Polisi Israel Tangkap 12 Tersangka Pelaku Pembakaran Lahan

TEL AVIV, Kepolisian Israel, Jumat (25/11/2016), mengatakan, telah menahan 12 orang yang diduga memicu kebakaran lahan di wilayah tengah dan utara Israel.

Kebakaran lahan yang sudah terjadi selama tiga hari itu mengakibatkan ratusan rumah warga hancur dan 80.000 orang di kota Haifa harus diungsikan.

Pasukan pemadam kebakaran masih berjuang keras untuk memadamkan api yang menjalar di perbukitan sekitar Jerusalem dan sekitarnya.

Upaya pemadaman api ini mendapatkan bantuan dari petugas pemadam kebakaran Palestina, Yunani, Siprus, Kroasia, Italia, Rusia, dan Turki.

Juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld mengatakan, ke-12 orang itu ditahan ketika mencoba menyalakan api atau saat melarikan diri dari kawasan yang terbakar.

Sedangkan menteri keamanan dalam negeri Gilad Erdan mengatakan, para tersangka itu adalah warga minoritas, sebuah julukan bagi warga Arab-Israel atau Palestina.

"Kemungkinan besar motif dari perbuatan ini adalah masalah nasionalisme," kata Erdan kepada radio Angkatan Darat.

Kebakaran lahan ini adalah yang terbesar di Israel sejak 2010, ketika 44 orang tewas dalam sebuah kebakaran hebat di wilayah utara negeri ini.

Saat itu, penyidik menyimpulkan kebakaran disebabkan kelalaian manusia.

Akibat kebakaran itu, hampir sepertiga warga Haifa, kota berpenduduk 250.000 orang, termasuk sejumlah besar warga keturunan Arab, harus mengabiskan malam di tempat-tempat penampungan.

Hingga Jumat, pasukan pemadam kebakaran masih berusaha mengendalikan api. Para pejabat kota Haifa mengatakan, situasi sudah bisa dikendalikan meski sedikitnya 700 rumah warga rusak berat atau hancur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)