Kamis, 08 Desember 2016

Derita Yusra, Gagal Nikah karena Calon Suami Jadi Korban Tewas Gempa Aceh

Meureudu - Yusra Fitriani terbaring lemas di atas tempat tidur di kamar pengantin. Ukiran khas Aceh, Inai masih menghiasi ujung jari dan kakinya. Perempuan berusia 31 tahun itu tidak membuka sedikit pun matanya meski beberapa kerabat menjenguknya. 

Gempa bumi berkekuatan 6,5 SR di Pidie Jaya, Aceh, memupuskan harapannya untuk menikah dengan pria idamannya. Sejatinya, hari ini Kamis (8/12/2016) menjadi hari kebahagiannya. 

Yusra akan menikah dengan Suharnas (33) warga Meureudu, Pidie Jaya, yang tinggal tak jauh dari tempat tinggalnya. Segala persiapan sudah rampung termasuk sebuah pelaminan.

Persiapan pernikahan Yusra FitrianiFoto: Agus Setyadi-detikcom
Persiapan pernikahan Yusra Fitriani


Undangan ke para tamu juga sudah disebar jauh-jauh hari. Bahkan, ayah Yusra, M Yunus sudah menyiapkan satu ekor lembu untuk disembelih pada acara pesta yang digelar di rumahnya di Dea Dayah Timu, Kecamatan Meureudu. 

Tapi Tuhan berkehendak lain. Sang calon suami dipanggil Yang Maha Kuasa. Suharnas menjadi korban dalam musibah gempa yang mengguncang Aceh pada Rabu (7/12) kemarin. 

Jenazah pria yang berjualan arloji di Pasar Meureudu ini ditemukan dibalik reruntuhan bangunan toko tempat ia mencari rezeki. Tim gabungan mengevakuasi Suharnas ke rumah ke sakit.

Yusra berusaha tegar saat mengetahui calon suami telah menghadap sang khalik. Ia ke rumah sakit dan melihat proses identifikasi hingga pemakaman selesai tadi malam.

"Dia termasuk anak yang kuat. Semalam pulang setelah Suharnas dimakamkan," kata seorang kerabat Yusra.

Sejak kemarin, Yusra sudah tidak sanggup makan. Hari ini, ia memilih berdiam diri di dalam kamar dan ditemani ibunda Rajiati. Badannya semakin lemas.

Yunus, berkisah, anaknya baru 40 hari lalu dilamar Suharnas dengan mahar 13 mayam emas. Lamaran diterima dan berlanjut ke pernikahan.

"Saya sangat menyetujui pernikahan keduanya," kata Yunus.

Balada Yusra, Gagal Nikah karena Calon Suami Jadi Korban Tewas Gempa AcehFoto: Agus Setyadi-detikcom


Yusra sehari-hari bekerja sebagai Tata Usaha di SMP Negeri 1 Meureudu. Sementara Suharnas berjualan. Yunus tidak mengetahui bagaimana awal keduanya menjalin hubungan hingga berencana melanjutkan ke jenjang pernikahan. 

"Suharnas ini murid saya di SMP 1 Meureudu. Dia orangnya baik, tidak suka peduli urusan orang lain dan pendiam," jelas Yunus. 

"Tapi menjelang hari H Tuhan berkendak lain. Saya minta Yusra untuk tabah dan banyak berdoa," tutur Yunus. (fdn/tor)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar