda tidak mengambil pusing soal tudingan miring yang dialamatkan kepada Agus. Saat ini, dirinya bersama timses hanya fokus mensosialisasikan Agus bersama Sylviana kepada warga DKI Jakarta.

"Ada yang menyebut cagub kami cagub magang juga. Kami fokus saja mensosialisasikan pasangan calon kami," papar politisi Partai Demokrat ini.

Soal Agus yang dinilai unggul dalam kepribadian, menurut Imelda hal tersebut penting salah satunya untuk menjaga amanah. Tetapi, Imelda berharap program yang diusung Agus-Sylviana juga mendapat perhatian publik.

"Kepribadian penting untuk menjaga amanah, tegas dan berwibawa juga muncul pada pasangan calon kami. Agus juga lama di dunia militer, saya kira itu mendapatkan perhatian. Kami harap, program yang kami usung juga mendapatkan perhatian," imbuh Imelda.

Imelda juga sempat menyinggung salah satu materi yang disampaikan LSI yang berisi tulisan politik uang kepada Agus-Sylvi. Menurutnya, hal itu sudah disampaikan kepada KPU DKI Jakarta dan Bawaslu DKI Jakarta.

"Lalu apa yang dimaksud dengan kampanye Agus-Sylvi. Politik uang tidak disinggung Bawaslu. Mereka menyampaikan pelanggaran administrasi. Penjelasan tentang program akan disampaikan saat kampanye, program pemberdayaan Rp 1 Miliar sudah disampaikan ke Bawaslu dan KPUD," lanjut Imelda.

Jumlah sampel dalam survei terbaru LSI sebanyak 800 orang. Metode yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 3,5 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatapan muka. Quality control hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen. Populasi survei ini seluruh warga negara Indonesia di Provinsi DKI Jakarta yang memiliki hak pilih, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun. Survei dilakukan dari tanggal 3 Desember 2016 sampai 11 Desember 2016.

Hasilnya, elektabilitas Ahok unggul pada angka 32,9 persen. Agus Yudhoyono memperoleh 25,1 persen, dan Anies Baswedan 23,2 persen. Yang tidak tahu atau rahasia sebesar 18,8 persen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru