Jumat, 09 Desember 2016

50 Ribu Militan ISIS Tewas dalam Serangan Koalisi di Irak dan Suriah Sejak 2014

Washington - Sedikitnya 50 ribu militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tewas dalam berbagai serangan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) di Irak dan Suriah. Jumlah itu tercatat sejak serangan udara koalisi AS dimulai tahun 2014.

Operasi militer koalisi AS terus dilakukan dengan menggunakan pesawat dan drone (pesawat tanpa awak). Sejak Agustus 2014 lalu, tercatat ada sekitar 16 ribu serangan udara yang dilancarkan terhadap ISIS di wilayah Irak dan Suriah. Koalisi AS juga memberikan pelatihan militer serta menyalurkan persenjataan untuk pasukan lokal yang bertempur langsung melawan ISIS.

Dituturkan pejabat militer senior AS yang enggan disebut namanya, seperti dilansir AFP, Jumat (9/12/2016), penghitungan menyatakan 50 ribu anggota ISIS tewas dalam berbagai serangan udara yang dilancarkan koalisi AS.


Menurut pejabat itu, serangan udara koalisi AS sudah 'paling murni' yang berarti paling menghindari jatuhnya korban sipil. Nyaris seluruh bom yang dijatuhkan sejauh ini merupakan jenis senjata cerdas yang bisa diarahkan ke target tertentu.

Koalisi AS mencatat, korban sipil yang tewas dalam operasi militer mereka mencapai sekitar 173 orang. Meskipun para pengkritik koalisi AS menyebut jumlah sebenarnya jauh lebih besar.

Dijelaskan pejabat militer AS itu, koalisi pimpinan AS telah menyusutkan jajaran ISIS hingga ke level dimungkinkannya serangan secara serempak terhadap posisi ISIS di Mosul, Irak dan Raqqa, Suriah. Kedua wilayah itu merupakan markas terakhir ISIS di kedua negara itu.



Secara terpisah, juru bicara koalisi AS, Kolonel John Dorrian, menyebut ISIS mengandalkan para petempur remaja di Mosul setelah prajurit garis kerasnya dimusnahkan oleh koalisi. "Sementara upaya ini terus berlanjut setiap hari, Daesh (nama Arab ISIS) terus memiliki petempur yang semakin sedikit dan sumber daya yang mereka miliki semakin berkurang," terang Dorrian via panggilan video.

Dorrian meyakini ISIS mulai kekurangan persediaan bom mobil. Dorrian juga memperkirakan, ratusan militan ISIS tewas dalam serangkaian serangan di Mosul. "Itu bukan berarti bahwa situasinya sudah tidak luar biasa berbahaya. Mereka tidak akan pergi diam-diam, tapi mereka akan pergi," ucapnya.

Koalisi AS sebelumnya telah menyatakan, bahwa mereka tidak menjadikan jumlah militan yang tewas sebagai takaran efektivitas operasi anti-ISIS di Irak dan Suriah. Namun demikian, jumlah militan yang tewas diumumkan secara berkala oleh koalisi AS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar