LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Minggu, 18 Desember 2016

Buku Berisi 'Kegilaan' Gubernur Ganjar Diluncurkan di Candi Gunung Wukir

Magelang - Bertempat di pelataran Candi Gunung Wukir, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, buku yang mengupas momen tidak biasa Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo diluncurkan. Untuk peluncuran buku berjudul 'Gubernur Jelata' tersebut, baik Ganjar maupun tamunya harus jatuh bangun karena rute yang cukup terjal.

Candi tersebut tepatnya berada di Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Hujan sempat turun dan membasahi jalan menuju lokasi yang harus dilalui dengan berjalan kaki. Beberapa orang sempat terpeleset dan bangkit lagi meneruskan perjalanan.

Setelah melalui jalan sejauh sekitar 500 meter, tibalah di lokasi peluncuran buku. Tidak hanya seremoni saja, sejumlah komunitas kesenian lokal meramaikan acara tersebut. Pementasan "Jejak Ratu Adil Ragam Hayati" yang merupakan kolaborasi teater, musik, tari, sastra, dan seni rupa dari Komunitas Lima Gunung juga memeriahkan acara.

Buku Berisi 'Kegilaan' Gubernur Ganjar Diluncurkan di Candi Gunung WukirFoto: Suasana peluncuran buku 'Gubernur Jelata' di Candi Gunung Wukir (Angling/detikcom)

Buku tersebut ditulis oleh Agus Sunandar atau lebih dikenal dengan panggilan Agus Becak, pekerja seni lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Isinya berisi kisah lucu dan "kegilaan" Ganjar selama 3 tahun menjabat menjadi Gubernur Jawa Tengah.

"Spirit kebudayaan dan menjaga perdamaian yang ada pada sosok Pak Ganjar dengan segudang cerita 'nyeleneh' yang bisa menjadi inspirasi," kata Agus saat meluncurkan bukunya, Sabtu (17/12/2016).

Isi buku tersebut memang cukup unik karena kisah yang diceritakan oleh Agus disampaikan dengan apik. Salah satunya ketika Gubernur Ganjar mengunjungi lokasi banjir di Welahan, Jepara 24 Januari 2014 lalu. Saat itu jalan tergenang cukup tinggi hingga akhirnya Ganjar numpang bergelantungan di truk elpiji yang sanggup menerabas air. Detikcom juga sempat mengabadikan momen tersebut di lokasi.

"Oh Pak Gubernur, monggo pak kulo derekke (Oh Pak Gubernur, mari ikut saya)," kata sopir truk pengangkut gas elpiji yang melintas di lokasi seperti yang tertulis dalam buku.

Banyak kisah-kisah lain yang diangkat dan cukup menarik untuk diketahui. Gubernur Ganjar mengakui awalnya ragu dengan buku itu karena khawatir isinya hanya memuji-muji. Ternyata ia salah dan justru tertarik dengan isi bukunya.

Buku Berisi 'Kegilaan' Gubernur Ganjar Diluncurkan di Candi Gunung WukirFoto: Suasana peluncuran buku 'Gubernur Jelata' di Candi Gunung Wukir (Angling/detikcom)

"Pelajaran yang bisa diambil yaitu saya sebenarnya orang yang bisa melakukan yang seperti dilakukan mereka. Saya Gubernur tapi saya juga orang biasa, saya bisa marah, bisa tersenyum, bisa 'dlosoran' dengan mereka dan itu diceritakan dengan apa adanya tanpa puja-puji yang menyebalkan," tandas Ganjar.

"Saya heran ada orang yang mengamati saya. Mas Agus Becak ini orang yang paling enggak punya gawean menurut saya," imbuhnya bercanda.

Peluncuran buku tersebut dihadiri ratusan orang meski hujan sempat mengguyur deras. Usai acara semua kembali menempuh jalan terjal yang licin. Ganjar pun sempat terpeleset satu kali saat berjalan meski sudah berpegang tongkat untuk menjaga keseimbangan. Sayangnya peristiwa itu belum tertuang dalam buku "Gubernur Jelata" karya Agus Becak. (alg/hri)

0 komentar:

Posting Komentar