Sabtu, 03 Desember 2016

500 Ribu Demonstran Kembali Turun ke Jalan Desak Presiden Korsel Mundur

Seoul - Ratusan ribu warga Korea Selatan (Korsel) kembali memenuhi jalanan pusat ibu kota Seoul. Aksi ini merupakan unjuk rasa ke-6 yang digelar setiap akhir pekan, untuk menuntut pengunduran diri Presiden Park Geun-hye yang terseret skandal nepotisme.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (3/12/2016), dalam aksi kali ini, demonstran bergerak semakin mendekati istana kepresidenan Korsel yang biasa disebut Blue House. Demonstran dilaporkan menggelar aksi di lokasi yang berjarak hanya 100 meter dari Blue House. 

Unjuk rasa ini kembali digelar setelah Presiden Park menyampaikan permohonan maaf untuk ketiga kalinya pada rakyat. Presiden Park juga meminta parlemen memutuskan kapan dan bagaimana dirinya harus mundur dari jabatannya. Namun permohonan itu ditolak oleh oposisi dalam parlemen.

500 Ribu Demonstran Kembali Turun ke Jalan Desak Presiden Korsel MundurFoto: REUTERS/Kim Hong-Ji

Sebaliknya, tiga partai oposisi Korsel mengajukan mosi tidak percaya kepada parlemen untuk memakzulkan Presiden Park. Mosi itu ditandatangani oleh 171 anggota dari total 300 anggota parlemen. Isi mosi itu menyebut Presiden Park telah melanggar konstitusi dan aturan hukum dengan menyalahgunakan kekuasaannya terkait teman dekatnya yang mencampuri pemerintahan.

"Ini menjadi aib nasional, karena dia masih menempati posisi itu (Presiden Korsel). Dia seharusnya sudah mengundurkan diri," tegas salah satu demonstran bernama Kim Jae-hwa (43) yang ikut unjuk rasa bersama dua putrinya yang masih remaja. 

Para demonstran membawa poster dan spanduk bertuliskan berbagai macam protes mereka untuk Presiden Park. "Tangkap Park Geun-hye," demikian bunyi salah satu poster itu. Penyelenggara unjuk rasa memperkirakan ada sekitar 500 ribu demonstran yang ikut dalam aksi pada Sabtu (3/12) ini.

500 Ribu Demonstran Kembali Turun ke Jalan Desak Presiden Korsel MundurFoto: REUTERS/Kim Hong-Ji

Sedangkan polisi menolak untuk menyebut perkiraannya, namun menyatakan ada 20 ribu polisi yang dikerahkan mengawal aksi protes itu. Unjuk rasa sejauh ini berjalan damai tanpa ada insiden apapun. 

Presiden Park dituding melakukan penipuan dengan teman dekatnya, Choi Soon-sil, yang telah ditangkap terkait dakwaan menyalahgunakan kekuasaan dan penipuan. Choi sendiri dituding memanfaatkan hubungan dekatnya dengan Presiden Park untuk menekan para konglomerat dengan dalih memberikan donasi amal, namun sebenarnya digunakan untuk kepentingan pribadi. Presiden Park menyangkal dirinya terlibat pelanggaran hukum. 

Sementara itu, oposisi dalam parlemen berencana menggelar voting pemakzulan Presiden Park pada 9 Desember mendatang. Mosi tidak percaya yang telah diajukan, tengah dikaji oleh sekretariat parlemen yang merupakan bagian dari prosedur formal untuk selanjutnya diajukan dalam sidang paripurna. 

500 Ribu Demonstran Kembali Turun ke Jalan Desak Presiden Korsel MundurFoto: REUTERS/Chung Sung-Jun/Pool

Partai oposisi dalam parlemen Korsel sebenarnya memiliki cukup anggota untuk meloloskan voting pemakzulan itu, namun mereka masuk membutuhkan dukungan sedikitnya 28 anggota parlemen Partai Saenuri yang menaungi Presiden Park, demi mencapai suara mayoritas dua pertiga dalam parlemen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar