LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Jumat, 25 November 2016

Pakar hukum nilai kasus Ahok beda jauh dengan Ahmad Musaddeq dan Lia Eden

Bareskrim Polri resmi menetapkan Gubernur non-aktif DKI JakartaBasuki Tjahaja Purnama ( Ahok) sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, sejumlah pihak pun mendesak Polri segera melakukan penahanan terhadap Ahok.

Alasannya, kasus Ahok dianggap sama dengan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahmad Musaddeq dan Lia Eden. Saat itu, keduanya langsung ditahan setelah menyandang status tersangka.

Pakar Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan justru berpandangan lain. Dia menilai kasus yang menjerat Ahok berbeda dengan kasus yang menjerat Ahmad Musaddeq dan Lia Eden.

"Orang suka menyamakan dengan perkara sebelumnya. Perlu saya sampaikan saya berbeda kasus Lia Eden, Ahmad Musaddeq, kalau itu perbuatan, mengaku nabi, kitab suci dan sebagainya," kata Asep dalam sebuah diskusi bertajuk 'Bedah Kasus Penistaan Agama' di Jakarta, Kamis (22/11).

Bukan hanya itu, dijelaskan Asep jika kasus Ahok berkaitan pada ucapan bukan pada perbuatan seperti yang dilakukan oleh Ahmad Musaddeq dan Lia Eden. Bahkan, Asep mengungkapkan jika polisi perlu menghadirkan ahli agama, bahasa untuk menganalisa pernyataan Ahok.

"Kalau perkara Pak Ahok. Kita perlu ahli agama, ahli bahasa, karena (kasus Ahok soal) menyampaikan pernyataan," ucap dia.

Asep juga berpendapat dalam sidang, sebelum memutuskan perkara hakim akan lebih memperhatikan keterangan ahli yang dihadirkan. Hakim, kata dia, bakal menentukan mens area atau niat Ahok melontarkan pernyataan tersebut.

"Kasus Pak Ahok akan lebih berat ke ahli. Karena pernyataan itu yang penting di perkaranya Pak Ahok," tegas dia.

"Perkaranya Pak Ahok, lebih ke pernyataan bukan perbuatan seperti Lia eden, dan Musadeq maupun perkara sebelumnya," pungkas Asep.

0 komentar:

Posting Komentar