Disiplin, Penggunaan Dana Desa Tak Akan Berurusan Dengan KPK

 Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Kemendes, Ahmad Erani Yustika menyatakan sepanjang disiplin dalam penggunaan dana desa yang totalnya bernilai triliunan, perangkat desa tak perlu khawatir sampai terjerat dengan perkara hukum.
“Sepanjang mengikuti peruntukannya yang memang sudah jelas, dilakukan secara disiplin, tak ada urusannya sampai harus berurusan dengan BPKP, BPK, apalagi KPK,” katanya di Bandung, Rabu (14/12).
Dijelaskan, peruntukan dana desa sudah jelas yakni mencakup empat fokus yakni infrastruktur, pelayanan sosial dasar, pengembangan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
Hal itu diikuti dengan tren gelontoran dana desa yang semakin meningkat setiap tahunnya. Tahun ini dana yang mengucur sebesar Rp 46,9 triliun dengan serapan yang diperkirakan sudah mencapai lebih dari 90 persen.
Jumlahnya bakal meningkat drastis pada 2018 dengan nilai Rp 120 triliun. Naik dua kali lipat dibanding setahun sebelumnya.Dengan jumlah yang besar itu, tak ada lagi ceritanya, katanya, dana itu digunakan untuk kegiatan pemerintahan desa.
Selain itu, pemdes harus mempertimbangkan keselerasan penggunaan dana tersebut dengan sasaran program pemerintah yang ingin diraih.
“Meski penggunaan itu merupakan kewenangan musyawarah desa perlu memperhatikan program pemerintah pusat. Pak Jokowi kan ingin ketahanan pangan, karenanya diharapkan asa sinkronisasi,” katanya.
Di antaranya program pembangunan embung desa. Tahun depan, pemerintah memprioritaskan 3.000 desa guna dibangun embung guna meningkatkan kapasitas pengairan dalam menunjang keandalan pangan.
Wagub Jabar, Deddy Mizwar menjelaskan bahwa serapan dana desa di wilayahnya sudah mencapai 90 persen. Dana tersebut didistribusikan ke 5.312 desa dengan nilai Rp 3,56 triliun.
“Realisasi itu di antaranya untuk pembangunan fisik sebesar 93 persen, pemberdayaan masyarakat 5,54 persen, penyelenggaraan pemerintahan desa 0,3 persen, dan pembinaan kemasyarakatan 0,23 persen,” katanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

Tampil Menawan dengan Mengubah Mata Coklat Menjadi Biru