Wiranto: Ormas di Indonesia Sangat Banyak, Butuh Penertiban

Jakarta - Menko Polhukam Wiranto dan sejumlah menteri duduk bersama membahas organisasi kemasyarakatan (ormas). Dia mengatakan perlu dilakukannya penertiban ratusan ormas yang tidak sejalan dan menghambat pembangunan.

"Kita membincangkan masalah ormas-ormas yang saat ini sangat banyak di Indonesia. Ormas sangat aktif dalam melaksanakan berbagai kegiatan di Indonesia tentu dibutuhkan suatu penertiban," kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Wiranto menjelaskan ormas-ormas tersebut selama ini memiliki bidang pergerakan yang berbeda-beda, misalnya di bidang pertanian, HAM, pertambangan, dan sosial. Untuk itu, menurut dia, perlu sinkronisasi antara pemerintah dan ormas itu. 

"Dari situ kan kami bisa melihat bahwa seyogianya ormas sesuai dengan tujuannya, harusnya paralel dan sinkron dengan bagaimana kami membangun negeri ini. Kami harapkan berbagai aktivitas ormas itu memberikan kontribusi positif terhadap bagaimana kami mengelola negeri ini dan bagaimana pembangunannya nasional dijalankan," urai Wiranto. 

"Tapi ternyata kan kami lihat beberapa ormas justru kebalikan dari itu. Banyak membuat permasalahan di negeri ini," imbuh dia. 

Wiranto mengatakan pemerintah ingin melakukan pendataan lagi terhadap ormas-ormas yang nyata-nyata tidak lagi paralel. Sebab, ormas akan bersinggungan langsung dengan pembangunan di negeri ini. 

"Sehingga dari sana, kami nanti mempelajari ormas-ormas mana yang nanti kami beri peringatan. Untuk kembali masuk ke koridor yang sama dengan program-program pemerintah kami dalam membangun berbagai aspek kehidupan di negara kita," jelas Wiranto.

Lalu, ormas seperti apa yang akan ditertibkan? "Belumlah, baru rapat tadi, hasilnya nanti akan kami lihat. Belum sampai (ada yang dicurigai) ke sana. Nanti akan kita lihat, tadi kan kita membentuk kelompok kerja untuk mempelajari ini," jawab Wiranto. 

Wiranto menegaskan ormas yang melanggar undang-undang akan diberi peringatan terlebih dulu sebelum ditindak tegas, yaitu pembekuan. "Ormas itu kan ada undang-undangnya, tentu ormas-ormas yang tidak lagi mematuhi undang-undang yang dicantumkan dalam pembentukan ormas itu. Nanti tentu akan kami berikan langkah-langkah ya. Kami edukatif, persuasif, dulu. Nanti, setelah itu, baru ada suatu peringatan yang keras sampai pada pembekuan," pungkas Wiranto.

Selain membahas ormas, Wiranto dan para menteri memperbincangkan perkembangan kondisi keamanan terkini. (aan/fdn)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)